To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Menuju Istana Pusat



“Tetua, anda tidak usah terlalu sopan denganku, bagaimanapun juga anda adalah seorang tetua yang jauh lebih berumur daripada saya”  Zhen Yuan menolak menerima sikap dari tetua tersebut.


“Tidak master Zhen! Anda adalah orang yang memberikan saya pill Esensji Jiwa. Tanpa pil tersebut saya yakin pencapaian saya hari ini mungkin hanya sebanding dengan kerja keras saya selama puluhan tahun.” tetua itu berkata dengan hormat.


“Baiklah kalau begitu, tapi tolong jangan membungkuk.” Zhen Yuan tidak lagi mempermasalahkannya. Ia mengikuti tetua itu bersama dengan yang lainnya. Bagaimanapun ia sekarang menjadi tetua tinggi, membawa beberapa orang bersamanya tidak akan masalah.


“Bagaimana saya bisa memanggilmu tetua?” Zhen Yuan bertanya.


“Nama saya Huang Gu, salah satu tetua tetap istana Pill” tetua itu memperkenalkan dirinya, ia juga memperlihatkan lencana master kelas 7 membuktikan bahwa bakatnya dalam alkemis terbilang rata- rata untuk istana pill. Tentu saja kekuatannya di ranah Jiwa Puncak membuatnya berharga.


“Oh baiklah tetua Huang, dimasa depan saya mohon bantuannya”  Huang Gu mengangguk dengan semangat.


Dua jam kemudian, mereka tiba di pinggiran kota yang dari kejauhan telah terlihat beberapa kereta formasi kelas 6 terparkir megah menunggu kedatangan mereka semua.


Sebuah rombongan telah tiba lebih awal daripada Zhen Yuan, mereka tidak lain rombongan dari Patriark Yiqian. Mereka tiba lebih awal karena Patriark Yiqian hanya membawa 3 alkemis sekte Seribu Pill yang juga memasuki 100 besar.


“Patriark Yiqian, kita bertemu lagi” sapa Zhen Yuan sambil tersenyum tipis.


Yiqian mendengus, “Bocah jangan harap karena kau menjadi tetua tinggi sepertiku membuat derajat kita sama! Lagipula tidak ada hubungan dekat diantara kita sementara anda memiliki hubungan dekat dengan Serangga Beracun”  


Patriark Yiqian tidak mungkin belum mengetahui hubungan mereka, terlebih 2 kerajaan lainnya, Muara Dalam dan Pedang Petir sebelumnya telah menemui dirinya secara pribadi dan membahas kerja sama untuk membalas dendam.


“Bocah sombong! Lihat saja bagaimana kami 4 sekte akan menghancurkan sekte Obat Mujarab dan Serangga Beracun hingga ke akar- akarnya!” Yiqian sedikit terpengaruh dengan emosinya.  Zhen Yuan tertawa kecil melihatnya lalu meninggalkan Yiqian dan rombongannya.


“Master Zhen, anda seharusnya tidak membuat permusuhan seperti itu dengan Patriark Yiqian. Akan sangat buruk bagi anda di istana pill jika Patriark Yiqian ingin membuat kejahatan padamu” tetua Huang Gu memberi saran.


“Tetua tidak usah khawatir, selama ia masih menjadi tetua tinggi sepertiku maka itu akan baik- baik saja”


Namun Huang Gu menggeleng tidak setuju, “Master Zhen mungkin belum mengetahuinya. Tapi master Dan Jian mengatakan pada kami bahwa kemungkinan dalam beberapa tahun kedepan Patriark Yiqian akan dinaikkan sebagai tetua utama sebelum menjadi Alkemis yang mulia ketika ia mencapai ranah mortal”


Kali ini wajah Zhen Yuan dan pengikutnya berubah kusut, beberapa tahun tidaklah lama bagi mereka sementara bakat Yiqian juga sangat bagus, tidak akan jadi masalah baginya untuk mencapai ranah Mortal setelah 30 hingga 50 tahun dengan bantuan sumber daya istana Pusat. Saat itu ia akan menjadi alkemis yang mulia.


Tidak lama mereka saling berpikir, tetua lainnya tiba membawa tetua Sazi. Kali ini tetua Sazi hanya ditemani oleh seorang pemuda yang tidak lain adalah muridnya. Ketiga tetua itu saling memandang satu sama lain lalu tetua Huang berkata dengan sedikit keras agar mereka semua mendengarkannya.


“Selamat pada 3 tetua tinggi istana Pill yang baru! Kami adalah 3 tetua tetap menyambut anda dengan hormat!”


Selanjutnya tetua Huang menyebutkan bahwa mereka akan segera berangkat menuju istana Pill wilayah pusat. Setelah hari ini dan selanjutnya, para tetua tinggi akan menjadi anggota istana Pill dan memiliki kediaman di istana Pill.


“Untuk pengaturan lainnya, kami akan menjelaskannya ketika tiba di istana” Tetua Huang menutup penjelasannya. Ia kemudian mengajak Zhen Yuan dan rombongan untuk memasuki salah satu kereta roh kelas 6 yang berjejer disana. Kedua tetua lainnya juga melakukan hal yang sama. Dalam sekejap mereka semua telah memasuki kereta roh masing- masing.


Sebelum berangkat, tetua Huang melepaskan sebuah mercusuar keudara. Ini menandakan kepergian mereka dari kota Bintang Merah.