
Note : Bab ini belum direvisi, mohon jangan dibaca dulu.
...----------------...
Setelah masuk dihalaman rumahnya, Radit segera memarkirkan mobilnya digarasi. Tiba-tiba ia mendengar suara handphone yang berbunyi. Ia memeriksa handphonenya sendiri, tapi ternyata bukan. Ia segera mematikan mesin mobilnya dan mencoba mendengarkan baik-baik dari mana suara itu berasal, ia mengarahkan pandangannya ke bawah dan ternyata benar, handphone itu ada didekat kakinya. Ia segera mengambil benda pipih itu dan memeriksanya.
"Sist Natasya Putri." ucapnya membaca nama Id pemanggil.
Radit segera menggeser tombol hijau yang ada dilayar handphone tersebut.
"Halo." ucap Radit.
"Radit? Itu kamu Dit?" tanya Tasya kebingungan karena bukan Tania yang menjawab panggilannya.
"Iya kak ini aku. Tadi hp Tania ketinggalan di mobil." jelas Radit seraya keluar dari mobilnya.
"Jadi kamu ada dimana sekarang? Apa kalian udah sampai?" tanya Tasya lagi.
"Iya kak barusan. Ini aku udah ada dirumah. Aku udah ngantar Tania tadi sampai dirumah." jawab Radit seraya membuka pintu rumahnya.
"Syukurlah kalo begitu." ucap Tasya.
Setelah sambungan teleponnya terputus. Radit segera masuk kedalam kamarnya dengan wajah ceria dan penuh semangat. Berbeda dengan tadi, sewaktu masih dalam perjalanan pulang bersama Tania. Tadinya ia berpikir kalau ia tidak akan punya alasan lagi untuk dekat dengan Tania. Tapi ternyata ia salah, takdir berkehendak lain.
Radit segera melompat naik keatas kasurnya.
Saking senangnya, ia bahkan lupa membuka sepatu dan jaketnya. Senyum bahagia terus tersungging dibibirnya. Ia berniat mengutak-atik isi hp Tania, meskipun ia tahu kalau si empunya akan marah kalau dia sampai ketahuan mengutak-atik privasi orang.
"Waduh. Pakai password lagi." ucap Radit. Ia mencoba berpikir, kira-kira apa passwordnya.
"Ahhaa. Mungkin dia pakai tanggal lahirnya." ucap Radit lalu mencoba mengetik sesuai tanggal lahir Tania. Radit tahu tanggal lahir gadis itu, karena ia pernah menembak Tania pas dihari ulang tahun Tania. Tapi sayang, ia ditolak.
"Yes. Berhasil!" serunya sambil mengecup foto Tania yang jadi wallpaper smartphone itu.
Pertama-tama, Radit membuka galery foto yang ada di hp tersebut. Ia senyum-senyum sambil menggeser foto-foto cantik dan imut milik Tania. Salah satunya adalah dua foto dibawah ini.


Sesekali ia melihat foto Tania bersama teman-teman sekolahnya. Sepertinya foto itu diambil usai pengumuman kelulusan karena baju Tania dan teman-temannya dipenuhi tanda tangan dan cat pilox berbagai warna. Ada juga foto saat acara akad nikah Tasya dan Hendra. Foto keluarga besar mereka dan masih banyak foto yang lainnya.
Ia kemudian membuka sebuah folder yang didalamnya ada didalam folder lagi begitu seterusnya hingga berapa lapis. Ia penasaran apa isi folder tersebut. Kenapa sepertinya ada sesuatu yang ingin disembunyikan sang pemilik hp. Radit menemukan beberapa foto Tania yang tidak mengenakan hijab. Ia jauh terlihat lebih cantik dan imut saat tak mengenakan hijab.
"Kalau aku jadi suamimu nanti, aku pasti jadi laki-laki yang paling beruntung." ucapnya sambil tersenyum.
Salah satunya adalah foto dibawah ini. Foto Tania saat tidak mengenakan hijab.


Setelah menggeser foto-foto Tania satu per satu, dan benar saja ia melihat foto Tania yang sepertinya baru selesai mandi dan hanya mengenakan tank top dan berpose imut dengan memanyunkan sedikit bibirnya.
(Note : Yang pake tank top nggak usah ditampilin yah😅)
Radit merasa semakin gemas melihat Tania berpose seperti itu, bukan karena ia terlihat seksi namun karena ia jauh terlihat imut dengan bibirnya yang menyerupai bibir ikan tersebut ditambah rambut indahnya yang terlihat hitam dan lurus. Radit sudah lama tidak melihat Tania tanpa mengenakan hijab. Terakhir ia melihatnya dulu saat Tania masih SD. Setelah masuk SMP, Tania mulai mengenakan hijab. Hingga kini Tania masih mempertahankan penutup kepalanya tersebut.
***
Tania merebahkan tubuhnya yang kelelahan akibat perjalanan panjangnnya hari ini bersama Radit. Setelah kurang lebih 10 menit melepas kelelahan. Ia pun berjalan keluar ke kamar mandi dengan langkah malas hendak mencuci wajahnya dan menggosok giginya sebelum tidur.
"Tania. Makan dulu nak." kata Bu Indah yang duduk di meja makan.
"Nggak bu. Aku udah makan tadi dijalan." jawab Tania sambil terus melangkah ke kamar mandi.
Setelah selesai, ia pun kembali ke kamarnya dan mengganti bajunya dengan pakaian tidurnya. Setelah itu, ia duduk di pinggir ranjangnya sambil membuka tas kecil yang ia pakai tadi siang. Ia ingin mengambil smartphonenya, namun ia tidak menemukannya. Ia mengeluarkan semua isi tas tersebut dan tetap tidak menemukannya. Ia baru ingat kalau ia menjatuhkan handphonenya tadi di mobil saat Radit mengerjainya.
"Sial." Tania mendengus kesal sambil menjatuhkan dirinya dikasur dengan posisi tengkurap.
"Ini semua gara-gara si Radit menyebalkan itu." ucapnya sambil memukul-mukul bantal yang ada disampingnya.
"Aku harus mengambil hpku besok di mobilnya sebelum dia bangun." ucapnya lalu membalikkan posisinya menjadi telentang.
"Iya, harus. Aku malas kalau harus bertemu lagi dengannya. Aku harus kesana pagi-pagi sekali." ucap Tania yakin dengan keputusannya.
Tania merasa sangat malu dan canggung kalau ia harus bertemu lagi dengan Radit. Mengingat kejadian yang baru saja ia lalui tadi bersama Radit saat dalam perjalanan pulang. Tania pun mulai memejamkan matanya, berharap malam cepat berlalu dan segera berganti menjadi hari esok.
***
Hendra dan Tasya sedang berada dikamarnya. Hendra bersandar pada tempat tidurnya sedangkan Tasya berbaring berbantalkan paha Hendra sambil chatingan bersama teman-temannya di grup whatsappnya.
"Liat apa sih? Kok ketawa-ketawa sendiri?" tanya Hendra penasaran sambil tangannya membelai-belai rambut Tasya.
"Ini loh sayang. Si Yuni teman aku, dia ngirim video lucu di grup, lucu banget. Hahaha." jawab Tasya.
"Coba liat." ucap Hendra sambil mengarahkan layar hp Tasya kearahnya.
"Hahaha." Hendra tertawa.
"Lucu kan sayang." lanjut Tasya.
"Iya sayang lucu banget. Teman kamu itu punya selera humor yang bagus juga yah. Sampai-sampai dia membagikan video lucu seperti itu grup." ucap Hendra seraya masih tertawa mengingat video lucu yang barusan ia lihat.
"Iya sayang. Yuni emang gitu orangnya. Dia juga suka ngelawak kalau kita lagi ngumpul bareng. Hehe." jelas Tasya sambil mengingat temannya.
"Sayang. Tidur yuk! Besok kamu masuk pagi kan?" ajak Hendra.
"Iya sayang. Besok aku masuk pagi, pulangnya siang." jawab Tasya.
"Aku anter yah." kata Hendra.
Tasya mengangguk sambil tersenyum. Mereka pun kemudian tidur bersama sambil berpelukan.