
Sudah sekitar dua hari
mereka dua hari Agatha di rawat di rumah sakit ini. Kondisinya tentu saja
semakin membaik. Karena memang sejak awal tidak ada hal serius yang terjadi
kepadanya. Namun, berbeda dengan wanita yang datang ke kamarnya beberapa hari
lalu. Iya, ia mencoba untuk menyakiti Agatha waktu itu. Sekarang wanita itu
harus menerima akibatnya. Dia dirawat secara intensif di rumah sakit yang sama
karena keracunan. Lagi-lagi orang itu berusaha untuk membunuh Agatha dengan cara
memberinya racun.
Ayolah! Ini bukan zaman
kerajaan lagi. Kenapa harus repot-repot meracuni orang lain saat kau bisa
melakukan hal lain secara terang-terangan. Dan yang terpenting, reaksinya
terbilang cepat. Hanya sepersekian detik saja. Kalau Agatha menjadi dirinya,
mungkin gadis itu jauh lebih memilih untuk menembak korbannya langsung saja. Selesai,
tidak perlu repot-repot. Masalah tertangkap atau tidak, itu urusan belakangan.
Agatha masih tidak
habis pikir. Apa alasan wanita itu begitu terobsesi untuk membuatnya celaka.
Apa Agatha pernah mengusiknya secara pribadi sampai-sampai ia memiliki dendam
yang begitu besar. Sepertinya tidak sama sekali. Mereka bahkan baru bertemu
kemarin. Pada saat itu jugalah Agatha menyadari eksistensinya. Selama ini tidak
pernah. Kalau saja kemarin itu dia tidak menunjukkan batang hidungnya di
hadapan Agatha, mungkin ia tidak akan pernah tahu bahaya apa yang sedang
mengancamnya sekarang. Meski kemarin ia nyaris sekarat, tapi ada satu hal yang
berhasil membuatnya bersyukur. Sebab karena kejadian tersebut ia malah jadi
lebih berhati-hati sekarang. Waspada akan membuatmu tetap aman.
Sepertinya anggapan
kalau mereka tidak saling mengenal itu salah. Salah besar. Karena pada
faktanya, wanita itu telah lebih dulu mengenal dirinya. Namanya Liora Sierra
Zoe. Tapi, orang-orang jauh lebih sering memanggilnya dengan sebutan Liora.
Salah satunya adalah Narendra. Ya, benar. Kalian tidak sedang salah dengar.
Semua itu benar apa adanya.
Dari semua hal yang
sudah terjadi sampai sejauh ini, tidak ada yang lebih mengejutkan dari yang
satu ini. Sebab, semua itu tadi sama sekali bukan poin penting. Kali ini Agatha
benar-benar dibuat tak bisa berkata-kata lagi saat ia mengetahui kalau wanita
licik itu ternyata adalah kekasih ayahnya. Calon istri lebih tepatnya. Tidak!
Ia tidak akan sudi mempunyai ibu tiri seperti itu.
“Dia hanya menyayangi
harta ayahku, bukan ayahku!” sarkas Agatha ketika berada di ruangannya bersama
dengan Arjuna.
“Aku masih tidak
menyangka jika masih ada orang seperti dirinya di zaman sekarang ini,” ucap
pria itu sambil menggeleng-geleng pelan.
Memangnya siapa yang
menyangka jika ia akan bertemu dengan sosok ibu tiri seperti itu. Tapi tenang
saja, kebebasannya tidak akan lama. Arjuna dan Jeff sudah menguru semuanya.
Orang yang mereka lihat di rekaman kamera pengawas restoran dengan kamera di
rumah sakit adalah orang yang sama. Buktinya sudah banyak. Cukup jelas untuk
membuktikan kalau Liora benar bersalah. Dia tidak bisa mengelak lagi sekarang.
Sudah diperingati sejak
awal, jangan berani-beraninya membangunkan seekor singa yang sedang tidur. Sama
halnya seperti Agatha. Gadis itu tidak akan mencari gara-gara kepada orang
lain, jika bukan karena orang itu lah yang lebih dulu mencari masalah
dengannya. Seperti Liora salah satu contohnya.
“Padahal aku juga tidak
terlalu peduli dengan ayahku sejak hari itu. Tapi kenapa ia masih berusaha
untuk menyingkirkanku seolah aku adalah penghalang baginya?” gumam gadis itu
sambil menggerutu kesal. Pasalnya, ia tidak pernah benar-benar tahu dimana akar
permasalahannya.
“Bisa jadi dia memang
membenarkan.
“Tapi, aku bahkan tidak
pernah bertemu dengannya sebelumnya. Aku juga baru tahu soal itu dua hari yang
lalu!” celoteh gadis itu sambil memajukan bibirnya beberapa centi.
“Karena kau adalah
anaknya!” tegas Arjuna.
Benar juga apa yang
barusan dikatakan oleh pria itu. Bisa jadi jika Liora menganggapnya sebagai
ancaman karena posisi Agatha sebagai anak kandung dari pria incarannya. Meski ia
adalah anak perempuan, sama sekal tidak menutup kemungkinan jika harta yang
dimiliki Narendra sekarang akan jatuh ke tangan gadis itu sebagai pewaris. Bukan
malah kepada Liora.
Tapi, jika
dipikir-pikir kembali maka Agatha bukan satu-satunya ancaman di sini. Kabarnya
Narendra memiliki satu anak laki-laki tunggal di keluarganya yang sebelumnya.
Buah hatinya bersama istri sahnya. Sebelum ia pada akhirnya menikah dengan ibu
gadis ini. Anak laki-laki itu pasti akan mendapatkan bagian warisan yang paling
besar. Setidaknya sedikit lebih besar daripada milik Agatha.
“Kenapa dia tidak
menghabisi anak itu lebih dulu kalau memang merasa terancam?” batinnya di dalam
hati.
Namun secara mendadak
dia menemukan jawaban di dalam dirinya sendiri. Bisa jadi Liora tidak tahu
kalau pria itu memiliki seorang anak laki-laki. Atau mungkin anak lainnya juga.
Anak yang tidak pernah ia ungkap identitasnya ke publik. Memangnya siapa yang
tahu dengan siapa saja Narendra berselingkuh.
Tidak perlu menghabisi
Agatha seperti ini. Lagi pula ia sama sekali tidak tertarik dengan semua harta
milik ayahnya. Meskipun harus ia akui jika jumlahnya tidak sedikit. Selain itu,
Narendra pasti tidak akan asal dalam memberikannya. Mengingat jika hubungan
mereka sedang tidak beberapa tahun ke belakangan ini, rasanya tidak mungkin
jika Agatha yang akan menjadi penerus tahtanya.
“Sudahlah, jangan
terlalu dipikirkan!” pungkas Arjuna secara tiba-tiba. Sontak hal tersebut
berhasil membuyarkan isi pikirannya.
“Saat ini kasusnya
sedang kami urus. Nanti ketika kondisinya sudah jauh lebih baik, maka kami akan
segera menjadwalkan sidang secepatnya,” jelas pria itu kemudian.
Fakta bahwa seorang
wanita seperti Liora tidak akan berkeliaran dengan bebas lebih lama lagi,
berhasil membuatnya sedikit lebih lega. Itu berarti dia tidak perlu merasakan
takut yang berlebihan. Ia hanya perlu menunggu sampai semua prosesnya selesai.
Arjuna, Jeff dan rekan-rekannya yang lain sedang mengurus semua itu.
“Terima kasih banyak
karena sudah mau membantuku,” ujar gadis itu dengan datar.
“Tidak perlu berterima
kasih. Lagi pula iini juga sudah tugasku,” balas Arjuna sambil tersenyum tipis.
Agatha
merasa bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang baik. Meski tidak ada yang
bisa memastikan apakah mereka semua benar-benar baik atau tidak. Tapi yang
jelas, setidaknya ini bukan pertama kalinya mereka berbuat kebaikan kepadanya. Sampai
sejauh ini Agatha masih menaruh rasa percaya kepada mereka. Entah sampai berapa
lama akan bertahan. Semoga tidak akan pernah rusak hanya karena satu kesalahan.
Sebab, orang-orang bilang jika manusia lebih mudah untuk melihat satu kesalahan
daripada seribu kebaikan yang pernah terjadi sebelumnya. Semua hal bisa berubah
hanya karena satu kesalahan. Tidak peduli sudah seberapa banyak kau melakukan
kebaikan sebelumnya. Semua itu akan berakhir sia-sia jika kau melakukan
kesalahan.