To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Menuju Akhir



Kelima tetua tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk terus menekan kultivator Mortal yang telah terluka parah. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk membunuhnya.


Kultivator Mortal itu akhirnya ketakutan setelah melihat kekuatan Zhen Yuan, ia menatap kelima tetua dengan tatapan memelas, “Tolong biarkan saya pergi! Saya adalah salah satu dari kultivator Mortal keluarga Zhen, jika kalian membunuh saya maka keluarga Zhen akan dipastikan membalaskan dendam ini dan menghancurkan sekte Serangga Beracun!”


Kelima tetua yang awalnya ganas kini berhenti setelah mendengarkan ancaman seperti itu, Zhen Yuan menggeleng pelan melihat kekhawatiran mereka. “Ini sebabnya kalian tidak mampu menembus tahap Mortal dengan kekuatan kalian sendiri!” gumam Zhen Yuan yang kini melesat mengambil tindakan.


Baru saja kultivator Mortal itu tersenyum lebar melihat ancamannya berpengaruh pada lima tetua, ia berpikir jika hidupnya akan diselamatkan. Namun ketika ia melihat Zhen Yuan melesat kearahnya, benih ketakutan kembali muncul dan membuatnya ingin menangis.


“Sekte Serangga Beracun mungkin takut pada keluarga Zhen, namun tidak denganku!” Zhen Yuan melesat begitu cepat hingga kelima tetua itu tidak sempat bereaksi ketika sebuah naga besar berbentuk petir melesat dan memakan kultivator Mortal tersebut.


Dari awal hingga akhir, ia sangat menyesal telah ikut dalam pertempuran kali ini. Ia menyesal karena telah memilih pill Mortal daripada nyawanya sendiri. Kini ia mendapatkan kematian tragis ditangan Zhen Yuan.


Zhen Yuan segera menggunakan belasan sulurnya untuk menghisap seluruh kekuatan dan esensi yang ada pada mayat kultivator Mortal. Itu sangat berharga sehingga sangat sayang untuk dilewatkan.


Energi mortal yang sangat hebat melesat kedalam tubuh Zhen Yuan, memasuki dantiannya dan membuat belasan sulur baru di dalam dantian Zhen Yuan membuat jumlah keseluruhan sulur yang dimiliki oleh Zhen Yuan mencapai 30 buah.


Selain itu, Zhen Yuan mendapatkan terobosan dalam kekuatan Spiritual dan Jiwanya masing- masing satu terobosan. Senyum khas menghiasi wajah Zhen Yuan saat melihat para kultivator dari pasukan musuh yang tersisa.


“Kalian telah menghancurkan harapan untuk hidup lebih lama dengan menggangguku dan sekutuku!”


Dalam sekejap Zhen Yuan menghilang dari pandangan kelima tetua, ia mulai memasuki medan perang yang kacau lalu berdiri di tengah. Ia melepaskan ketiga puluh sulur yang ia miliki untuk menyerap mayat- mayat kultivator musuh dan mengambilnya sebagai tambahan untuk kekuatannya.


Patriark Yiqian belum menyadari jika kultivator dari keluarga Zhen telah tewas ditangan Zhen Yuan sebab itu telah kembali berhadapan dengan patriark Duchong dalam pertarungan yang sengit. Barulah ketika teriakan beberapa kultivator dari sektenya terdengar, Yiqian memutuskan untuk mengambil jarak.


Ia sangat terkejut mendapati kelima tetua itu tidak lagi berhadapan dengan kultivator Mortal melainkan mulai membantai pasukannya dengan bantuan pasukan serangga yang mereka miliki. Terlebih ditengah pertarungan, ia melihat Zhen Yuan berdiri dengan sulur- sulur aneh yang menjalar di kakinya sambil mengendalikan pedang terbang untuk membunuh lawan.


“Dimana kultivator Mortal itu?!” Yiqian mengutuk kesal. Duchong juga ikut bingung dengan menghilangnya kultivator Mortal secara tiba- tiba.


“Sialan!” Yiqian semakin bertambah kesal ketika kelima tetua itu semakin mendominasi pertarungan. Bahkan ia sedikit meyakini jika kelimanya sedikit lebih kuat daripada Duchong.


“Jangan menahan diri! Keluarkan semua kekuatan kalian!” Duchong berteriak kepada kelima tetua, ia tidak bisa membiarkan kesempatan itu hilang.


Dengan segera kelima tetua itu memanggil masing- masing hewan peliharaan terkuat yang mereka miliki. Mulai dari Tetua Lebah Pemangsa yang memanggil seekor lebah yang sangat besar, lebah itu memiliki bulu disepanjang tubuhnya dengan perpaduan warna kuning dan hitam yang membuatnya sangat mencolok. Tetua Lebah Pemangsa naik ke atas kepala lebah tersebut dan mulai kembali menyerang.


Tidak mau kalah, tetua Semut Batu juga memanggil hewan peliharaannya yang adalah monster Semut berukuran orang dewasa. Semut itu berwarna hitam gelap dengan sisik- sisik yang sangat keras menutupi tubuhnya.


Sementara tetua Kutu Daun dan Lalat Hitam masing- masing memanggil serangga berjenis Kutu dengan warna hijau dan sayap yang besar dipunggungnya dan seekor Lalat berwarna hitam legam, tangan bagian depannya berbentuk semacam sabit yang tidak kalah tajam dari senjata kelas 7 sekalipun.


Terakhir tetua Kupu- Kupu Kertas memanggil sebuah kupu- kupu berwarna putih pucat. Ia adalah yang paling polos diantara kelima hewan peliharaan tetua. Meski begitu, mereka semua memiliki kekuatan yang sama yaitu Jiwa Puncak.