
Aula Misi dipimpin oleh seorang Wanita yang nampak berumur 40 tahunan. Ia memiliki wibawa yang tinggi karena memiliki token Ketua Aula Misi dipinggangnya yang ramping. Meski ia seorang wanita yang lemah lembut, namun kekuatanyang ia pancarkan malah berkata sebaliknya.
“Masing- masing dari ketua aula adalah kultivator Bijak lapisan 9. Kekuatan dan status mereka dalam pusat pulau hanya berada dibawah beberapa orang saja. Sebab itu baik penatua luar, dalam dan inti semuanya memiliki ketertarikan untuk hidup dibawah naungan aula. Hanya mereka jenius yang luar biasa dan memiliki jalan kultivasi sendiri yang hidup netral tanpa bergabung dengan aula.” Ling Huier juga ikut memberi penjelasan pada Zhen Yuan. Ia tahu bahwa Zhen Yuan belum terlalu mengetahui hal- hal detail seperti ini.
Dibelakangnya terdapat 10 orang tetua inti, masing- masing dari mereka memancarkan kekuatan lapisan tujuh dan delapan. Mereka menyisir aula misi dan kemudian duduk di masing- masing singgasana yang ada disana.
Kemudian ketua Aula Hukum yang memiliki badan gendut dan tubuh pendek juga mengikuti dibelakangnya, mereka membawa 5 orang tetua namun masing- masing ada dilapisan 8. Auranya tidak lebih lemah dari aula misi.
Tiba- tiba suasana menjadi sangat tegang disana, Zhen Yuan memperhatikan bahwa ekspresi aula hukum begitu kesal dan menekan semua orang. Sementara Aula misi sedikit tenang dan menenangkan.
“Saya memiliki banyak urusan di aula, sebab itu saya meminta kebijaksanaan ketua Yu untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat” Ketua aula hukum menjadi yang pertama berbicara disana, ia bahkan tidak memperdulikan wajah dari ketua aula misi.
Yu Minghe, itulah nama dari ketua aula misi. Ia sedikit tidak senang ketika aula hukum tidak memberinya kesempatan berbicara pertama. Namun ia masih berusaha menahan amarahnya dan berbicara dengan tegas dan tenang.
“Misi langka dilaporkan oleh Pelindung Pulau Puncak peringkat ke 5, Seven. Ia telah membawa 3 kepala milik 3 genius teratas dan senjata milik genius puncak pulau Jeritan Neraka. Sesuai dengan ketentuan misi langka yang terdapat pada gulungan yang berstempel aula hukum, saya nyatakan sah dan resmi!” Yu Minghe berbicara.
Kemudian ketua aula hukum berteriak marah, “Yu Minghe, apakah kau melanggar diskusi kita sebelumnya?!” Ia jelas tidak mengantisipasi jika Yu Minghe akan berbicara seperti itu.
Yu Minghe tidak perduli ia melihat nona Seven dan memberikan kesempatan nona Seven memanggil 3 pelindung pulau yang telah membantunya menyelesaikan misi.
Zhen Yuan, Wang Jian dan Ling Huier refleks menopang tubuh nona Seven yang sudah tak berdaya. Pemuda itu juga memasukkan sebutir pill untuk memulihkan luka- luka nona Seven.
“Apa ini? Kau berani tidak menghormati keputusan aula misi kami? Sudah jelas kau yang memberinya misi namun kau yang tidak menerimanya setelah misi itu diselesaikan?” Yu Minghe bertanya pada ketua aula hukum. Pertanyaannya sederhan namun jika dilihat lebih jauh itu memancing aula hukum untuk menampilkan semuanya dihadapan banyak orang.
Aula hukum tentu mengetahui maksud dari Yu Minghe, “Terserah aula saya ingin menerimanya atau tidak! Anda telah melanggar perjanjian. Apakah anda tidak takut jika Pulau Yu dimasa depan akan diserang dari segala arah oleh pulau- pulau lainnya?
Ekspresi Yu Minghe mengeras, “Kau mengancamku? Selama ini kau melakukan apapun dengan bebas karena saya tidak ingin ikut campur dengan kegilaan itu. Tapi setelah ini, kau tidak akan bebas lagi”
Aula Hukum tidak menambahkan bantahan mereka, sebab masih banyak orang- orang yang tidak mengetahui tentang rencananya. Sebab itu ia hanya meninggalkan ancaman terbuka pada Yu Minghe.
Kemudian ketika rombongannya melewati Zhen Yuan dan yang lainnya, tatapan ketua aula bersanding dengan tatapan Zhen Yuan. “Nak, kau telah merusak rencanaku. Saya tidak tahu apa yang membuat Seven memberontak dan tidak membunuhmu. Tapi yakinlah kau akan segera mengikuti nasib Chu Xingtian. Kudengar dia dekat denganmu, sebab itu saya membawanya dan membuatnya menderita karena ulahmu”
Zhen Yuan tidak lagi menemukan orang yang akan mengirimkan pesan telepati padanya seperti ini selain dari ketua aula hukum. Hal yang membuatnya semakin marah adalah Chu Xingtian sebenarnya ada ditangan ketua aula hukum.
Namun Zhen Yuan tidak memiliki waktu untuk itu sebab para penatua inti aula misi segera membawanya bersama dengan Wang Jian dan Ling Huier. Adapun nona Seven, ia dibawa oleh Yu Minghe secara pribadi.
Dengan kepergian semua orang, perbincangan atas kejadian itu akan menyebar di seluruh pusat pulau. Entah keadaan pusat pulau akan semakin rumit atau sederhana dimasa depan, tidak ada yang akan mengetahuinya sampai itu terjadi.