
Tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk
menghentikan Aaron. Semuanya berpikiran jika pria itu pasti sedang membutuhkan
waktu untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Tidak ingin diganggu oleh siapa
pun. Setiap orang pasti akan membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri juga dalam
situasi apa pun.
Sebenarnya tindakan yang mereka lakukan itu tidak
ada salahnya. Namun, juga tidak bisa dibenarkan sepenuhnya. Sebab di satu sisi
mereka tidak memikirkan resiko atau bahkan hal terburuk yang mungkin saja akan
terjadi. Tidak terlintas sama sekali di dalam pikiran mereka.
Sesuai dengan dugaan sebelumnya, jika Aaron pasti
sedang balap-balapan di jalan raya. Padahal bisa dikatakan jika kondisi jalanan
pada siang hari menuju sore cukup ramai. Sebab sebentar lagi orang-orang akan
kembali ke rumahnya setelah bekerja seharian di kantor. Termasuk Agatha.
Pria itu memacu kendaraannya di jalanan dengan
kecepatan penuh. Aaron melakukannya secara sadar. Padahal ia tahu kalau
tindakannya tersebut cukup berbahaya. Tidak main-main. Nyawa yang akan menjadi
taruhannya.
Suasana hatinya saat ini sedang kacau. Sulit untuk
dideskripsikan dengan kata-kata. Mereka hanya akan mengerti jika merasakannya
secara langsung. Aaron tidak tahu harus kemana. Ia hanya mengikuti arus lalu
lintas tanpa tahu tujuan akhirnya. Untuk saat seperti sekarang ini, pria itu
perlu pergi ke tempat yang bisa menenangkan dirinya. Paling tidak membuat
perasaannya jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
Sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke
salah satu pantai yang terletak di sudut kota. Seharusnya tidak banyak
pengunjung di sana. Karena ini bukan hari libur atau akhir pekan. Semua orang
terlalu sibuk dengan pekerjaan merkea, sehingga tidak mempunyai waktu untuk
datang kemari.
“Huh!” Aaron menghela napas dengan kasar.
Perlahan tapi pasti, ia melangkah maju. Semakin mendekat
ke bibir pantai. Bahkan saat ini sebagian kakinya hingga batas atas mata kaki
sudah terendam air asin sepenuhnya. Aaron memejamkan matanya erat-erat. Berusaha
untuk melepaskan segala bentuk emosi yang terkubur di dalam batinnya selama
ini.
Sayup-sayup suara deburan ombak sampai ke gendang
telinganya. Gelombang kecil air laut tak pernah absen untuk menyapu halus
kakinya. Tak lupa dengan angin yang datang dari berbagai arah ikut menerjang
dirinya. Situasi ini tekesan kacau jika terjadi pada saat yang bersamaan. Namun,
para manusia malah menganggapnya sebagai satu hal yang cukup menenangkan. Tidak
bisa dipungkiri. Nyaris seluruh manusia yang hidup di muka bumi ini telah
mengakui hal tersebut.
Setelah merasa cukup dengan sensasi yang didapatkan,
Aaron lantas mulai membuka kedua kelopak matanya dengan hati-hati. Sekarang
jiwanya sudah mulai membaik. Walau belum benar-benar pulih dan kembali seperti
semula. Tidak ada yang bisa kembali utuh seperti sedia kala. Tidak ada.
“Jadi, selama ini aku sudah menyusahkan saudara
tiriku?” gumam pria itu.
Sampai saat ini ia masih tidak menyangka jika
dirinya dan Agatha sungguh memiliki hubungan sedekat itu. Bahkan jauh lebih
dekat dari yang pernah mereka bayangkan. Sekarang Aaron sudah mulai belajar
untuk menerima keadaan. Setelah tadi baik kepala maupun hatinya sama-sama
menolak, setidaknya kini mereka sudah mulai saling melunak.
Terkadang semesta memang dipenuhi dengan berbagai
hal mengejutkan. Sangking banyaknya kejutan yang disiapkan, sampai beberapa
manusia sudah merasa biasa saja. Beberapa kejutan yang harusnya menjadi spesial
dan mendapatkan tempat tersendiri, kini bukan lagi apa-apa. Nyaris tidak
berarti sama sekali.
“Pantas saja dia sama kerasnya denganku,” ungkap
pria itu.
Ternyata sikap ayahnya tidak hanya diturunkan kepada
Aaron saja. Jika selama ini Aaron mengira kalau ia adalah satu-satunya orang
yang mewarisi sikap tersebut secara genetik, maka Aaron salah total. Karena
pada kenyataannya, Agatha juga mewarisi sikap tersebut tanpa pernah diketahui
secara langsung.
Sebenarnya wajar saja. Mereka sama-sama anak kandung
dari pria itu. Hanya berbeda ibu saja. Dan seharusnya itu tidak berpengaruh
apa-apa. Sebab pada situasi kali ini, sepertinya ayah mereka jauh lebih dominan
dalam rangka pewarisan sifat genetik.
“Aku jadi penasaran, bagaimana Mico bisa mendapatkan
semua informasi pribadi tentang Agatha,” gumamnya.
Setelah dipikir-pikir kembali, memang terkesan aneh.
Aaron tidak pernah menyuruh pria itu untuk mencari tahu lebih lanjut perihal
Agatha. Belakangan ini mereka memang jadi lebih sering membicarakan soal gadis
itu. Lebih tepatnya segala hal yang bersangkutan dengan sang pemilik nama
tersebut. Aaron baru menyadari jika selama ini Mico lah yang selalu membuka
topik lebih dulu.
“Apa dia sungguh terobsesi dengan gadis itu?”
tanyanya pada dirinya sendiri. Meski pada dasarnya Aaron juga tidak tahu apa
jawabannya. Ia hanya bisa menebak untuk asumsi sementara.
Ini adalah hal yang cukup menarik. Jika benar
sahabatnya jatuh cinta dengan saudara tirinya sendiri, maka Aaron akan menjadi
orang pertama yang memberikan tepuk tangan. Pasalnya, selama ini Mico terkenal
tidak pernah jatuh cinta. Lebih tepatnya mereka berdua.
“Dia benar-benar sudah gila,” gumam Aaron sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak habis pikir.
Menurut praduganya sementara, besar kemungkinan jika
Mico diam-diam sudah menaruh hati kepada gadis itu. Terlihat dari tingkah
lakunya selama ini. Bagaimana bisa Aaron baru menyadari hal sepenting itu
sekarang? Selama ini kemana saja dirinya?
Sangat disayangkan ia mengetahui hal ini sedikit
terlambat. Padahal mereka bisa melakukan perayaan secepat mungkin. Namun,
sebelumnya Aaron perlu memastikan kembali apakah dugaannya benar atau tidak.
“Hahaha!”
Suasana hatinya berubah secepat kilat begitu memikirkan
hal tersebut. Untuk sementara, masalah benar atau tidaknya status Agatha
sebagai saudara tirinya akan ia kesampingkan terlebih dahulu.
“Sungguh kisah cinta yang lucu.”
“Bagaimana mungkin seorang mafia sepertinya
berani-beraninya jatuh cinta dengan anggota kepolisian? Apa ia tidak takut jika
tertangkap suatu hari nanti?”
“Sepertinya Mico sudah kehilangan akal dan
memutuskan untuk menyerahkan dirinya kepada pihak berwajib.”
“Cinta memang membutakan siapa saja.”
“Aku tidak akan pernah bersikap ceroboh seperti
dirinya. Lagipula tidak ada orang yang benar-benar tulus dan setia untuk
mencintaimu di dunia ini. Karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas dengan
apa yang ia miliki.”
Sekali lagi Aaron menghela napas sesaat setelah
menyelesaikan penggalan kalimat terakhirnya. Jika benar Mico memiliki perasaan
kepada Agatha, maka pria itu sudah melakukan satu kesalahan paling besar dalam
hidupnya. Menurut Aaron, jatuh cinta seperti dosa besar yang tak terampuni.
Terkadang ia heran. Tak
habis pikir. Kenapa orang-orang bersedia untuk jatuh cinta. Padahal mereka
sudah tahu jika pada akhirnya kisah itu akan tamat dengan cara yang begitu
tragis. Sejak awal, namanya saja sudah jatuh. Tidak ada yang merasa benar-benar
baik setelah jatuh. Paling tidak pasti meringis kesakitan.