To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Interogasi Yang Sulit



Di dunia kecil, Zhen Yuan menatap iblis tetua pertama dengan rasa ingin tahu. Dengan kekuatannya saat ini, ia tidak lagi merasa takut dengan para jendral iblis. Bahkan ia mengharapkan pertarungan dengan mereka.


Sebab itu ia berusaha untuk membuat iblis pertama berbicara. Sayang sekali, sama seperti iblis pada umumnya ia tidak bersifat koperatif dan menyulitkan Zhen Yuan mendapatkan informasi. Merasa iblis itu akhirnya tidak akan berguna bagi Zhen Yuan, ia membunuhnya dan membuat kekuatannya menjadi makanan bagi Kepik Surgawi.


“Sepuluh iblis terkuat?” Zhen Yuan mengangkat alisnya, “Menarik!” Zhen Yuan kembali ke dataran Asal Mula. Patriark Duan telah lama menunggunya ketika seorang penjaga memberitahukan jika Zhen Yuan telah muncul.


Segera dengan kecepatan tak kasat mata, patriark Duan tiba di hadapan Zhen Yuan. Tidak lupa ia memberi salam dan hormatnya setelah melihat kekuatan yang dimiliki oleh pemuda dihadapannya itu.


“Bagaimana dengan keadaan Raja Shen Dao?” Zhen Yuan  bertanya.


“Itu sudah lebih baik dengan obat yang anda berikan” Patriark Duan menjawab.


Zhen Yuan mengangguk puas, “Kalau begitu saya akan pergi, jika tetua Huang, Tetua Kedua dan Tetua Bai telah selesai membersihkan para iblis, maka sampaikan kepada mereka untuk mengambil Baisheng di tempat pelatihannya lalu pergilah  menuju sekte Serangga Beracun, berikan surat ini pada Patriark Duchong”


Patriark Duan mendengarnya dengan fokus, sesekali mengangguk mendengar perintah Zhen Yuan. Dimasa lalu, ia mungkin akan merasa malu berbuat seperti itu tapi sekarang tidak lagi. Ia bahkan memiliki niat untuk menjadi pengikut Zhen Yuan yang lainnya jika tidak mengingat posisinya sebagai seorang Patriark.


Setelah itu Zhen Yuan menghilang meninggalkan Patriark Duan yang menatap kosong tempat berdirinya Zhen Yuan. Ia menghela nafas pelan lalu kembali ke istana kerajaan Shen.


Walau Zhen Yuan berhasil membuat kemenangan bagi kerajaan Shen namun itu hanyalah separuhnya sebab yang mendapatkan penyerangan hari itu bukan hanya di ibukota kerajaan tapi hampir diseluruh tempat.


Mereka tentu saja ingin membasmi seluruh iblis yang ada di wilayah mereka setelah iblis pertama tewas namun jumlah mereka telah sangat berkurang bahkan lebih dari setengahnya. Membuat mereka tidak punya pilihan selain tetap berada di ibukota mengatur kerajaan dan membiarkan para iblis itu membantai.


Untunglah ketiga pengikut Zhen Yuan mengambil tugas tersebut, mereka mulai membasmi seluruh iblis yang ada diwilayah kerajaan Shen. Tentunya selain menambah pengalaman dan pemahaman mereka dalam pertarungan juga membantu Zhen Yuan mengumpulkan jiwa iblis yang cukup.


Sehari kemudian, tetua Huang menjadi yang pertama selesai. kemudian di hari yang kedua tetua kedua dan tetua Bai juga telah selesai. Mereka bertiga menghadap Patriark Duan yang saat ini menjadi perdana mentri kerajaan Shen.


Patriark Duan memberikan surat yang dititipkan Zhen Yuan padanya, tidak lupa untuk menyebutkan menjemput Baisheng kepada ketiganya. Tetua Huang mengangguk lalu dengan hormat memohon untuk undur diri.


“Terimakasih karena telah membantu kerajaan Shen kali ini, kami akan sangat mengingat utang budi ini dimasa depan” Patriark Duan  berterimakasih dengan tulus, tanpa ketiganya ia akan sangat sakit kepala mengurus kerajaan Shen sendiri tanpa adanya Shen Dao.


Suhu yang begitu panas dan abnormal itu membuat lembah menjadi sangat tandus dan sunyi. Tidak ada kehidupan apapun disana, bahkan hewan buas bertipe api atau panas tidak akan bisa menghadapi situasi seperti itu.


Ketiganya dengan cepat memasuki lembah tersebut, tidak lupa mereka memakai sebuah jubah yang menutupi seluruh tubuh mereka kecuali wajah dan telapak tangan. Jubah tersebut terbuat dari kulit hewan buas kelas 7 yang kemudian dikeringkan dengan cara yang sangat istimewa.


Setelah itu dibentuk menjadi jubah sebelum dipasangkan beberapa formasi pendukung. Jik dilihat lebih teliti, di belakang jubah beberapa formasi yang kompleks terpasang, ahli formasi mungkin dapat menebak jumlah formasi yang ada disana dan mereka akan sangat terkejut karena jumlah formasi yang terpasang di atas jubah tidak lebih dari 5 buah. Jumlah yang mustahil karena pengetahuan mereka hanya terbatas pada 3 formasi.


Tidak heran jika jubah itu akan menjadi jubah ajaib yang senilai dengan kelas 6 karena dilengkapi oleh formasi penangkal racun kelas 6, formasi transparan kelas 7, formasi anti panas kelas 7, formasi angin kelas 6 dan formasi pertahanan kelas 6. Kelima formasi tersebut merupakan formasi pendukung yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.


Awalnya Zhen Yuan membuat jubah tersebut untuk melindungi Baisheng namun melihat ketiga tetua itu juga berharap pada jubahnya membuat Zhen Yuan menjadikan jubah tersebut sebagai seragam untuk para pengikutnya.


Meski dilapisi oleh formasi anti panas kelas 7, itu tidak membuat tetua Huang dan dua lainnya merasa nyaman ketika menginjakkan kaki ditempat seperti lembah itu. Ketiganya memiliki perubahan ekspresi yang sangat jelas.


“Tuan Zhen mengatakan jika sebenarnya lembah ini merupakan harta karun tak ternilai dan merupakan tempat yang baik untuk melatih tubuh seorang kultivator yang memiliki konstitusi atau bakat bawaan! Tapi itu efeknya hanya berlaku bagi kultivator dibawah ranah Jiwa” Tetua Huang berkata.


“Ya kau benar, bahkan ketika mendapati lembah ini, tuan sangat senang bahkan hampir melompat. Yang anehnya adalah tuan tidak merasa tekanan sama sekali ketika memasuki lembah ini bahkan saat itu kekuatannya belum mencapai ranah Mortal! Sedangkan kita bahkan tidak akan bisa bertahan selama beberapa menit tanpa bantuan jubah ajaib” Tetua Kedua juga berkata, diantara ketiganya mungkin  ialah yang paling dapat merasakan keajaiban dari lembah ini. Bagaimanapun ia satu- satunya tipe pengendali api disana.


Mereka tidak berjalan terlalu jauh ke dalam lembah, dan menemukan sebuah gubuk kecil di pusat lembah. Ketiganya mengetuk pintu gubuk itu lalu setelah beberapa saat, seorang remaja bertubuh tegap membuka pintu.


“Tetua Huang, Tetua Kedua, Tetua Bai!” Melihat siapa yang ada dibalik pintu, remaja itu segera memberikan hormatnya.


“Baisheng, sepertinya anda sangat menikmati hari- hari anda di lembah ini!” tetua Huang menyapa lebih dulu.


“Saya hanya terus berlatih sesuai dengan perintah dari tuan Zhen. Oh iya, dimana tuan?” Baisheng melangkah keluar dan melihat sekeliling tapi sosok yang dicarinya tidak ada disana.


“Tuan telah pergi lebih dulu. Kami bertiga datang kemari karena ingin membawamu meninggalkan tempat terkutuk ini!” Kini giliran tetua Kedua yang berbicara dengan sopan.