To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Bertemu Dengan Patriark



Seorang wanita yang memiliki umur sama seperti Zhen Yuan sedang berlatih disebuah ruangan dengan energi yang paling pekat disana. Ia mengayunkan lengannya yang kemudian ratusan serangga keluar dari balik bajunya dan membentuk sebuah energi yang sangat mengerikan.


Setelah itu ia mengarahkannya pada sebuah batu besar yang ada disana. Seketika ratusan serangga itu menghancurkan batu besar dalam waktu yang sangat cepat. Wanita itu mengulangi gerakannya berulang kali hingga membuat puluhan batu besar yang berjejer rapi di ruangan itu semuanya hancur lebur.


Jika Zhen Yuan melihat wanita itu maka ia akan mengenalinya sebagai salah satu tetua muda sekte Manusia Iblis, Du Lian.


Seorang pria yang memakai topeng hijau berdiri di kejauhan mengamati latihan Du Lian. Lalu bersorak dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah ketika melihat Du Lian berhasil menghancurkan puluhan batu besar.


“Kekuatan dan pengendalianmu terhadap Racun semakin meningkat! Saya yakin setelah anda menerobos ranah jiwa, maka kekuatan racun Lotus yang ada di dalam tubuhmu akan semakin kuat dan mungkin akan mengimbangi racun kelas 6.” Pria bertopeng itu berdecak kagum.


Du Lian membungkuk hormat ketika melihat pria bertopeng, “Terimakasih atas pujiannya guru”


“Hm, kurasa sebaiknya kau lebih cepat untuk menerobos ranah Jiwa, saya akan membuatmu resmi menjadi murid sejati sekte Serangga Beracun setelah berhasil menerobos ranah Jiwa” ucap pria bertopeng.


Du Lian semakin gembira setelah mendengarnya, “Saya akan berusaha”


Pria bertopeng itu mengangguk puas, sebelum ia menoleh kearah pintu. “Latihan hari ini selesai! Kau bisa kembali dan beristirahat. Ada beberapa tamu yang harus saya temui kali ini” Du Lian menurut, ia kemudian pergi dari sana setelah memberikan hormatnya pada pria bertopeng.


Pria Bertopeng membuka pintu yang semulanya tertutup menggunakan sebuah energi yang memancar dari tubuhnya. Tidak lama, sebuah suara terdengar dari arah luar, “Hormat pada Patriark. Saya, Tetua Xi Wewei berharap dapat menemui Patriark karena ingin menyampaikan beberapa informasi penting”


“Masuklah!”ucap pria bertopeng tidak pelan tapi juga tidak terburu- buru.


~~


Walau ruangan itu sekilas terlihat sangat gelap dari luar, nyatanya ketika Zhen Yuan memasuki ruangan tersebut, terdapat beberapa serangga yang berterbangan dilangit memancarkan cahaya redup dan membuat ruangan itu sedikit memiliki penerangan.


Guru Xi Xian tiba- tiba membungkuk setelah berjalan 10 langkah diikuti oleh Xi Xian. Karena dalam hal ini, Zhen Yuan adalah tamu maka ia sedikit memberikan penghormatannya dan mengikuti gerakan keduanya.


“Bangunlah! Beberapa kali saya ingatkan untuk tidak memberikan penghormatan seperti itu padaku. Wei’er, gurumu telah menyelamatkan hidupku beberapa kali akan sangat tidak pantas untukku untuk mendapatkan hormatmu juga” sebuah suara pria terdengar.


Zhen Yuan memicingkan matanya, ia dapat melihat sosok pria bertopeng hijau berdiri tidak jauh dari mereka. Sedikit, Zhen Yuan dapat melihat kekuatan yang terpancar dari sosok itu mencapai lapisan 8, walau berusaha untuk disembunyikan tapi ia mampu melihatnya.


“Anda tidak perlu menyalahkan diri atas kematian guruku Patriark. Semua ini, ia lakukan hanya demi sekte kita tetap berdiri” ucap guru Xi setelah ia kembali berdiri tegak.


Guru Xi dan Patriark kemudian saling berbicara beberapa hal sebelum ia menyinggung mengenai masalah utama mereka datang menemuinya. Tidak ada yang bisa menebak ekspresi dari Patriark karena terhalang oleh topeng hijauhnya itu, tapi ia tetap diam seolah mendengarkan seluruh penjelasan dari guru Xi.


“......Jadi begitulah ceritanya patriark” guru Xi mengakhiri penjelasannya.


Kemudian terdengar helaan nafas dari Patriark, “Sepertinya kita memang harus berperang melawan sekte- sekte teratas itu. Dari awal mereka jelas telah mengetahui identitas dari Xi Xian lalu menggunakannya untuk membuat konflik, setelah itu kita semua tahu apa yang terjadi bukan? Sekte Seribu Pill akan menjadikan hal ini sebagai kesempatan untuk bekerja sama dengan sekte Muara Dalam. Menurutku dari awal, mereka jelas telah memiliki rencana untuk menghancurkan kita”


Guru Xi mematung, dari dulu gurunya juga mengatakan hal yang sama dengan Patriark.


“Jika saja dulu, Saudara Xi Yanmen tidak mengorbankan hidupnya untuk membunuh lebih dari separuh tetua sekte Seribu Pill maka penyerangan mereka sudah terjadi sejak lama. Sekarang, kekuatan sekte Seribu Pill telah kembali bangkit dan mereka ingin menyelesaikan skor yang dulu sempat tertunda” Patriark menggeleng pelan.


Guru Xi terdiam sejenak sebelum mengingat bahwa mereka masih memiliki sekutu sekarang seperti sekte Obat Mujarab dan kerajaan Musim Semi.