How To Love You

How To Love You
Bab 97



Keesokan Harinya, Pukul 13:00


Siang itu, Miko meninggalkan Restorannya menuju ke hotel dimana Hendra dan keluarganya menyewa kamar. Setelah memikirkan cara untuk mendekati Tania, ia pun akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Hendra. Tadinya Miko ingin meminta bantuan Radit, tapi tidak jadi karena ia kurang akrab dengan Radit. Jadi ia merasa agak sungkan untuk meminta bantuan Radit untuk menjadi mak comblang untuk dirinya dan Tania.


Tadi pagi, Miko sudah menelpon Hendra untuk menanyakan letak kamar Hendra dan nomor kamarnya. Sebelum ia naik ke lantai 12, ia terlebih dahulu memberi kabar pada Hendra kalau dirinya sudah ada di lobi hotel.


"Halo Hend, gue ada dibawah nih." ucap Miko pada Hendra diseberang telepon.


"Oke. Langsung naik aja. Gue tunggu." balas Hendra.


Beberapa menit kemudian, Miko sudah berdiri didepan pintu kamar Hendra dan Tasya. Ia lalu mengetuk pintu kamar tersebut.


"Tok tok tok."


"Eh, itu pasti Kak Miko. Tania, bukain pintunya dulu dek. Kak Hendra lagi dikamar mandi." perintah Tasya pada Tania yang sedang berkunjung ke kamarnya. Tania, Radit dan juga Bu Indah sedang berada dikamar mereka sekarang.


"Iya kak." jawab Tania lalu segera beranjak membuka pintu untuk Miko.


"Silahkan masuk kak!" seru Tania setelah membuka pintu dan melihat sosok Miko berdiri dibalik pintu tersebut.


Miko terpesona dengan gadis cantik berhijab yang berdiri didepannya. Sebagian badan gadis tersebut bersembunyi dibalik pintu untuk memberikan jalan pada Miko supaya bisa masuk. Ia terus-terusan memandang lekat wajah cantik milik Tania.


"Begitu banyak gadis cantik yang pernah Gue liat. Tapi yang satu ini sudah jelas berbeda. Tania begitu cantik dan anggun. Dia bahkan mampu menyejukkan mata dan hati saat di pandang." batin Miko.


"Kak. Kak. Kak Miko. Kak Miko ..." panggil Tania pada Miko yang sedang melamun dihadapannya.


"Eh, Tania. Sorry, sorry." ucap Miko tersadar dari lamunannya.


"Silahkan masuk kak!" seru Tania.


"Iya. Makasih yah." jawab Miko tersenyum seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.


"Mari, silahkan duduk Nak Miko. Nak Hendra sedang masuk ke kamar mandi sebentar." ujar Bu Indah yang sedang duduk di sofa, disamping tempat duduk Radit.


"Iya tante. Makasih." ucap Miko sambil tersenyum ramah lalu duduk disamping Radit.


Radit mengangguk sopan ke arah Miko sambil memperbaiki posisi duduknya. Radit dan Miko terpaut usia 6 tahun. Miko 27 tahun sedangkan Radit 21 tahun. Dan umur Tania 18 tahun menjelang 19 tahun.


("Hmm ... Kira-kira siapa yah yang akan dipilih Tania nanti? Apakah yang muda ataukah yang lebih dewasa? Kalau pembaca suka yang mana?" tanya Author😅)


Tania yang tadinya duduk di sofa disamping Radit sekarang lebih memilih untuk duduk dipinggir tempat tidur bersama Tasya. Miko terus mencuri pandang ke arah Tania. Radit yang duduk disampingnya merasa sedikit aneh melihat sikap Miko yang sering memandang ke arah pacarnya.


Tidak lama kemudian, Hendra pun keluar dari kamar mandi. Ia segera menyapa sahabatnya itu.


"Nggak kok, barusan." jawab Miko.


"Lo nggak sama Kevin kesini?" tanya Hendra.


"Tuh anak lagi sibuk Hend, sore ini katanya ada meeting dengan klien baru. Tapi katanya dia mau mampir kesini kok, setelah pulang kantor nanti sore. Kantornya juga nggak jauh kok dari sini." jelas Miko.


"Oh gitu. Kalau Lo Mik, gimana Restoran yang Elo kelola sejak 3 tahun yang lalu? Gue nggak pernah kesana lagi semenjak waktu itu." tanya Hendra. Terakhir kali ia pergi ke restoran Miko, 2 hari sebelum ia kembali ke kampung halamannya.


"Alhamdulillah Hend. Sekarang Gue juga udah buka cabang di daerah X dan Y. Semuanya juga selalu ramai tiap hari." jawab Miko.


"Wah wah wah, sukses dong Lo." ujar Hendra.


"Alhamdulillah. Oh iya, Malam ini, aku mau ngundang kalian semua makan malam disana." jelas Miko.


"Boleh, boleh. Lumayan, makan malam gratis kita." ucap Hendra seraya tergelak.


"Kalau soal itu, Lo tenang aja Hend." balas Miko sambil ikut terbahak.


"Oh iya, ngomong-ngomong, gimana hubungan Lo sama Lyvia? Kapan Lo nikahin dia?" tanya Hendra.


"Soal itu, kami udah putus sejak 2 tahun lalu." jawab Miko.


"Oh yah. Kenapa? Padahal Lo dan Lyvia itu kelihatan cocok banget." tanya Hendra.


"Mm ... dia khianatin Gue. Ah udahlah Hend, nggak usah bahas soal dia lagi." jawab Miko. Ia sangat tidak suka mendengar nama mantan pacarnya tersebut.


"Sorry, sorry. Terus, sekarang Elo udah dapat penggantinya belum?" tanya Hendra lagi.


"Nggak ada sih. Gue udah capek pacaran. Gue udah dewasa sekarang, maunya sih langsung nikah aja nanti." jawab Miko.


"Lo udah dapet calon?" tanya Hendra.


"Mm ... Kalo itu, Gue baru usaha buat deketin calon istri Gue." jawab Miko tersenyum sambil melihat ke arah Tania.


"Oh yah. Bisa nggak Lo kenalin ke Gue? Siapa tau Gue bisa bantu." tanya Hendra penasaran. Ia sangat penasaran dengan sosok gadis yang dimaksud dengan sahabatnya itu. Yang tidak lain adalah Tania, adik iparnya sendiri dan pacar si Radit, adik sepupunya.


"Gue emang butuh bantuan Lo Hend. Tapi Gue pikir belum waktunya. Nanti setelah Gue nemu waktu yang pas, Gue pasti bakal minta bantuan Elo." jelas Miko.


"Mm ... nggak masalah Mik. Gue pasti bakalan bantuin Elo kalo Gue mampu. Secara Elo sahabat baik Gue sedari Remaja. Apalagi jika itu menyangkut kebahagiaan Lo, Gue pasti bakalan turut andil." balas Hendra.


Miko tidak sadar kalau Radit memperhatikan gerak-geriknya dari tadi. Radit sangat geram saat Miko berkata kalau dirinya baru berusaha mendekati calon istrinya, sambil Miko melihat ke arah Tania. Meskipun belum ada bukti, tapi Radit memiliki firasat buruk dan harus berhati-hati pada Miko. Radit tidak mau kalau sampai Miko merebut Tania darinya.