
Kerumunan semakin bersemangat dan tidak sabar untuk memberikan penawaran mereka. Shanaya tersenyum manis lalu menjelaskan jika tawaran awalnya untuk liontin ajaib adalah dua juta kristal merah.
Belum sepuluh detik ia mengajukan tawarannya, itu sudah naik mencapai lima juta kristal merah, orang – orang yang menawar berada di barisan khusus dan istimewa.
“Tujuh juta!” Seorang kultivator Mistik Maju dari kamar VIP memberikan penawarannya.
“Delapan juta!”
“Sepuluh Juta!”
Setelah itu lebih banyak dari kamar VIP yang mengajukan tawaran mereka.
Zhen Yuan menggeleng pelan, ia memberikan jempol pada tindakan Shanaya. Jelas sekali bahkan jika liontin ajaib itu sangat sempurna, ia masih belum cocok untuk menjadi 10 barang teratas. Hanya dengan menambahkan embel- embel janji, Shanaya mampu mengumpulkan uang sebanyak sepuluh juta kristal merah.
“Terimakasih!” ucapnya sambil tersenyum manis.
Namun belum sempat Fatty Xu mengetuk palunya sebuah tawaran kembali datang dari kamar VIP, atau lebih tepatnya pada kamar sang wanita dingin, Es Utara. Ia menawar sebelas juta kristal merah.
“Hehehe... saya memiliki seorang murid yang umurnya tidak terlalu jauh dari anda! Selain itu ia adalah seorang kultivator Bijak Puncak yang kuat. Permintaan saya adalah anda harus menjadi menantu saya” ucapnya sambil tertawa.
Namun semua orang mengerutkan kening mereka, tidak ada yang tidak mengenal murid yang dimaksudkan oleh Es Utara. Ia memang berbakat dan sebanding dengan 10 genius teratas, sayangnya ia telah menginjak umur 100 tahun dan wajahnya sangat buruk rupa. Jika disandingkan dengan Shanaya, itu akan seperti Langit dan Bumi.
Shanaya terkejut namun ia tidak mengubah ekspresinya yang dipenuhi dengan senyuman, “Saya sangat terkesan jika leluhur Es Utara ingin menjadikan saya menantu. Sayangnya mungkin tuan saya, Dewa Agung Lavana akan sedikit menentangnya” Selain karena merasa tidak cocok, Shanaya juga mengetahui sedikit dendam antara gurunya dan Es Utara.
“Hmph! Bahkan jika wanita tua itu tidak mau, anda telah memberikan janji dihadapan semua orang” Es Utara berkata dengan dingin.
Melihat ketegangan yang terjadi, dikalangan VIP kebawah tidak ada lagi yang berani mengajukan tawarannya, ini membuat Shanaya gelisah. Ia menatap masing- masing ruangan VVIP berharap ada yang mengajukan tawarannya.
Sekali lagi VVIP hening karena tidak ada yang ingin menghabiskan uang mereka untuk hal yang percuma. Mereka disini karena Senjata kelas 3 dan formasi dengan kelas yang sama.
“Sangat wajar jika kamar VVIP tidak berniat untuk memberikan tawaran mereka. Mereka masing- masing berada di kekuatan tertinggi sehingga mereka tidak membutuhkan permintaan dan janji dari Shanaya, kecuali jika mereka memiliki maksud yang sama seperti Es Utara” Zhen Yuan menggeleng pelan, ia seperti yang lainnya tidak memiliki hasrat untuk membeli liontin ajaib.
“Saya melihat seorang kenalan disini, apakah tuan tidak ingin membeli liontin saya?” Tapi kemudian suara lembut Shanaya bergema di kepala Zhen Yuan. Ia terkejut lalu menatap tajam Shanaya yang berada diatas panggung.
Zhen Yuan yakin ia tidak salah dengar setelah melihat kedipan mata Shanaya. “Saya tidak tertarik!” balas Zhen Yuan menggunakan pesan telepati.
“Kalau begitu saya akan membongkar identitas anda yang sebenarnya! Semua orang pasti akan terkejut dan mulai menargetkan anda setelah pelelangan. Akan banyak leluhur Mistik yang akan bergerak untuk memburu anda semua, bahkan orang- orang dari pulau Golden How akan menjadi yang pertama” balas Shanaya dengan cepat.
Zhen Yuan mengerutkan keningnya, ia semakin menatap tajam Shanaya. “Apa kau mengancamku? Bahkan jika semua orang disini menargetkan saya itu tidak akan menjadi urusanmu”
Shanaya terkejut dengan respon Zhen Yuan. Ia awalnya hanya ingin memberikan ancaman palsu pada pemuda itu agar membantunya. Namun tidak menduga jika pemuda itu bahkan tidak menanggapinya dengan baik.
“Kau sungguh percaya diri! Baiklah kalau begitu saya ingin melihat bagaimana anda akan melarikan diri setelah pelelangan selesai” Shanaya mulai kesal dengan sikap Zhen Yuan yang tidak ingin membantunya. Satu- satunya cara yang tersisa sekarang adalah membujuk orang lain, sayangnya tidak ada yang rela menentang wanita dingin, Es Utara demi dirinya.
“Hahaha... Menantu cepat berdiri dan berikan penghormatan pada calon mertua anda”