To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
22/30



Ketika ia sedang asik menikmati teh hijau yang menurutnya nikmat itu, seorang pria datang dan menodongkan pisau yang merupakan senjata kelas 6 dilehernya. Zhen Yuan terkejut dengan kedatangan pria yang tidak dikenalnya itu.


Ia segera melepaskan energi spiritualnya untuk melihat kekuatan dari sang pria, betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa kekuatan pria itu hanyalah kultivator Mortal Puncak. Dengan percaya dirinya pria itu menodongkan pisau kelas 6 dengan kekuatan seperti itu.


“Apa kau sadar dengan yang kau lakukan ini?” Zhen Yuan tenang ketika lehernya dapat merasakan dinginnya pisau.


“Apa kau seorang Master Pill?!” Tanyanya dengan tekad.


Zhen Yuan mengangguk, lalu melemparkan lencananya pada pria itu. Betapa terkejutnya ia melihat lencana kelas 5 milik Zhen Yuan. Ia tidak berharap  orang yang diancamnya itu seorang master pill kelas 5.


“Sekarang setelah mengetahuinya apa kau bisa melepaskan pisau ini?” tanya Zhen Yuan lagi. Kali ini pria itu segera menurunkan pisaunya. Ia lalu membungkuk dan mulai membenturkan kepalanya dimeja.


“Tolong maafkan saya master! Maafkan karena tidak melihat kebesaran master!” ucapnya sambil membenturkan kepalanya dengan Zhen Yuan.


Pemuda itu segera menghentikan tindakannya takut menarik banyak perhatian. “Saya tahu kau ingin meminta bantuan, jadi cepatlah saya tidak memiliki banyak waktu” desak Zhen Yuan.


Pria itu segera terdiam lalu menceritakan tentang keadaan istrinya yang sedang sakit parah. “Saya telah berkeliling hampir seluruh pulau Kelompok Surga tapi mereka mengatakan jika istri saya mendapat kutukan sehingga tidak dapat disembuhkan dengan obat. Tapi saya tidak percaya dan terus mencari master pill untuk membantu menyembuhkan istri saya”


Zhen Yuan tertarik mendengar kata kutukan, ia segera bertanya gejala dan ciri dari istrinya.


Zhen Yuan langsung mengetahui bahwa benar istri dari pria itu terkena kutukan. “Istrimu mendapatkan kutukan dari seseorang yang sakit hati pada kalian berdua. Sejujurnya kutukan ini diperuntukkan untuk mengambil jiwa seseorang dari tubuhnya. Ketika seluruh badan istrimu telah menghitam disitulah seluruh jiwanya telah diambil”


Pria itu semakin sedih mendengar penjelasan Zhen Yuan. Ia bukan pertama kali mendengar hal itu dari orang lain namun ia masih sangat sedih bahkan setelah mengetahuinya. Zhen Yuan merasa kasihan pada pria itu, “Jika kau ingin istrimu diobati, saya memiliki seseorang yang mungkin dapat membantu”


Zhen Yuan mengingat jika Botak Kun telah menguasai 100% teknik Budha yang telah ia berikan dan teknik Budha adalah penangkal alami dari segala jenis kutukan.


“Dimana saya bisa menemui tuan itu?” Pria itu sangat bersemangat ketika mendengarnya. Walau belum 100 persen orang itu dapat menyembuhkan istrinya tapi ia tetap berusaha.


“Pergilah ke dataran Asal Mula, disana temui pria yang bernama Botak Kun!” Zhen Yuan menuliskan beberapa hal di atas kertas kosong lalu melipatnya dan memberikan kertas itu, “Berikan ini pada Botak Kun, maka ia akan menolongmu”


Pria itu sangat berterimakasih pada Zhen Yuan, ia ingin bersujud sekal lagi namun Zhen Yuan menolaknya dan mengatakan ia harus bergegas lebih cepat jika ingin istrinya diselamatkan. Segera si pria pergi meninggalkan Zhen Yuan yang kini kembali menyesap tehnya dengan tenang.


Sebenarnya ia tidak terlalu yakin jika Botak Kun bisa menyembuhkan kutukan tersebut sebab kekuatan kutukan itu paling lemah berada di ranah Mortal sehingga akan sangat beresiko jika Botak Kun tidak memiliki kekuatan ranah Mortal lapisan Lima paling tidak untuk menyembuhkannya.


Adapun isi kertas yang ditulis oleh Zhen Yuan adalah sebuah cara untuk menyembuhkan kutukan tersebut menggunakan teknik Budha sehingga ia tidak perlu khawatir jika pria itu menjual teknik tersebut pada orang lain. Selain cara menyembuhkan kutukan, ia juga menulis tentang dataran Gurun Bandit dan meminta Botak Kun untuk menyediakan bahan kultivasi untuk ibu Zhen Yuan agar ibunya dapat mencapai ranah Mortal dalam 2 tahun kedepan.


Ibu Zhen Yuan dulunya mendapatkan bibit jiwa di tubuhnya membuatnya tidak dapat mengendalikan tubuhnya dan hanya berbaring lemah di kasur. Untunglah Zhen Yuan tepat waktu dan menekan bibit tersebut hingga 10 tahun. Setelah 10 tahun, bibit itu akan kembali mengganas dan jika tidak diselesaikan oleh ibunya sendiri maka keselamatannya akan terancam.