
Hari ini ada rapat penting dengan salah satu perusahaan yang
bekerja sama dengan perusahaan mereka. Rapatnya masih pukul sembilan pagi
nanti. Tapi, Agatha sudah sampai di kantor lebih dulu. Ia datang lebih awal
daripada biasanya. Bahkan pada saat jam-jam tersebut pun, para pekerja lainnya
belum datang semua.
Hanya untuk hari ini saja ia harus bangun pagi-pagi sekali
dan mempersiapkan segalanya. Narendra sudah memberikan kepercayaan yang besar
kepada anak perempuan semata wayangnya ini. Meskipun beberapa waktu lalu
huubungan mereka baru saja membaik. Kalau dibilang percaya, sebenarnya Agatha
masih bisa memaafkan kesalahan ayahnya di masa lalu. Asal mereka tahu saja,
kalau semua hal yang dilakukannya hari ini hanya untuk balas dendam. Ini adalah
rencana awal yang cukup bagus. Sejauh ini semuanya berjalan begitu mulus. Sepertinya
semesta memang mendukung gadis ini sepenuhnya.
“Apa kalian sudah membereskan ruang rapat?” tanya Agatha
kepada beberapa staff di hadapannya.
“Kami sudah meminta petugas kebersihan untuk membereskan
ruangan itu bu,” balas salah satu dari mereka.
Agatha mengangguk untuk mengiyakan perkataannya.
“Kalau begitu kalian harus memastikan jika segala materi
yang kita perlukan untuk rapat dengan klien nanti sudah aman semua,” jelas
Agatha.
“Aku tidak mau mendengar alasan apa pun kalau sampai terjadi
kesalahan!” tegasnya sekali lagi, kemudian ia pergi begitu saja.
Pada dasaarnya gadis itu bukanlah seseorang yang termasuk ke
golongan perfeksionis. Tapi, sepertinya hal itu akan menjadi suatu pengecualian
untuk hari ini. Agatha benar-benar ingin memberikan yang terbaik. Ia tidak mau
mengecewakan kliennya. Semua harus sempurna, berjalan sesuai dengan apa yang ia
dipenuhi.
Agatha sudah menjadi orang yang paling sibuk sejak tadi. Gadis
itu mondar-mandir di sekitar ruangan rapat, hanya untuk memastikan jika
semuanya baik-baik saja. Sesekali ia melirik ke arah jam tangan. Ternyata masih
ada waktu sekitar tiga puluh menit lagi sebelum rapatnya dimulai. Harusnya lima
sampai lima belas menit sebelum pukul sembilan, kliennya sudah harus berada di
sini. Orang-orang besar seperti mereka haruslah disiplin soal waktu. Karena
prinsip semua pebisnis kurang lebih pasti sama. Banyak dari mereka yang setuju
dengan pepatah kuno ini. Waktu adalah uang. Jadi, jika kau melewatkan satu
detik saja, maka kau sama saja dengan menyia-nyiakan kesempatan untuk
mendapatkan uang.
Gadis itu memutuskan untuk tetap berdiri di sekitar sana.
Hanya untuk berjaga-jaga kalau sama klien mereka sudah datang. Jadi Agatha bisa
langsung menyambutnya dan membawa mereka ke ruangan rapat. Ia sengaja meminta
staffnya yang akan menjadi peserta rapat nanti untuk langsung masuk ke dalam
ruangan. Sementara ia malah menyibukkan dirinya sendiri untuk menunggu para
klien.
Beruntung gadisi ini sudah dibekali dengan intuisi yang
cukup tajam sejak ia lahir. Dugaannya benar. Klien mereke hari ini baru saja
sampai. Mereka tampak keluar dari lift dan berjalan beriringan ke arah Agatha. Seharusnya
mereka sudah saling mengenal antara satu sama lain. Sebab, ini bukan pertemuan
pertama mereka.
Tanpa pikir panjang, Agatah langsung menghampiri mereka
lebih dulu. Kemudian saling berjabat tangan. Tidak ada yang istimewa. Semuanya
benar-benar biasa. Tapi, setidaknya kau harus menunjukkan kesan pertama yang
baik dalam dunia bisnis. Apalagi jika ini menyangkut soal kerja sama.