
“Patriark Nan, maafkan saya” ucap grand elder Bei sebelum ia melompat kearah Heima yang belum siap.
“Saya akan menyeretmu mati bersama!” grand elder tiba di dekat Heima lalu mengaktifkan satu lagi jurus terlarang yang ia miliki. Heima baru tersadar ketika lawannya telah berubah menjadi ribuan bola air sebesar bola sepak.
Ribuan bola itu menerjang Heima dan mulai melukainya dengan parah sampai pada bola air terakhir, kuda itu mendapatkan lebih dari 100 luka ditubuhnya.
Patriark Nan menjerit sedih melihat bola terakhir itu meledak, satu lagi kultivator lapisan 2 keluarga Ciao tiada.
Heima sangat marah melihat luka- luka ditubuhnya, namun kemudian ia tertawa keras. “Hahaha... Tidak kusangka ia begitu putus asa dan meledakkan dirinya. Jika ia melakukannya di depan kultivator manusia maka bisa dipastikan mereka akan tewas tapi saya adalah Kuda Tanah yang perkasa, ia tidak akan bisa membunuh saya dengan meledakkan diri” ucap Heima mengejek keputusan grand elder Bei.
“Kera jelek, saya akan menyerang kota lebih dulu. Kau bersenang- senanglah dengannya sementara saya akan membalaskan dendam ratusan tahun silam” Heima berkata sambil bergerak menuju kota Ciao yang semakin porak- poranda.
Setiap langkahnya membawa getaran yang tidak kalah dengan gempa sekala kecil. Dalam sekali tendang, pintu utama kota yang menjulang tinggi dan kokoh hancur berantakan. Hancurnya pintu utama menandakan pembantaian dimulai.
Sementara itu Patriark Nan tidak memiliki pilihan lain, ia menghancurkan token giok yang ada di pinggangnya lalu memanggil seluruh kultivator Jiwa yang dimiliki kelurga Ciao.
Awalnya, Patriark Nan menyuruh semuanya melarikan diri, hanya tertinggal kultivator jiwa di dalam kota untuk berjaga- jaga dan mempertahankan harta dan sumber daya mereka. Tapi ia tahu bahwa seluruh keluarga Ciao belum terlalu jauh melarikan diri dan pastinya akan ditangkap dan dibunuh oleh Heima jika ditemukan. Dengan memanggil para kultivator jiwa lebih cepat berharap akan memberi sedikit waktu lainnya untuk seluruh anggota keluarga melarikan diri.
Keluarga Ciao memang pantas menyandang nama sebagai kota terkuat dibawah 5 kerajaan dan Musim Semi. Selain memiliki mantan kultivator jiwa lapisan 3, mereka memiliki lebih dari lima kultivator jiwa lapsain 2 dan belasan kultivator lapisan awal.
Selain Patriark Nan, kini muncul 3 kultivator lapisan 2 lainnya. Walau mereka lebih lemah tapi kekuatan gabungannya cukup membuat Heima kesal. Ketiganya berhasil menghentikan kehancuran yang dibuat oleh Heima dan membuat kuda hitam itu kembali bertarung.
“Ayo gabungkan kekuatan kita! kita harus membantu patriark untuk mengusir kedua hewan buas ini” para tetua yang telah tiba segera melepaskan serangan mereka membantuk mengusir Da Yuan dan Heima.
Pertarungan besar akhirnya terjadi, sebanyak puluhan kultivator jiwa menyerang 2 hewan buas dengan penuh kekuatan mereka. Perlahan- lahan, Heima maupun Da Yuan mendapatkan beberapa luka ditubuh mereka yang membuat mereka berdua semakin terpojok.
Akhirnya Da Yuan dan Heima sepakat untuk mundur sebelum tenaga mereka habis, mereka telah hidup selama ratusan tahun dan sangat melindungi nyawa mereka. Tidak ingin beberapa kecelakaan terjadi, mereka berdua mundur dan meninggalkan kota Ciao.
Beberapa tetua ingin mengejar mereka, tapi segera ditahan oleh Patriark Nan. “Tidak! Kalian bisa tewas jika mengejarnya. Lebih baik kita memulihkan diri sebelum melakukan pertempuran yang lebih dahsyat dari ini”
Walau Patriark Nan dapat bernafas legah untuk sementara namun hatinya masih sangat sakit akan serangan hari ini. Membuat kedua monster tua itu mundur, keluarga Ciao harus kehilangan 20 kultivator jiwa, yang mana grand Elder Bei dan 3 kultivator lapisan awal masuk didalamnya. Kehilangan seperti itu akan kembali melemahkan kekuatan keluarga Ciao.
Tapi belum sempat mereka beristirahat, 5 buah kereta roh terlihat dari kejauhan, Patriark Nan memiliki wajah yang suram melihat 5 bendera kota besar. Tidak satupun dari mereka memiliki hubungan yang baik bagi keluarga Ciao.
“Persiapkan diri kalian, mereka telah tiba lebih awal” ucap Patriark Nan yang kini telah menstabilkan kekuatannya.