
Zhen Yuan meminjamkan Baju besi miliknya untuk Kaisar Iblis. Baju besi yang telah dibuat dari permata yang mampu melahap petir dan menjadikannya serangan. Baru- baru ini, Baju besi telah ditingkatkan hingga puncaknya di kelas 5. Sayang sekali Zhen Yuan kekurangan bahan untuk menaikkannya menjadi kelas 4.
Meski begitu, baju besi itu telah menambah kekuatan Kaisar Iblis menjadi dua kali lipat. Ia tidak lagi melindungi tubuhnya dan fokus untuk menyerang. Dari awal pertarungan, Kaisar Iblis telah mengeluarkan serangan terkuat dan berusaha untuk menang.
Namun hal yang sama juga dilakukan oleh lawannya yang kebetulan memahami elemen kayu. Ketahanan dari lawannya sangat tinggi membuat kaisar iblis harus menyerang hingga 5 kali ditempat yang sama untuk membuat lawannya terluka.
Sayangnya tetua tersebut mengetahui rencananya dan terus berpindah tempat untuk merusak langkah kaisar iblis. Seorang tetua yang hidup dan berkultivasi di pulau Kelompok Surga dari lahir jelas memiliki segudang teknik papan atas, disaat ia merusak langkah lawannya, sang tetua melemparkan teknik andalannya dan membuat Kaisar Iblis sedikit terluka.
Pertarungan keduanya berjalan alot hingga Zhen Yuan dipanggil untuk bertarung. Sebelum memasuki ring pertarungan, Zhen Yuan telah melihat bahwa pertarungan Kaisar Iblis mungkin masih akan berjalan lama.
Lawan Zhen Yuan berasal dari aula hukum yang artinya keduanya memiliki permusuhan. Sang tetua menatap Zhen Yuan dengan niat membunuh membuat pemuda itu tidak senang. Ia awalnya berniat untuk segera menendang keluar sang tetua namun kini niatnya berubah.
Meski tidak ada peraturan untuk tidak saling membunuh, seorang biasanya tidak akan berbuat terlalu kejam pada pihak lain. “Anda telah melakukan kesalahan karena telah membuat saya merasakan niat membunuh hari ini.”
Zhen Yuan tidak berbasa- basi ketika berhadapan dengan tetua aula hukum, begitu wasit memberi aba- aba untuk mulai, ia segera mengeluarkan Pedang Terbangnya dan menggunakan 5 jurus pedang terbang menyatu.
Kekuatan mentah Zhen Yuan sebanding dengan kultivator lapisan 5 saat ini, namun ia mengerahkan kekuatan yang kuat untuk membunuh sang tetua dalam sekali serang. Meskipun aula hukum menganggap Zhen Yuan ancaman, namun semuanya masih berpikir jika seseorang menolongnya.
Berpikir secara logis, jika Zhen Yuan memiliki kekuatan untuk menyelamatkan master Chu Xingtian sebelumnya maka ia mungkin harus menjadi pelindung pulau peringkat puncak. Namun penilaian dari master Ye untuk penentuan peringkat tidak boleh salah.
Tentunya ia akan mendapatkan imbalan besar atau mungkin posisi yang kuat di aula hukum karena jasanya itu. Ditambah lagi ketika pertarungan dimulai, Zhen Yuan tidak menahan diri dan mengeluarkan teknik Bijak yang ia miliki membuatnya semakin berpikir jika Zhen Yuan ingin melakukan pertarungan dengan cepat dan membuatnya lengah.
Ia juga seorang tetua lapisan 3, sehingga kekuatannya masih menjadi yang terkuat untuk golongan rendah. menghadapi serangan kuat dari Zhen Yuan, tetua itu melemparkan sebuah perisai berwarna hijau.
Orang- orang dapat melihat jika perisai yang ia keluarkan merupakan senjata kelas 5 dan memiliki satu formasi diatasnya membuat perisainya termasuk dalam senjata ajaib. Jika saja ada dua formasi diatasnya maka ia akan sekuat dan seberharga senjata kelas 4 jika bukan lebih mahal.
“Tidak seorangpun kecuali para tetua inti yang dapat menghancurkan pertahananku. Hari ini kita akan melihat bagaimana saya membunuhmu dan menyerahkan kepalamu pada kepala aula.” ucap tetua itu dengan sombong.
Zhen Yuan hanya tersenyum sinis menanggapi, ia seperti tidak khawatir dengan pertahanan sang tetua. Pedang terbangnya telah selesai bersatu dan jurusnya telah siap dilemparkan. “Matilah!” Zhen Yuan mengerahkan energi spiritualnya untuk membuat beberapa lingkaran formasi disekitar pedang.
Ketika pedang terbang melewati formasi, itu melipat ganda jumlahnya. penonton dan sang tetua tercengang, tidak mengharapkan Zhen Yuan akan menggunakan keahliannya sebagai master formasi.
Alhasil ada puluhan pedang terbang yang terbentuk dalam sekejap setelah melalui banyak formasi. Mereka semua menuju sang tetua dengan ganas. Awalnya sang tetua mengira itu hanyalah tipuan, sayang sekali ketika ia menangkis di serangan pertama, serangan kedua datang dan memberikan kerusakan yang sama. Serangan ketiga, keempat dan kelima semakin menambah kerusakan. Sang tetua mulai panik, ia sadar bahwa serangan Zhen Yuan tidak akan mampu ia tahan jika semuanya adalah serangan asli.
Sayang ketika ia ingin mundur, puluhan lingkaran formasi muncul dibelakangnya dan membentuk tembok keras yang menghalanginya. Satu lagi sebuah formasi menutup mulutnya yang ingin menyerah. Tindakan Zhen Yuan diperhatikan oleh semua orang, namun mereka memilih untuk menutup mata sebab itu bukanlah tindakan yang melanggar aturan.