
Zhen Yuan menggeleng pelan, “Sepertinya kita seumuran, kau tidak perlu menyebutku senior” ucapnya sambil tertawa kecil.
Wanita penjaga dinasti Teratai Putih terkejut, ia sedikit menatap Zhen Yuan dengan cermat. Baru kali ini ia sadari bahwa Zhen Yuan memang terlihat sangat muda sepertinya. Namun untuk memiliki kekuatan seperti itu diusia muda jelaslah hal yang sedikit mustahil. Bahkan ia hanya bisa mencapai kekuatan seperti ini karena kondisi tubuhnya yang unik.
Menyadari pikiran wanita itu Zhen Yuan terkekeh pelan, “Tidak ada yang mustahil jika kita ingin berusaha”
Wanita itu termenung sejenak mendengarkan ucapan Zhen Yuan lalu mengangguk pelan. “Nama saya Fang Hua, karena anda terlihat lebih tua maka anda bisa memanggil saya Hua’er”
“Saya Zhen Yuan” Zhen Yuan baru menyadari jika semerbak bau bunga kini tercium menenangkan pikirannya berasal dari tubuh Fang Hua. Pantas saja namanya berasal dari konotasi nama bunga dan keharuman.
Entah karena merasa mereka seumuran membuat Fang Hua sedikit lebih nyaman berbicara dengan Zhen Yuan. “Kalau boleh tahu apa yang membuatmu mengunjungi dinasti Teratai Putih? Mungkin saya bisa sedikit membantumu”
Zhen Yuan tidak sungkan segera menjelaskan ingin mengunjungi Teratai Putih untuk meninggalkan domain Seribu Dinasti.
“Kalau begitu saya akan mengantarmu, kebetulan kami memiliki formasi teleportasi yang menghubungkan ke beberapa tempat di domain lainnya!”
Zhen Yuan tentu saja tidak akan menolak, ia pasti akan lebih cepat untuk mencapai domain lainnya jika memiliki arah yang jelas berkat Fang Hua.
Keduanya banyak berbicara sepanjang jalan, Fang Hua sepertinya adalah orang yang suka bercerita. Ia terlihat bersemangat dalam menceritakan kisah hidup dan pengalamannya pada Zhen Yuan membuat pemuda itu beberapa kali dibuat tertawa ataupun geram.
“Jika kau masih bingung untuk kembali atau tidak maka kenapa tidak ikut denganku? Kebetulan semua orang di dunia kecil sedang bersemangat untuk berkultivasi sehingga saya sedikit kesepian dalam perjalanan” Zhen Yuan juga tidak menduga dirinya akan berkata seperti itu pada Fang Hua ketika gadis itu menceritakan jika dirinya bingung untuk kembali ke Dinasti Teratai Putih atau tidak setelah semua kejadian dan tragedi yang menimpanya. Apalagi seluruh keluarganya dibantai habis sehingga bahkan jika ia kembali, ia akan sendirian.
Fang Hua terlihat bersemangat, “Baiklah kalau begitu! Mungkin ini saatnya saya berkeliling dan menuju tempat yang lebih besar”
Keduanya tiba di sebuah portal teleportasi tidak lama kemudian. Fang Hua terlihat akrab dengan portal tersebut karena ia sering berada disana untuk menyambut tamu penting dari domain tetangga. Sayangnya ia tidak pernah menggunakan portal tersebut karena dirinya terikat untuk tidak pergi meninggalkan Dinasti Teratai Putih dan Domain Seribu Dinasti.
“Cara pakainya seperti ini! Kau harus memasukkan kristal merah disini lalu mengalirkan sedikit energi untuk mengaktifkan formasinya” Zhen Yuan mengajari Fang Hua cara menggunakan portal teleportasi.
Fang Hua terlihat serius mengamati intruksi yang diajarkan oleh Zhen Yuan. Wajahnya terlihat penuh kekaguman pada cahaya putih yang kemudian memindahkan keduanya menuju salah satu tempat yang ada di domain tetangga.
Sesaat kemudian, mereka tiba di salah satu kota yang juga memiliki portal yang sama. Bedanya mereka disambut oleh dua orang penjaga yang masing- masing berada di ranah Bijak lapisan tujuh.
Sebelum memasuki portal, Zhen Yuan meminta Fang Hua untuk menyembunyikan kultivasinya hingga ranah Bijak Puncak agar tidak terlalu menarik perhatian. Melihat keduanya berada di ranah Bijak Puncak membuat sang penjaga tidak berani semena- mena.
Zhen Yuan kemudian mengajak Fang Hua menuju sebuah restoran yang paling ramai lalu memesan meja yang kebetulan kosong di dekat jendela.
Fang Hua baru pertama kalinya memasuki restoran yang begitu ramai. Ia biasanya memasuki restoran mahal dan hanya dua hingga tiga orang di dalam restoran tersebut yang menemaninya makan. Sebab itu ia terkejut dengan situasi yang baru ia jumpai. Pertanyaan Zhen Yuan membuatnya tersadar. Ia buru- buru mengambil menu makanan yang ada diatas meja lalu mulai memesan.
Fang Hua sebenarnya bingung dengan tindakan Zhen Yuan yang mengajaknya makan disana, namun ia tidak bertanya. Ia fokus dengan pesanannya setelah terhidang diatas meja sementara Zhen Yuan meminum tehnya dengan pelan sambil mengamati semua orang disekitarnya.
“Kau tahu? Salah satu media untuk mendapatkan informasi adalah dengan duduk di restoran. Semua macam informasi dapat kau miliki disini!” Zhen Yuan akhrnya memberitahukan tindakannya pada Fang Hua membuat wanita itu mengangguk kecil.
“Jadi apa kau telah mendapatkan informasi yang berharga?”
Zhen Yuan mengangguk, “Kita berada di kota Bima! Meski saya tidak mengetahui kota Bima itu berada di domain apa tapi sepertinya tidak terlalu jauh dari pusat domain karena mereka yang berada dalam restoran rata- rata berada di ranah Bijak”
Sayangnya bukan kekaguman yang diperlihatkan oleh Fang Hua namun rasa ingin menahan tawanya.
“Apa yang membuatmu tertawa? Sepertinya tidak ada yang lucu”
Fang Hua menggeleng, “Memang tidak ada yang lucu namun informasi yang kau berikan sedikit tidak lengkap dan tidak akan membantu kita bukan?”
Zhen Yuan terdiam, ia memang merasa informasinya sedikit tidak berguna namun ia malu mengakuinya dihadapan Fang Hua.
“Setidaknya kita mendapatkan beberapa informasi yang berguna” ucap Zhen Yuan pelan tidak sepercaya diri sebelumnya.
Fang Hua menggeleng, “Saya memiliki informasi yang jauh lebih berharga daripada milikmu. Tapi sebagai gantinya bisakah kau memberiku waktu untuk mandi disalah satu penginapan?”
Zhen Yuan menaikkan alisnya, ia memang memperhatikan Fang Hua sedikit gelisah mungkin karena gerah atau apa setelah melakukan pertarungan yang besar. Apalagi aroma amis darah membuat tubuhnya mungkin sedikit tidak nyaman jika tidak dibersihkan, naluri perempuan memang sangat tinggi untuk tetap bersih.
“Baiklah, lagipula kita akan istirahat untuk malam ini!” Zhen Yuan juga ingin menginap di kota Bima malam ini untuk memurnikan ratusan mayat yang kini menumpuk dalam dunia kecilnya.
Fang Hua tersenyum senang, ia kemudian menceritakan informasi yang diketahuinya.
“Kota Bima adalah salah satu kota yang berada dalam wilayah organisasi Gagak Merah! Perlu diketahui Gagak Merah adalah salah satu penguasa dari domain Pembunuh yang terkenal karena perampokan dan pencuriannya!” ucapnya santai.
Zhen Yuan menaikkan alisnya, “Organisasi Gagak Merah? Domain Pembunuh?”