To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Tantangan Istana Pusat III



Wanita dari Istana Pusat mengeluarkan sebuah pucuk tanaman berwarna hijau dengan sedikit warna merah diujungnya. Batangnya menyerupai tanaman tebu namun lebih ramping dan memiliki sisik di beberapa titik tanpa ada daun.


Sementara itu Putri Embert mengeluarkan sebuah bunga berwarna ungu dengan bintik putih di tengahnya disertai dengan batang berwarna hitam. Bagi orang- orang awam, mereka akan mengagumi kedua tanaman herbal yang ditunjukkan oleh keduanya namun bagi para master tidak ada yang memiliki sikap kekaguman. Diantara mereka ada yang mengerutkan kening, ada yang terkejut dan ada juga yang sedikit ragu.


Setiap pertandingan antara para master adalah sakral sehingga tidak ada yang berani untuk berbuat curang ataupun mengirimkan pesan pada salah satu diantara peserta. Para master sangat menjunjung hal kejujuran mereka ketika sampai pada pertandingan satu lawan satu seperti ini. Mereka yang melanggar biasanya akan dibenci dan tidak akan dipercaya oleh master lainnya dimasa depan.


“Mari bertukar” Putri Embert lebih dulu jalan mendekat sementara itu wanita dari istana pusat juga melakukan hal yang sama. Di tengah- tengah mereka saling menukar tanaman masing- masing dan kembali ke posisi mereka untuk menganalisis tanaman yang ada ditangan.


Putri Embert terlihat serius mengamati tanaman yang ada ditangannya. Ia mencoba mencari dibeberapa ingatannya dan menggunakan beberapa prasangka untuk menebak tanaman tersebut. Ada total lima tanaman yang menurutnya paling mendekati ciri tanaman yang ia pegang saat ini.


Sayangnya sisik yang ada di batang itu tidak satupun dari mereka memiliki sisik dibatang, bahkan tiga diantaranya memiliki daun. Hal ini membuat Putri Embert sedikit ragu. Ada juga tanaman yang memiliki kelopak kemerahan yang sama persis dengan yang ada ditangan namun itu hanya ditunjukkan ketika waktu matang yang hanya berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya berubah warna.


Putri Embert nampak berpikir keras hingga akhirnya ia hanya memperoleh dua tanaman yang menurutnya paling mendekati.


“Baiklah saya akan mencoba untuk menggunakan teknik Hati Dao untuk memilih salah satu dari keduanya” Putri Embert memiliki keyakinan yang sama diantara keduanya sebab itu ia bingung untuk memilih yang mana.


Sementara itu wanita muda dari Istana Pusat juga terlihat sangat bingung dengan tanaman yang ada ditangannya. Namun ia berhasil menyimpulkan sedikit lebih cepat dibandingkan Putri Embert.


“Apakah anda menemukan nama tanaman ini?” Wanita muda itu bertanya.


Putri Yewan mengangguk, “Nama tanaman ini adalah Kuncup Lebah Angin. Ia digunakan sebagai salah satu tanaman herbal untuk mengobati luka ataupun cedera yang disebabkan oleh Lebah Angin yang cara pakainya bisa dijadikan minyak dan digosok diatas luka atau dimurnikan menjadi pill.”


Putri Yewan akhirnya tersadarkan, ia bersyukur memilih naman tanaman Kuncup Lebah Angin setelah memeriksanya sekali lagi menggunakan Hati Dao.


“Lalu apakah anda mengetahui nama bunga yang saya keluarkan?” Putri Yewan membalas.


Wanita itu mengangguk, “Meski awalnya saya sedikit ragu karena bunga ini memiliki banyak kemiripan dengan bunga yang sering digunakan sebagai pengharum. Namun setelah diperhatikan lebih teliti saya menyadari bahwa bunga ini disebut sebagai bunga Sembilan Malam. Ia hanya mekar selama sembilan jam dimalam hari. Anda menggunakan beberapa teknik dan membuatnya mekar bahkan disiang hari, inilah yang membuat saya bingung pada awalnya”


Putri Yewan mengangguk takjub, “Anda benar- benar teliti, dengan begini kita berakhir imbang. Apakah anda ingin mengusulkan pertandingan lainnya?”


Wanita itu berpikir sebentar lalu menggeleng pelan, “Kemampuan yang paling saya unggulkan adalah analisis bahan, jika anda bahkan mampu memurnikan pill ajaib itu maka dalam hal pemurnian dan pemanasan api saya akan kalah. Biarkan hal ini menjadi seri, kita serahkan hasil akhirnya pada para pria”


Putri Yewan mengangguk, “Baiklah kalau begitu”


Istana Pusat begitu kesal melihat wanita itu melepaskan kesempatan begitu saja, namun melihat wanita itu tidak berbicara banyak ketika kembali, ia tidak berbicara apapun lagi dan menyuruh pria lainnya untuk maju.


Zhen Yuan melihat kesempatan terakhir akan jatuh padanya sehingga ia membiarkan Chu Xingtian untuk bermain kali ini.


“Sebutkan keunggulan anda dalam Alchemy, saya tidak ingin dicap sebagai menekan anak- anak muda” Pria yang menjadi lawan Chu Xingtian jauh lebih tua dengan kekuatannya mencapai ranah Mistik Maju, sayangnya ia masih belum mencapai master kelas 3 meski telah bertahun- tahun meditasi.