How To Love You

How To Love You
By Phone



Sore hari saat pulang dari toko, Tasya bersama kedua adiknya, Tania dan Tantri membantu ibu mereka, yaitu ibu Indah untuk menyiapkan makan malam di dapur.


Tasya dari kecil memang suka membantu ibunya memasak. Masakan-masakannya memang patut diacungi jempol.


Sementara itu di waktu yang sama namun tempat yang berbeda. Fathur ternyata sedang memikirkan gadis itu. Pemuda itu duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya sambil menatap nomor kontak Tasya di layar smartphone-nya.


"Mungkin sekarang dia sudah ada di rumah. Sebaiknya aku mencoba menghubunginya sekarang." Fathur berbicara sendiri seraya mulai menghubungi Tasya untuk yang pertama kalinya.


Tut ... tut ... tut ....


"Tersambung."


Setelah tersambung selama kurang lebih satu menit, namun panggilan pertama Fathur tersebut tidak mendapatkan jawaban. Itu karena Tasya tengah sibuk bergelut di ruang dapur bersama kedua adiknya sedangakan ponselnya sendiri dia simpan di dalam kamarnya.


"Coba aku telpon sekali lagi, siapa tau diangkat." Sekali lagi Fathur mencoba menghubungi Tasya namun kali ini panggilannya masih belum mendapatkan jawaban juga.


"Hm ... masih belum diangkat, mungkin dia sedang sibuk. Coba aku chat aja."


📨 Fathur :


Lagi sibuk ya?


...----------------...


Jam sudah menunjukkan pukul 19:45 waktu setempat. Usai makan malam dan shalat isya, Tasya pun mengambil smartphone nya lalu duduk dipinggir tempat tidurnya sambil mengecek benda pipih miliknya tersebut. Gadis itu melihat ada dua panggilan tak terjawab dari nomor asing dan satu pesan chat dari nomor yang sama.


Astaga. Dari kak Fathur.


Dilihat dari foto profil pemilik nomor asing tersebut Tasya bisa langsung tahu kalau pesan itu dari sang pujaan hati.


Gadis itu merasa sangat senang sekaligus deg-degan. Dia menarik napasnya dalam-dalam melalui hidung lalu menghembuskannya lewat mulut, kemudian mulai membalas pesan tersebut.


📨 Tasya :


Maaf baru balas kak.


Tadi sore saya bantuin ibu


masak buat makan malam


tapi sekarang udah gak sibuk


lagi kok.


Setelah pesannya terkirim, beberapa detik kemudian, Fathur langsung membalas chatnya.


^^^📨 Fathur :^^^


^^^Oh iya, gak apa-apa.^^^


^^^Kamu lagi apa sekarang?^^^


📨 Tasya :


Lagi duduk aja kak.


Istirahat di kamar.


^^^📨 Fathur :^^^


^^^Oh.^^^


^^^Aku boleh nelpon kamu gak sekarang?^^^


^^^Sebentar aja.^^^


Hah? Kak Fathur mau nelpon aku? Gak salah nih? Tasya merasa tidak percaya membaca isi pesan chat dari Fathur.


Detak jantung gadis itu semakin tidak terkontrol, mengingat Fathur adalah pemuda yang selama ini dia sukai selama bertahun-tahun.


^^^📨 Fathur :^^^


^^^Kok gak dibalas?^^^


^^^Kamu gak mau ya^^^


^^^ngobrol sama aku?^^^


^^^Oh, apa jangan-jangan^^^


^^^ada yang marah kalo^^^


^^^aku hubungin kamu?^^^


Eh, eh, eh, gak itu. Aduh ... gimana cara jelasinnya ya? Gak mungkin 'kan aku bilang kalo aku deg-degan bicara sama dia. Kan aku malu.


Aduh ... jangan sampe kak Fathur salah paham. Bisa gawat kalau dia salah paham.


Lebih baik aku balas aja chatnya sekarang juga.


📨 Tasya :


Boleh kok kak.


Gak bakalan ada yang marah


soalnya aku bukan punya pacar siapapun.


Tidak sampai satu menit setelah Tasya mengirim pesan tersebut.


Dreet dreet, dreet dreet.


Ponsel Tasya bergetar, panggilan dari Fathur. Dia belum mengganti mode getar ke mode suara setelah pulang dari toko.


Detak jantung gadis itu semakin menjadi-jadi, dia berusaha menenangkan dirinya dan mengatur napasnya dengan baik sebelum menjawab panggilan tersebut.


"Ekhem, ekhem." Tasya berdehem untuk menetralkan suaranya sebelum akhirnya dia menjawab panggilan Fathur.


📱Tasya :


Halo. Assalamu'alaikum.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Wa'alaikum salam.^^^


^^^Aku ganggu gak?^^^


📱Tasya :


Nggak kok, Kak.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Mm.^^^


^^^Kamu sekarang lagi apa?^^^


📱Tasya :


Gak ngapa-ngapain,


cuma lagi duduk aja.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Oh.^^^


📱Tasya :


Kak Fathur sendiri


lagi apa sekarang?


Tasya menggigit sudut bibir bawahnya sambil memejamkan matanya kuat-kuat. Gadis itu masih merasa malu-malu mengobrol dengan pujaan hatinya di telepon.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Kamu sudah makan?^^^


📱Tasya :


Sudah tadi. Mm ...


Kak Fathur kok perhatian?"


Tasya senyum-senyum sendiri.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Mm? Hehehe.^^^


^^^Fathur tidak tahu harus menjawab apa. Pemuda itu hanya bisa tertawa sambil menggaruk-garuk^^^


^^^tengkuknya yang tidak gatal.^^^


📱Tasya :


Kak Fathur sendiri


sudah makan belum?


Spontan Tasya menepuk jidatnya sendiri karena tidak sengaja salah bicara.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Tuh, kamu juga perhatian.^^^


...Keduanya pun tertawa bersama. Kali ini suasana sudah sedikit lebih mencair, Tasya tidak segugup yang sebelumnya....


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Aku juga sudah makan tadi.^^^


^^^Oh iya, kapan kamu libur?^^^


📱Tasya :


Kalau gak tukaran waktu


jaga sama temanku sih


biasanya hari minggu, Kak.


Kenapa emangnya?


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Nggak. Aku cuma^^^


^^^mau ngajakin kamu jalan.^^^


Apa? Kak Fathur mau ngajakin aku jalan? Aku gak salah dengar, 'kan? Tasya merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Halo, kok diam aja?^^^


^^^Gak mau, ya?^^^


📱Tasya :


Bu-bukan, bukan begitu, Kak.


Saya mau kok,


tapi jalan kemana dulu?


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Ya kemana aja terserah kamu.^^^


^^^Kamu 'kan lebih tau daerah^^^


^^^sini ketimbang aku.^^^


📱Tasya :


Iya juga ya. Hehe.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Jadi, hari minggu, ya?^^^


📱Tasya :


Mm ... saya gak janji, Kak.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Loh kenapa?^^^


^^^Tadi 'kan kamu sudah setuju.^^^


📱Tasya :


Aku harus minta ijin dulu


sama ayah sama ibu, Kak.


Kalau diijinin baru deh aku


bisa jalan sama Kak Fathur.


Kalo gak diijinin ya gak juga.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Oh begitu. Ya udah, nanti^^^


^^^kamu kabari aku kalau kamu^^^


^^^sudah dapat ijin dari^^^


^^^om Rudi dan tante Indah.^^^


📱Tasya :


Iya, Kak. Aku pasti


kabarin Kak Fathur nanti.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Aku tunggu ya.^^^


📱Tasya :


Oke.


^^^📱 Fathur :^^^


^^^Ya sudah, kamu istirahat aja^^^


^^^dulu. Nanti aku hubungi^^^


^^^kamu lagi lain kali.^^^


📱Tasya :


Iya, Kak.