The Riot

The Riot
Take Care



“Haha!Apa dia sungguh


peduli padaku?”gumam Arjuna.


Tanpa ia sadari,


semburat merah telah muncul di pipinya.Membuat kedua pipinya tampak merona.Entahlah


mungkin dia sedang salah tingkah.Padahal ini bukan yang pertama kali gadis


itu menunjukkan rasa pedulinya.Selama ini juga Agatha selalu memperlakukan


pria itu dengan cara yang sedikit lebih istimewa.Apa Arjuna tidak pernah


menyadari hal tersebut?Tentu saja!Bagaimana saya mau menyadarinya kalau


pikirannya pun bahkan tidak bisa dialihkan dari Zura.


Sampai saat ini Agatha


masih belum tahu mengenai hubungan sahabatnya yang satu dengan Arjuna.


Tapi, ia pasti akan segera mencari tahu jawabannya.Rasa curiga gadis itu mulai


muncul ketika hari dimana Arjuna dipindahkan ke ruangan VIP.Bahkan tanpa ada


persetujuan dari Agatha sama sekali.Padahal untuk proses administrasi, Agatha


yang telah menyelesaikan segala berkasnya.Bahkan gadis itu juga ditetapkan


sebagai wali dari pasien.


Sebenarnya Agatha bisa


saja menuntut.Perbuatan tersebut bisa dibawa ke ranah hukum jika ia tidak


setuju.Tapi alih-alih malah memaklumi segala yang terjadi.Bersikap


tenang seolah tidak terjadi apa-apa.Lebih tepatnya, Agatha tidak ingin mencari


masalah baru.Itu hanya hal sepele baginya dan ia rasa masalah seperti itu


tidak perlu dibesar-besarkan.


***


Begitu sampai di unit


apartemennya, Agatha langsung melepas kedua alas kakinya.Gadis itu beralih menuju


kamarIa langsung merobohkan tubuhnya begitu saja di atas kasur.bahkan


gadis itu tidak mengganti pakaiannya lebih dulu.Minimal di cuci.


"Hah!Hari ini


benar-benar melelahkan,” gumam Agatha dengan mata terpejam.


Sejak kemarin pagi ia


sama sekali tidak ada jeda untuk istirahat sedikit pun.masalah tidak hanya


sampai di situ saja.Malam harinya ia harus tetap fokus harus


menjalankan misi penting.Tapi, bukan itu puncaknya.Masih ada satu hal lagi.


Agatha terpaksa harus terjaga sepanjang malam.Kedua kelopak mata terus


terbuka sampai matahari muncul.


Wajar saja jika ia


merasa kelelahan.Tubuhnya terus bekerja tanpa henti.Lama-lama sepertinya bisa


kembali masuk rumah sakit.Tapi, semoga saja hal tersebut tidak akan pernah


terulang kembali.Karena sealu merasa kelelahan, ia sampai pada kesehatannya


sendiri.


Tubuhnya saat ini


rasanya sakit semua.Seperti seluruh tulang di bagian tengah remuk.Sudahlah,


ia tidak bisa berkata-kata lagi.Sekarang satu-satunya hal yang ada di dalam


otaknya adalah tidur.Tidak ada yang lain.


Tidak perlu waktu lama


bagi gadis itu untuk terlelap.Dalam waktu kurang dari sepuluh menit saja


jiwanya sudah sampai di alam bawah sadar.Itu sebab Agatha terlalu kelelahan.


Energinya terkuras habis sampai tak ada yang tersisa.


07.12


Jika orang lain baru


saja bangun atau bahkan sudah mulai melakukan aktivitas seperti bekerja dan


lain-lain, maka yang dilakukan Agatha adalah sebaliknya.Dia bahkan baru sempat


terlelap sekarang.Semua orang sudah bangun, tapi malah asyik.pengakuan Agatha


akan melewatkan begitu banyak hal sepanjang hari ini berlangsung.


***


Beberapa hal tidak


melulu terjadi dengan alasan.sebagian lainnya hanya terjadi begitu saja tanpa


ada alasan yang jelas.Ada hal-hal yang berada di luar kendali manusia.Semesta


juga berhak mengambil alih atas sesuatu.


“Kau hanya pengacau!”


“Apa kau tahu kejahatan


besar macam apa saja yang sudah kau lakukan selama ini?”


“Pertama, kau dan ibumu


telah merusak keluarga kami.Kedua, ibu jadi stres dan mengalami gangguan


jiwa.”


“Tapi tidak hanya


sampai di situ saja.Masih ada satu hal lagi.”


“Berani-beraninya kau


mengusik geng kami.Kau sudah bosan hidup atau bagaimana?”


“Atau jangan-jangan kau


ingin membayar semua dosa-dosa ibumu dengan sendiri?Wah!Sungguh anak yang berbakti.”


'DRRTTT!!!!'


ponselnya yang menarik itu, Agatha kemudian terlonjak kaget.Ia terkesiap dan


langsung terbangun dari tidurnya.Kedua kelopak mata terbuka secepat kilat.


Seolah tidak ada lagi rasa kantuk yang sedang sibuknya.


Seluruh tubuh gadis itu


basah karena keringat.Tidak, kali ini bukan karena suhu udara yang terlalu


panas.Agatha memang tidak menampilkan pendingin ruangan atau bahkan kipas angin


sebelumnya.Karena memang suhu kota akhir-akhir ini sedang tidak terlalu panas.


Jadi ia tidak memerlukan semua itu.


Lalu kalau bukan


karena kepanasan, memangnya mengapa Agatha bisa sampai ke luar seperti ini.


“Sepertinya aku mimpi


buruk lagi karena terlalu kelelahan,” gumam gadis sambil menyugar gambar


ke belakang.


Kemudian bangkit.Duduk


di tepi tempat tidur.Pandangannya beralih ke arah jam dinding.Sekarang sudah


hampir pukul dua siang.Ia sudah cukup lama.Kurang lebih selamat enam


selai.Sekarang waktunya bangun.Agatha tidak bisa dilihat sepanjang hari


hanya untuk bermalas-malas di atas kasur dengan dalih istirahat.


'DRRTTTT!!!'


Ponselnya kembali


pelan pelan.agatha sudah melewatkan panggilan pertama karena


terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.Sekarang Arjuna sudah menghubunginya


untuk yang kesekian kali.Mungkin pria itu sudah berusaha untuk menghubunginya


sejak Agatha masih belum bangun sama sekali.


Tanpa pikir panjang,


gadis itu segera meraih ponselnya yang berada di atas nakas.Ia tak mau membuat


Arjuna menunggu lebih lama lagi.


"Lingkaran cahaya!"sapa Arjuna


lebih dulu begitu panggilannya tersambung.


"Lingkaran cahaya!Ada apa?”balas


Agatha.


“Kau sekarang berada di


apartemen, kan?”tanya pria itu untuk memastikan.


“Iya, memangnya kenapa?”


tanya gadis itu balik.


“Tidak, tidak ada


apa-apa,” dalih Arjuna.


“Sebaiknya kau bersiap


sekarang.Aku sudah berada di parkiran apartemen.Sebentar lagi naik ke atas,”


kemudian.


“Tungguh sebentar lagi!


Bersiap untuk apa?”tanya gadis itu lagi.


“Aku akan mengajakmu


untuk pergi keluar.Kita makan siang bersama,” jawab Arjuna dengan apa adanya.


“Baiklah,” balas Agatha


kemudian menutup panggilannya begitu saja.Ia bahkan tidak mengucapkan salam


sama sekali.


Hari ini Arjuna akan


mentraktir seluruh anggota tim.Meskipun saja jika ini sebagai hadiah atas kerja


keras mereka selamat ini.Apa misinya sukses.Mereka memang pantas untuk


menerima semua hal tersebut.Terutama Agatha.Gadis itu beberapa kali hampir


mempertaruhkan nyawanya.Kerja keras mereka patut untuk diapresiasi.


“Nomer apartemennya


berapa ya?”gumam Arjuna sambil melangkah masuk ke dalam gedung.


Jujur saja jika ia


lupa-lupa ingat dengan nama apartemen Agatha.Ia tak yakin dengan dirinya


sendiri.Mengingat jika pria itu cukup jarang datang kemari.arjuna


perlu memastikan hal tersebut kepada sang pemilik lebih dulu agar tidak


salah.Mau ditaruh dimana mukanya nanti kalau sampai salah menekan bel.tidak,


hal tersebut tidak boleh terjadi.Arjuna harus mengantisipasinya.


“Maaf, nomer telepon


yang anda tuju tidak mengangkat panggilan ini.Silahkan coba beberapa saat


lagi.”


Alih-alih menerima


balasan dari Agatha, pria itu malah justru mendapatkan pesan dari operator


telepon.


“Pasti sekarang dia


sedang bersiap-siap,” ujarnya.


“Kalau


begitu nanti saja kuhubungi kembali!”tukasnya.