
Note : Bab ini belum direvisi, mohon jangan dibaca dulu.
"Sayang. Kenapa melamum?" tanya Hendra lagi.
"Ah, apa sayang? Maaf tadi aku tidak dengar." jawabnya terbangun dari lamunannya.
"Aku bilang ayo kita naik ke kamar." jelas Hendra.
"Oh, ayo. Eh, tunggu sebentar sayang aku matikan tvnya dulu." katanya lalu beranjak dari tempat dudukya menuju ruang tengah.
Sekarang mereka sudah berada dikamarnya kembali dan duduk di sofa. Hendra membaringkan istrinya di sofa berbantalkan pahanya. Ia membelai-belai rambut istrinya dan sesekali mencium pipi dan tangan istrinya. Tasya pasrah saja menerima perlakuan suaminya.
"Sayang." panggil Hendra.
"Iya sayang." jawabnya.
"Apa kamu tidak mau mencoba alat make up mu?" berusaha mencari cara untuk menghibur istrinya yang terlihat sangat lesu dari tadi.
"Eh iya yah sayang, kok aku tidak kepikiran tadi." bangun dengan wajah sumringah. Sekarang ia lupa dengan apa yang akan terjadi padanya satu minggu lagi.
"Ayo, aku ingin melihat kamu menggunakannya." ucap Hendra.
"Tapi aku tidak terlalu pandai bermake up sayang." ujarnya.
"Tidak apa-apa. Itung-itung kamu latihan merias diri untukku. Di luar sana banyak pelakor, kamu harus pandai-pandai merawat diri." ucapnya menggoda istrinya.
"Huh, pelakor. Awas saja kalau kamu sampai tergoda. Aku akan ..." ucapnya kesal. Ia sendiri tidak tahu kenapa ia bisa sekesal itu saat suaminya menyebut kata pelakor.
"Hehe ... akan apa?" masih menggoda istrinya.
"Sudah lupakan. Ah aku punya ide. Aku mau cari tutorial make up di youtube, aku belajar make up dari youtube saja." usulnya. Ia pun mencari tutorial make up natural ala beauty vloger idolanya.
"Oke sudah dapat." ucapnya bersemangat. Ia pun segera menuju lemari rias untuk memulai aksinya.
"Ternyata semudah ini menyenangkanmu sayang." batin Hendra.
...----------------...
Tasya sekarang sedang memulai aksinya. Ia memulai dengan menyalakan lampu bulat yang mengelilingi cermin lemari riasnya. Ia juga meletakkan sebuah cermin bundar berukuran sebesar piring tepat dihadapannya. Tadi dia sudah mencuci wajahnya di kamar mandi dan ia juga sudah melingkarkan bandana di kepalanya.
Sekarang ia sudah mulai memutar video tutorial make up yang ingin ia ikuti. Ia memastikan dulu alat-alat make up yang digunakan beauty vloger tersebut ada pada lemarinya. Ia pun mengumpulkannya satu persatu dan memastikan tidak ada yang kurang satu pun. Begitu pula dengan beauty blender beserta kuas-kuas make up nya.
Pertama-tama yang ia lakukan adalah membersihkan wajahnya dengan face cleanser untuk memastikan tidak ada kotoran dan sisa-sisa sabun yang tersisa diwajahnya. Seperti yang dilakukan beauty vloger itu pada konten youtubenya. Yang kedua ia mengoleskan face primer diwajahnya. Ia menjeda videonya setiap kali ia mengikuti tahap demi tahap. Kemudian ia mulai menggambar alis lalu merapikannya dengan concelear setelah selesai menggambar kedua alisnya. Ia menggunakan pensil alis berwarna dark grey agar terlihat lebih natural. Selanjutnya, ia meratakan foundation diseluruh bagian wajah dan lehernya. Ia menggunakan foundation yang paling mendekati warna kulit punggung tangannya. Ini agar make upnya terlihat senatural mungkin.
Ia mengikuti tahap demi tahap persis yang ia lihat di video tutorial itu hingga selesai. Sekarang ia tinggal menyemprotkan setting spray di wajahnya. Ini fungsinya untuk membuat make upnya menyatu dengan kulit, tidak mudah luntur, dan tentunya agar wajahnya terlihat segar dan lebih natural.
Ia takjub dengan hasil riasannya sendiri. Ternyata ia punya bakat terpendam selama ini. Mungkin karena keseringan nonton tutorial make up makanya ia mengerti walaupun hanya sedikit-sedikit. Ia pun melepas bandana yang melekat di kepalanya dari tadi. Lalu membuka kunciran rambutnya dan membiarkan rambut panjangnya tergerai. Ia lalu menyisir rambutnya agar terlihat lebih rapi. Dan hasilnya, perfecto. Ia terlihat tidak seperti Tasya yang dulu. Sekarang ia terlihat sangat cantik atau tepatnya jauh lebih cantik dari sebelumnya, meskipun dulu ia memang sudah cantik dari sananya. Tapi sekarang ia terlihat sangat jauh berbeda, sangat cantik mempesona. Entah akan seperti apa reaksi Hendra nanti saat melihat istrinya yang sudah berubah jadi semakin cantik.
"Wah, aku lumayan cantik juga ternyata hehe." batinnya sambil melihat pantulan dirinya di cermin.
Ia pun bermaksud memperlihatkan hasil karya pertamanya pada suaminya.
"Yah, sudah tidur pasti kamu kelelahan nunggu yah Puss." batinnya lalu menghampiri suaminya yang tertidur di sofa.
Ia pun duduk di lantai depan sofa, ia melihat jam di hp Hendra yang ada di meja.
"Ternyata sudah empat puluh lima menit berlalu, pantas kamu ketiduran." batinnya sambil menatap suaminya yang sedang tertidur pulas.
"Ternyata kamu ganteng juga Puss kalau lagi tidur hehe." batinnya tersenyum sambil terus memperhatikan wajah suaminya.
"Hidung mancung, alis tebal, bulu mata panjang dan kulit putih bersih. Kenapa kamu bisa memiliki semua ini? Ditambah lagi senyummu yang begitu manis. Sempurna dan sangat tampan. Pantas saja banyak gadis di luar sana yang tergila-gila karena pesonamu. Kenapa aku yang kamu cintai justru merasa biasa saja? Apakah aku kurang bersyukur memilikimu? Kamu bahkan memperlakukanku dengan sangat baik. Yah, semoga saja yang dikatakan Dewi itu benar adanya. Aku harap aku juga bisa mencintaimu seiring berjalannya waktu kita bersama. Dan kamu harus tepati janjimu untuk mengajariku cara mencintaimu." batinnya sambil mengelus-elus wajah suaminya dengan lembut.
Ia membaringkan kepalanya di pinggir sofa tempat Hendra tertidur. Tanpa ia sadari, ia pun juga ikut tertidur.