How To Love You

How To Love You
Bab 77



Note : Bab ini belum direvisi, mohon jangan dibaca dulu ya.


...---------------- ...


10 Menit kemudian, Tania sudah siap dan keluar menghampiri Radit. Ia sudah lengkap dengan pakaian serba hitamnya. Pakaiannya simpel namun tetap terlihat cantik dan menawan.


Setelah mereka berpamitan pada Bu Indah, mereka pun kemudian berangkat. Diperjalanan, Tania diam saja, ia terlihat kesal dan cemberut sambil mengarahkan pandangannya kearah luar. Radit pun bermaksud menggodanya.


"Mau melayat kemana Nia serba hitam?" tanya Radit mengoda Tania yang berpakaian serba hitam.


"Cerewet banget sih." jawab Tania ketus.


"Orang baru ngomong juga, udah dibilang cerewet aja. Heran." gumam Radit heran.


"Jangan ganggu yah Dit. Aku mau lanjutin tidur dulu. Kamu sih tadi ganggu jam istirahat orang. Katanya berangkat jam 2, eh tau-taunya datang jam 1." omel Tania menyalahkan Radit.


"Iya, maaf-maaf. Aku yang salah. Aku tadi nggak sabar pengen ketemu kamu sayang makanya aku datang 1 jam lebih awal." ucap Radit meminta maaf sambil fokus menyetir.


"Ellaaah. Maaf-maaf." omel Tania kesal.


"Lah. Terus aku harus bilang apa dong?" tanya Radit bingung.


"Auu." jawab Tania ketus.


"Jangan marah dong sayang. Aku kan udah minta maaf sama kamu." ujar Radit. Ia berusaha membujuk Tania agar Tania berhenti marah padanya.


"Sayang-sayang." ucap Tania kesal.


"Ampun dah, ini emak-emak satunya. Suka banget ngomel-ngomel." gumam Radit sambil membuang pandangannya kesamping.


"Apa kamu bilang?" tanya Tania dengan nada tinggi sambil melotot ke arah Radit.


"Eh hehe. Nggak kok sayang. Itu tadi, ada emak-emak yang naik motor nggak pake helm. Aku takut dia ditilang." bohong Radit.


Tapi Tania tidak percaya begitu saja pada ucapannya. Tania masih melotot dan menatap tajam ke arah Radit.


"Bukan kamu kok sayang. Beneran." bohong Radit lagi sambil tertawa dipaksakan.


"Galak banget sih nih emak-emak. Kalau sampai nanti aku nikah sama dia. Terus ketahuan selingkuh. Hm ... bisa-bisa aku dikuliti hidup-hidup. Ih serem." batin Radit sambil bergidik ngeri.


Suasana jadi hening. Radit tidak mau mengajak Tania berbicara lebih banyak lagi. Ia juga tidak tahan kalau harus mendengar omelan-omelan Tania yang sudah seperti emak-emak galak.


"Mungkin gara-gara tidur siangnya terganggu. Makanya dia jadi marah-marah nggak jelas begitu. Aku udah kayak bangunin macan tidur aja."  batin Radit sambil menghembuskan napasnya kasar.


Taniapun mulai melanjutkan tidurnya. Tidak butuh waktu lama untuk dia terlelap kembali.


Setelah selesai makan siang. Diperjalanan pulang, Hendra mengajak Tasya untuk singgah berbelanja di mini market sebelum mereka kembali ke rumah.


"Sayang. Singgah yuk belanja di Alfamart depan sana." ajak Hendra sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kamu mau beli apa sayang?" tanya Tasya.


"Ada deh. Nanti kamu akan tahu setelah kita sampai disana." jawab Hendra.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di tempat mereka berbelanja. Hendra memasukkan beberapa kotak susu ibu hamil dengan varian rasa yang berbeda ke dalam keranjang belanjaannya.


"Untuk siapa itu sayang?" tanya Tasya bingung. Ia bingung karena Hendra membeli beberapa kotak susu ibu hamil sedangkan dirinya belum hamil.


"Untuk kamulah sayang. Masa untuk si Puss?" canda Hendra lalu tertawa.


"Aku? Tapi, aku kan belum hamil sayang." tanya Tasya bingung.


"Iya memang. Tapi katanya ini bagus buat yang lagi program hamil." jelas Hendra.


Tadi saat ia sendiri dirumahnya, ia mencari info seputar kehamilan di google untuk menghilangkan kebosanannya. Hitung-itung ia belajar jadi suami yang cepat tanggap. Ia sudah tidak sabar membuat Tasya segera hamil anaknya.


"Oh." ucap Tasya. Ia tahu kalau Hendra ingin dirinya hamil secepatnya.


Setelah mereka selesai belanja mereka pun segera kembali melanjutkan perjalanan pulang.


"Sayang. Kalau tidak salah, aku pernah melihat banyak kemangi di kebun belakang rumah milik ibu." ujar Hendra. Ia pernah tidak sengaja melihat tanaman kemangi di kebun sayuran milik Bu Indah saat ia berkunjung beberapa hari yang lalu.


"Iya, disana memang banyak kemangi. Bukan cuma kemangi, tapi sayuran yang lainnya juga banyak. Memangnya untuk apa sayang? Kamu mau makan kemangi?" tanya Tasya.


"Tadi aku baca sebuah artikel di google. Katanya kemangi bagus untuk meningkatkan kesuburan organ reproduksi pria dan wanita." jelas Hendra.


"Oh. Masa sih sayang?" lanjut Tasya.


"Iya, tadi menurut tulisan di artikelnya begitu. Kita ke rumah ibu yah sayang. Kita ambil kemangi yang banyak." ajak Hendra. Ia terlihat begitu bersemangat.


"Iya terserah kamu sayang." jawab Tasya sambil tersenyum.


Ia merasa bahagia melihat suaminya yang begitu bersemangat kalau menyangkut masalah kehamilannya. Tasya juga berharap ia bisa segera hamil secepatnya. Ia ingin menjadi istri yang baik dan membahagiakan suaminya.