
Ini sudah bulan ketiga sejak ia memutuskan untuk pamit undur
diri dari pekerjaannya sebagai aparat keamanan. Gadis itu meninggalkan kasus
besar sekaligus kasus penting begitu saja. Sepertinya kasus itu sekarang sudah
dialihkan kepada Jeff selaku rekan kerjanya. Pria itu pasti mengalami banyak
kesulitan saat proses penyelidikan. Semua orang mengakui jika kasus pembunuhan
berantai yang satu ini terbilang sebagai motif baru dan berlum pernah ditemui
kasus serupa sebelumnya. Jadi sudah pasti jika pihak kepolisian merasa
kesulitan kali ini. Tapi tenang saja. Mereka tidak akan mudah menyerah. Jeff
dan rekan-rekan kerjanya tidak akan membiarkan pelakunya lolos.
Masih ada dekitar dua puluh menit lagi sebelum jam makan
siang. Jadi, Agatha tak perlu terlalu terburu-buru untuk meninggalkan tempat
ini dan pergi keluar sendirian untuk mencari tempat makan yang nyaman. Lagipula
ia belum terlalu lapar. Dan yang paling penting, Agatha tidak memiliki jadwal
yang terlalu padat dan diharuskan hadir tepat waktu setelah makan siang. Jadi,
ia bisa pergi nanti.
Entah kenapa mendadak gadis itu kembali teringat soal kasus
pembunuhan berantai yang pernah ditanganinya dulu. Kasus itu sudah terbilang
cukup lama. Dan sampai sekarang ia masih belum mendengar berita terbarunya. Informasi
terakhir yang ia terima adalah soal hubungan tanda yang ada di setiap tubuh korban
dengan titik koordinat Hongkong di peta. Sepertinya memang belum ada titik
terang mengenai kasus tersebut. Kalau pelakunya sudah ketemu, pasti itu akan
mejadi berita yang cukup hangat. Setidaknya beritanya akan bertahan pada puncak
paling atas selama beberapa hari.
Untuk memastikan hal tersebut, tanpa pikir panjang Agatha
langsung beralih ke layar komputer yang berada tepat di sisi kirinya. Dengan lincah
jemari lentik gadis itu langsung mengetikkan kata kuncinya di kolom pencarian.
Begitu Agatha menekan tombol enter di keyboardnya, ada
begitu banyak artikel yang muncul di beranda. Tapi, seperti biasanya berita
terbaru akan selalu muncul di urutan paling atas. Artikel terbaru yang berada
di sana baru saja dirilis sekitar tiga hari yang lalu. Itu berarti sudah ada
perkembangan dari sebelumnya. Apakah Agatha melewatkan sesuatu yang penting? Walau
sebenarnya kasus pembunuhan yang satu itu sudah bukan urusan serta tanggung
jawabnya lagi, tetap saja gadis ini merasa penasaran.
“Seorang Mantan Pimpinan Perusahaan Diduga Menjadi Dalang
Dari Kasus Pembunuhan Berantai Misterius Ini,” ucap Agatha yang sedang membaca
judul beritanya.
Ia menekan judul berita terbaru itu. Masih cukup hangat
sepertinya. Karena belum ada satu minggu yang lalu. Dan sumbernya pun terbilang
cukup terpercaya. Ini adalah salah satu portal berita yang lumayan terkenal.
Siapa yang tidak mengetahuinya. Jadi, wajar saja kalau kali ini sama sekali
tidak terbesit rasa ragu di benaknya.
Kedua bola matanya membulat dengan sempurna. Ia betul-betul
memperhatikan setiap susunan kata yang terdapat di sana. Membacanya secara
berurutan dan mendetail untuk menghindari kesalahpahaman. Kini ia sudah hampir
sampai di paragraph terakhir. Namun, mendadak Agatha menghentikan kegiatannya. Kemungkinannya
hanya ada dua. Yang pertama, ia perlu beberapa waktu untuk mencerna informasi
yang baru saja ia dapatkan dari bacaan tersebut. Atau ia malah tidak ingin
membaca artikel tersebut hingga habis, karena sudah bisa menarik kesimpulan
dari semua itu sejauh ini. Entah kemungkinan yang mana satu yang benar.
***