
Begitu sampai di tempat
kejadian, keadaan masih tetap ramai. Banyak warga yang berkumpul di sekitar
garis polisi. Tapi tidak sebanyak tadi. Sudah sedikit berkurang. Meskipun begitu,
tidak ada yang berusaha untuk menerobos garis polisi. Beruntungnya mereka
menaati peraturan yang ada.
Arjuna pergi ke pusat
kontrol untuk melihat rekaman kamera pengawas yang terletak di dekat tiang
lampu merah. Sementara itu, Jeff pergi untuk melihat rekaman dari kamera
pengawas pertokoan yang berada di sekitar tempat kejadian. Dan Agatha, memilih
untuk bergabung dengan Thomas dan Robi. Sepertinya tugas mereka berdua belum
benar-benar selesai.
“Jadi, sejauh ini apa
yang sudah kalian dapatkan?” tanya Agatha.
“Kami masih membereskan
tempat kejadian saja. Belum ada barang bukti lain yang bisa kami dapatkan,”
jelas Thomas dengan apa adanya.
“Korban sudah dibawa ke
rumah sakit beberapa menit yang lalu. Tidak ada korban jiwa. Mereka semua
selamat,” sambungnya.
“Lalu bagaimana dengan
kondisi pelaku?” tanya Agatha.
“Jelas dia baik-baik
saja. Hanya mobilnya saja yang sedikit lecet. Tapi aku yakin jika ia tidak akan
mempermasalahkan hal seperti itu pada saat seperti ini,” beber Robi.
Insiden tabrak lari
yang kali ini bukan antara pejalan kaki dengan pengendara mobil. Melainkan
antara sesama kendaraan roda empat tersebut. Mereka saling menabrak dari arah
yang berlawanan. Tapi untungnya hantamannya tidak terlalu keras, karena memang
mereka berdua mengemudi dengan kecepatan normal. Jadi, hanya luka dan kerusakan
ringan pada mobil.
Seperti yang sedang
sebaliknya malah terjadi kepada si pelaku. Atau mungkin ia tetap terluka. Tapi,
memilih untuk melanjutkan perjalanannya. Menurutnya jauh lebih baik pergi dalam
kondisi sekarat seperti itu daripada harus berurusan dengan polisi. Sungguh pola
pikir yang tidak dapat dimengerti jika memang ia beranggapan begitu.
“Kenapa selalu ada saja
masalah setiap hari,” gumam gadis itu sambil memijat pelipisnya pelan.
“Karena kita memang
tempat untuk menampung masalah orang-orang,” balas Thomas.
“Bukan hanya itu, kita
bahkan juga harus menyelesaikannya,” timpal Robi.
Agatha hanya
mengangguk-angguk setuju dengan perkataan kedua temannya itu. Apa yang mereka
katakan memang benar. Tidak perlu merasa heran lagi.
“Sudahlah, dari pada
mengeluh sebaiknya lakukan pekerjaan kita sekarang. Lebih cepat selesai maka
lebih cepat pula kita kembali!” celetuk Thomas.
***
Beruntung
pelakunya sudah ditemukan di hari yang sama pula. Plat nomernya terlihat jelas
di beberapa kamera pengawas. Salah satunya adalah kamera pengawas lalu lintas
yang memang sudah dirancang dengan sedemikian rupa. Singkat cerita pelakunya
untuk sementara sudah ditahan sebelum memasuki proses selanjutnya. Setidaknya urusan
hari ini sudah selesai. Meski kasusnya belum benar-benar selesai. Tapi sekarang
Agatha dan rekan-rekan satu timnya sudah bisa beristirahat. Sekarang adalah
waktu untuk mengumpulkan tenaga sebanyak-banyaknya sebelum menghadapi hari
esok. Pasti setidaknya ada satu atau dua kasus baru besok. Dan mereka harus
siap untuk yang satu itu. Tidak ada alasan untuk berkata tidak. Dan tuntutan
pekerjaan tidak pernah menerima sebuah penolakan.
Siap atau tidak ini sudah resiko.Bukankah mereka semua juga sudah tahu apa bagian terburuknya sebelum memilih pekerjaan ini. Tapi mereka tetap berada dan bertahan di sini, itu berarti mereka sudah siap untuk semuanya. Tidak perlu mengeluh lagi. Karena sekarang mengelu pun tidak akan berarti apa-apa.