To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Beradu Pedang



Tidak sampai disana, Zhen Yuan melepaskan serangan keduanya, kali ini ia mengerahkan jurus keempat yang membentuk jaring besar dari belasan tebasan pedang. Tapi kemudian Chun Jian masih dengan gerakan yang sama menghalau seluruh tebasan yang menuju kearahnya.


Zhen Yuan tersenyum tipis, tidak memberikan jeda lainnya, ia memberikan jurus ketiga Pedang Terbang kearah Chun Jian. Kali ini gerakan Chun Jian mulai tidak beraturan. Karena keduanya berlatih hanya dengan pemahaman pedang dan teknik membuat perbedaan kekuatan jiwa mereka dapat dihilangkan.


Chun Jian terkejut melihat Zhen Yuan mampu membuatnya sedikit kewalahan, ia awalnya mengira jika Zhen Yuan mengandalkan keahliannya dalam Formasi dan Pill untuk memiliki kekuatan menekan tetua Angin Jahat di sayembara. Nyatanya, kekuatan utama Zhen Yuan terletak pada teknik pedangnya. Setidaknya ini yang dipikirkan oleh Chun Jian.


Zhen Yuan melakukan serangan lainnya yang kembali membuat Chun Jian semakin kewalahan, ia telah menggunakan 2 jurus dari Pedang Musim Semi untuk membuat posisinya lebih terkendali. Tapi kemudian, dari arah belakang Chun Jian, muncul sebuah pedang yang terbuat dari Petir berwarna Merah kekuningan.


Pedang itu mengejutkan Chun Jian, ia segera menggerakan pedangnya dan menggunakan 2 jurus lainnya untuk menghentikan pedang petir tersebut. Sayang sekali Zhen Yuan lagi- lagi memberikan jurus Pedang Terbangnya dari arahyang berlawanan membuat Chun Jian mengerut. Ia menyadari pergerakannya salah dan seketika pedang Petir yang akan ia hadapi menghilang diudara yang kosong.


Bersamaan dengan itu, sebuah udara dingin terasa ditengkuk lehernya saat pedang Zhen Yuan telah menempel disana. Hanya sedikit dorongan, pedang itu akan menebas leher Chun Jian. Merasa lawannya telah kalah, Zhen Yuan segera mengambil kembali pedangnya dan kembali duduk mengatur nafas.


Adapun Chun Jian, ia sesaat termenung dalam sampai kemudian wajahnya menjadi cerah. Ia berhasil mendapatkan pemahaman tentang pedang malam ini, melirik kearah Zhen Yuan. Chun Jian menunduk hormat dan kembali ke dalam kereta. Zhen Yuan tidak berniat menghentikannya sebab Perdana Mentri kerajaan itu telah mendapatkan momen penting untuk perkembangan jurusnya.


~


Tiga minggu kemudian, perjalanan mereka telah terlewati setengah. Chun Jian yang sejak malam itu tidak pernah beranjak dari tempatnya kini tertawa keras penuh momentum di dalam kereta. Zhen Yuan menyadari bahwa Perdana Mentri telah berhasil mendapatkan kemajuan dalam teknik Pedang Musim Semi, dengan begitu ia merasa sedikit nyaman.


“Saya ucapkan selamat pada Perdana Mentri Chun” Zhen Yuan menjadi yang pertama mengucapkan selamat padanya.


Perdana Mentri Chun tersenyum lebar, “Master Zhen, sungguh jika bukan karena dirimu malam itu maka saya tidak akan pernah mencapai pemahaman setinggi ini! Saya berhutang budi padamu”


Zhen Yuan melambaikan tangannya, “Tidak usah terlalu dipikirkan. Perdana Mentri Chun bagaimana sekarang kekuatanmu? Apa kau yakin dapat melindungi kami disana?”


“Baik, kalau begitu saya serahkan semuanya pada mentri Chun. Saya berniat untuk latihan tertutup selama perjalanan” Zhen Yuan mengangguk puas.


Ia  kemudian memasuki salah satu ruangan yang ada di dalam kereta besar tersebut lalu mulai duduk dan memasuki meditasi yang mendalam. Zhen Yuan berniat untuk meningkatkan energi Spiritualnya, ia berharap dapat memiliki energi spiritual kultivator Jiwa lapisan awal setelah tiba diistana Pusat.


Meski energi spiritual hanya digunakan untuk mengendalikan pedang terbang, namun kegunaanya lebih dari itu. Zhen Yuan menyadari bahwa jika ia ingin memenangkan tempat 10 besar atau menjadi juara di turnamen adalah hal yang mustahil dengan kekuatannya saat ini.


Tapi dengan bantuan energi spiritualnya, ia mungkin dapat mengimbangi master kelas 6 sekalipun. Tentu saja, membayangkan hal itu tidak sesulit ketika mengerjakannya.


“Kenapa kau perlu bersusah payah bermeditasi? Kau bisa meminjam energi spiritualku untuk memenangkan turnamen pill Istana Pusat” Singa Kecil terdengar di jiwa Zhen Yuan. Dalam posisi meditasi, ia kini dapat berkomunikasi dengan singa kecil.


“Suatu hari kau akan keluar dari jiwaku dan menjadi mahkluk roh, dan kau tidak akan bisa membantuku lagi. Lebih baik berusaha dengan kekuatan yang kita miliki sendiri daripada harus mengandalkan orang lain” jawab Zhen Yuan.


Meski begitu, Singa Kecil masih terus membujuk Zhen Yuan untuk meminjam kekuatannya saja dan mengatakan usaha Zhen Yuan tidak mungkin tercapai. Tapi Zhen Yuan menutup matanya dan memilih menghiraukan Singa Kecil.


Entah berapa lama Zhen Yuan menutup matanya ketika suara ketukan terdengar dipintu ruangannya. Ia segera berdiri dan membukakan pintu, Zhen Yuan terkejut mendapati Botak Kun mengetuk pintunya dengan wajah penuh ketakutan.


“Ada apa? kenapa kau begitu ketakutan?” tanya Zhen Yuan cemas, ia sempat berpikir jika mereka mendapatkan serangan dari aliansi musuh.


“Master Zhen, ada seseorang di dalam pikiranku. Orang itu botak dan memancarkan cahaya hijau yang kuat. Saya telah berusaha untuk mengusirnya tapi ia berkata bahwa disana adalah tempatnya dan tidak akan keluar sampai kapanpun juga. Master Zhen, hanya kau yang dapat menolongku” Botak Kun memohon sambil menceritakan kejadiannya.