To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
3/30



Baisheng kembali menggunakan kecepatannya yang tinggi untuk menghindar, lalu berpindah kesisi yang lainnya. Ia menyerang dan berpindah tempat dalam kecepatan yang tinggi membuat seolah- oleh ia berada di beberapa tempat secara bersamaan. Hal ini berhasil membuat tetua kedua bingung dan pelindung apinya tidak bisa bereaksi tepat waktu.


“Roda Api Berputar!” Tetua Kedua segera membuat serangan andalannya untuk menahan beberapa serangan Baisheng. Roda Api yang terbentuk dari senjata ninja yang berbentuk roda dengan ujungnya dilapisi mata pisau yang tajam.


Sebanyak 2 roda api terbentuk dan mulai menyerang dari arah yang berlawanan. Kali ini serangan dan strategi Baisheng cukup membuat tetua kedua kerepotan. Ia beberapa kali harus mengerahkan roda apinya dengan cepat sambil mengendalikan roda api lainnya.


Pertarungan kali ini telah berubah sepenuhnya menjadi pertarungan kecepatan. Mereka akan melihat serangan siapa yang paling cepat, apakah itu Baisheng atau tetua kedua. Yang paling cepat diantara merekalah yang akan memenangkan pertarugan ini.


Tetua Qiubai yang mengamati dari luar mengangguk dan memuji berulang kali teknik dan strategi yang dibuat oleh Baisheng. “Anak ini cepat belajar! Ia mudah menerima saran dan kritik dan menerapkannya langsung dalam pertarungan. Jika saja Baisheng mendapatkan pelatihan pertarungan setiap harinya maka kita tidak perlu mengkhawatirkannya lagi”


Tetua Huang mengangguk setuju, “Strategi yang ia pilih untuk menghadapi tetua kedua memang tepat. Tetua kedua memiliki serangan yang kuat dan daya hancur yang besar namun ia sedikit lemah dibagian kecepatan. Baisheng menekannya dibidang kecepatan membuatnya tidak bisa mendapatkan keuntungan dari daya hancur dan serangan yang kuat.”


“Perlu diingat tetua kedua memiliki teknik Mortal Meteor Api yang belum ia keluarkan. Daya hancurnya akan sangat menyulitkan bagi Baisheng  jika itu terjadi. Dengan area yang kecil dan Baisheng terus menekannya Tetua kedua tidak memiliki waktu untuk menggunakan teknik itu”


Kembali ke pertarungan, Baisheng tidak melambat sedikitpun dan terus memberikan serangan di berbagai tempat pada tetua kedua. Sementara itu tetua kedua telah merasakan tekanan ketika menghadapi Baisheng.


“Baisheng berhati- hatilah, saya kan serius!” Tetua kedua tidak memiliki pilihan lain. Ia tidak bisa membiarkan Baisheng terus menerus menekannya. Sebab itu ia memilih untuk mengganti strateginya agar terbebas dari tekanan Baisheng.


“Ilusi Seribu Roda!” Tetua kedua melepaskan teknik tingkat Mortal yang ia miliki secara tiba- tiba. Kebetulan ia baru saja berhasil melatih teknik tersebut yang berasal pada teknik kultivasi yang diberikan Zhen Yuan padanya.


Teknik Ilusi Seribu Roda adalah teknik yang membuat roda apinya tiba- tiba menghilang dari pandangan. Namun kemudian itu akan mencul bersama dengan seribu roda lainnya. Ia akan menyerang target yang terkejut karena mengira jika tetua kedua melemparkan seribu roda api secara bersamaan.


Tentu saja teknik ilusi seribu roda bukan tanpa celah, sebab diantara seribu roda api hanya ada satu yang asli sedangkan yang lainnya hanyalah tipuan yang dibuat untuk membingunkan target. Ketika target telah terjebak, tetua kedua akan mudah menyerang target menggunakan roda api yang asli.


Baisheng terkejut ketika melihat seribu roda api menerjang kearahnya. Sebab itu ia  berhenti dan memilih untuk mundur sambil menangkis satu persatu roda api yang mendekatinya. Anehnya bahkan jika dari seribu roda api hanya satu yang asli, Baisheng masih dapat merasakan kekuatan yang dahsyatketika menangkis mereka seolah itu adalah serangan asli bukan ilusi.


Inilah kehebatan dari Seribu Roda Api milik tetua kedua, ia menggunakan ilusi untuk menyamarkan keberadaan dari roda api yang asli dan membuatny bebas menyerang target kapanpun dan tidak terbatas.


“Saya mungkin harus menggunakan teknik terkuat yang saya miliki untuk bisa kembali menekan Seribu Roda Api milik tetua kedua” kata tetua Huang.


Sementara itu tetua Bai mengamati dengan serius teknik ilusi milik tetua kedua, sebagai kultivator Ilusi, ia mengandalkan teknik ilus untuk menghadapi lawannya. Sangat penting untuk melihat teknik ilusi lainnya untuk mengasah kekuatan dan kemampuan ilusinya. Tidak lama tetua Bai berseru rendah, ia seolah telah menemukan kunci dari teknik Seribu Ilusi milik tetua kedua.


Adapun Singa Kecil, ia telah mengetahui kuncinya sejak tetua kedua melemparkan tekniknya. Ini karena ia merupakan jelmaan hewan spiritual dan juga kekuatan utamanya adalah spiritual dan jiwa yang menjadi lawan dan kunci utama dari Ilusi.


Baisheng terlihat kewalahan ketika tetua kedua menambah kecepatan serangannya. Ia tidak memiliki kesempatan untuk membalas dan yang membuatnya semakin terpojok karena  energinya yang terus menerus terkuras dengan cepat.


Akhirnya anak itu tidak bisa lagi menahannya, ia memutuskan untuk menggunakan kekuatan terkuatnya agar terbebas dari tekanan ini. Meski harus menghabiskan seluruh tenaga dan energi yang ia miliki, setidaknya Singa  Kecil dan yang lainnya dapat melihat kekuatan penuh yang ia miliki.


“Tangan Emas Bayang!”