
Wang Jian dan Ling Huier tidak merasa keberatan dengan hal tersebut. Bagaimanapun juga hidup nona Seven berada ditangan pemuda itu, ia berhak memutuskan apa yang ingin dilakukan.
Namun nona Seven menggeleng pelan, “Apa artinya saya hidup? Misi telah gagal dan ayah baptis tidak akan menerima saya lagi dimasa depan” Baginya ayah baptisnya adalah yang paling penting, bahkan mempersembahkan hidup untuk ayah baptisnya.
“Mengapa kau begitu naif sampai menyerahkan hidupmu untuknya? Untuk orang yang selalu memanfaatkanmu demi tujuan pribadinya? Apakah itu pantas?!”
Nona Seven tersentak, kata- kata Zhen Yuan mampu menggetarkan hatinya. “Tapi ia mengangkatku sebagai anak, memberiku kehidupan yang nyaman dan mengajarkanku kultivasi hingga menjadi seperti ini!”
“Mengangkatmu menjadi anak? apakah kau merasa itu istimewa, berapa banyak anak baptis yang ia miliki selain dirimu? Selain itu jika ingin memanfaatkanmu maka ia harus memberimu kehidupan yang nyaman dan mengajarkanmu kultivasi hingga dimasa depan kau bisa berguna baginya. Posisimu saat ini juga kau dapatkan dari kerja kerasmu bukan semata- mata karena ayah baptismu itu”
Zhen Yuan berbicara dengan lancar seakan ia memberi ceramah pada seorang anak. Setiap kata- katanya kini mengguncang nona Seven. Tanpa diketahui, sebuah retakan kecil telah timbul dihatinya. Retakan tentang perasaanya selama ini.
Nona Seven tidak mengatakan apa- apa, ia terdiam tidak menyetujui ataupun membantah Zhen Yuan.
“Saya tidak akan memaksamu, anggap saja kau berutang hidup padaku hari ini.” Zhen Yuan melemparkan sebotol pil penawar racun untuk nona Seven.
Zhen Yuan, Ling Huier dan Wang Jian meninggalkan nona Seven yang masih terdiam. Mereka kembali menggunakan formasi besar yang untungnya tidak rusak oleh ledakan. Mereka langsung menuju pulau Tiga Sudut.
Ketiga master menyambut kedatangan Zhen Yuan. Pemuda itu telah menunjukkan potensinya yang bahkan ketiga master merasa kalah. Sebab itu bukan hanya Zhen Yuan tidak perlu menunjukkan hormatnya, tapi mereka yang malah menunjukkan rasa hormat pada Zhen Yuan.
“Apakah urusan master Zhen telah selesai?”
“Ya, kami akan kembali setelah beberapa hari memulihkan diri.” Ketiganya telah sangat lelah untuk hari ini. Mereka kembali ke kediaman dan mulai memulihkan diri dengan giat.
Adapun nona Seven, ia juga kembali ke pulau Tiga Sudut dan menutup pintu kediamannya dengan rapat- rapat.
Sementara itu gejolak besar terjadi dipulau Jeritan Neraka. Di sebuah lereng gunung yang penuh dengan api dan magma, seorang pria tua dengan wajah kejam dan mata yang sepenuhnya hitam bagai langit malam meraung keras membawa getaran diseluruh pulau. Api dan Magma yang ada disana meledak dan menciptakan fenomena gunung meletus terbesar yang pernah terjadi.
Banyak kultivator yang meringkuk ketakutan mendengar raungan tersebut. Mereka tidak berani mencari sumber raungan yang dapat membuat seluruh pulau bergetar.
Pria tua itu tidak lain adalah Lin Xi. Grand Elder dari pulau Jeritan Neraka sekaligus orang terkuat kedua dipulau tersebut. Lin Xi menemukan ketiga mutiara jiwa milik bawahannya yang menjaga Liu telah hancur menandakan mereka tewas.
Kini ia tidak lagi bisa menghubungi Liu seolah hubungannya terputus membuatnya semakin frustasi. Apa yang tidak ia perkirakan terjadi, Liu yang menjadi sumber daya terbaiknya kini menghilang.
Lin Xi mengangkat Liu menjadi murid pribadinya beberapa tahun yang lalu. Ia memberikan segala macam sumber daya terbaik untuk membuatnya semakin melambung ke langit. Tentu saja Lin Xi tidak sebaik itu untuk membuat Liu menjadi kultivator yang kuat tanpa motif tersembunyi.
Ia hanya ingin menyerap bakat bawaan Liu setelah menjadi kultivator Mistik. Dengan bakat bawaan seperti itu, ia yakin akan menjadi pangkat Admiral dimasa depan dan membuat pulau Jeritan Neraka menjadi Pulau Pusat dari kepulauan Terbuang.
Kini Liu menghilang membuat usahanya selama bertahun- tahun sia- sia. Tentu saja ia tidak bisa membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Setelah puas mengeluarkan amarahnya, Lin Xi kembali tenang dengan niat membunuhnya yang semakin kuat.
Setelah itu ia memanggil sosok lainnya yang keluar dari bayangan. Sosok itu memiliki enam lengan, mirip seperti laba- laba. Yang mengejutkan adalah sosok itu memiliki kekuatan yang sangat dalam. Setidaknya kekuatannya berada di antara lapisan 8 atau 9.
Meski kekuatan sosok itu sangat dalam, ia sangat ketakutan ketika berhadapan dengan Lin Xi. Jelas sekali dalam posisi maupun kekuatan, Lin Xi jauh lebih kuat darinya.
“Zhizhu, apakah kelompokmu membuat kesalahan baru- baru ini?” Lin Xi bertanya pada sosok tersebut.
Zhizhu menunduk, “Kami telah berusaha melakukan tugas dengan baik dan benar, apakah ada sesuatu yang menggangu grand elder Xi?”