How To Love You

How To Love You
Bab 94



45 Menit Kemudian, Apartemen Hendra


Apartemen itu masih sama dengan 3 tahun yang lalu semenjak Hendra meninggalkannya terakhir kali. Beberapa hari yang lalu, Kevin sudah membayar seseorang untuk membersihkan tempat tersebut atas ijin Hendra.


Semuanya sudah berkumpul di apartemen, tidak terkecuali Miko dan juga Kevin. Kelima laki-laki tersebut sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang. Sedangkan yang perempuan menyiapkan makanan dan minuman. Untuk makan siang mereka, Hendra sudah memesan makanan secara online melalui aplikasi G-Food. Tasya dan Tania keluar sambil membawa nampan yang berisi minuman dan kue bolu khas dari kampung.


Miko terus memperhatikan Tania yang berjalan ke arah mereka tanpa disadari oleh siapapun. Semenjak pertemuan pertama mereka di bandara, Miko sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Tania. Ia terus mencuri pandang ke arah gadis itu.


Setelah meletakkan isi nampan itu dimeja, Tasya dan Tania masuk ke dalam. Tidak lama kemudian, Radit menyusul Tania karena ia bosan mendengar obrolan orang-orang dewasa yang tidak ia mengerti. Ia juga tidak ingin jauh-jauh dengan gadis yang ia percaya sebagai masa depannya tersebut.


"Nia. Bikinin aku minum dong." perintah Radit. Ia mengambil tempat duduk disamping Tania yang duduk di meja makan sambil nonton youtube.


"Loh, bukannya kamu punya jatah minuman di luar?" tanya Tania.


"Aku maunya minum minuman buatan kamu sayang." bisik Radit.


"Kamu mau dibikinin apa emangnya?" tanya Tania.


"Apa aja, yang penting kamu yang buat." jelas Radit.


"Bagaimana kalau aku bikinin kamu kopi instan? Tadi aku liat ada disitu." tanya Tania.


"Terserah. Aku minum apa aja yang penting kamu yang buat." jawab Radit sambil tersenyum.


"Yah udah deh, tunggu disitu sebentar." balas Tania lalu beranjak membuatkan Radit segelas kopi.


***


Setelah cukup lama mereka mengobrol, Miko terus mencari sosok Tania yang tidak kunjung keluar-keluar juga. Miko pun akhirnya mencari alasan untuk bisa melihat Tania.


"Permisi, saya ke kamar mandi sebentar." pamit Miko pada Pak Gunawan, Hendra dan juga Kevin yang sedang mengobrol dengannya dari tadi.


Miko pun lalu berjalan menuju kamar mandi dapur karena ia melihat Tania masuk ke arah dapur tadi. Setelah berjalan sambil mencari sosok gadis yang ia cari-cari. Ia pun menemukan Tania sedang duduk dengan Radit sambil mengobrol di meja makan.


Tasya, Bu Indah dan Bu Arini sedang masuk istirahat di kamar. Apartemen itu punya dua kamar, jadi mereka bisa leluasa untuk beristirahat sebelum mereka berangkat ke hotel nanti sore.


"Permisi dek. Mau numpang kamar mandinya sebentar." seru Miko basa-basi. Ia sebenarnya tidak punya kepentingan didalam kamar mandi, tapi demi melihat sosok Tania yang berhasil mencuri hatinya itu, dia pun terpaksa menggunakan alasan tersebut.


Beberapa menit kemudian, Miko pun keluar dari kamar mandi. Ia berjalan sambil memperhatikan keakraban kedua sejoli tersebut. Radit yang menyadari keberadaan Miko hanya tersenyum dan mengangguk sopan kearahnya. Sedangkan Tania tidak menoleh sama sekali.


"Sepertinya kedua anak ini sangat akrab. Hm ... aku harus meminta bantuan adik sepupu Hendra untuk membantuku mendekati Tania." batin Miko.


Pukul 14:00 Sore


Setelah istirahat sebentar dan makan siang, mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju hotel yang rencananya akan di jadikan tempat untuk menggelar resepsi. Jarak tempuh dari apartemen ke hotel membutuhkan waktu 1 jam lebih.


Sesampainya di hotel, Hendra memesan 4 kamar untuk mereka tempati hingga H+2 acara. Kamar Hendra dan Tasya terletak di lantai 12, sedangkan 3 kamar lainnya berada di lantai 5 dan lantai 7. Radit meminta Hendra untuk memesankannya kamar yang berdekatan dengan kamar Tania. Tania tinggal satu kamar dengan Bu Indah. Sedangkan kamar Pak Gunawan dan Bu Arini terletak di lantai 5.


Setelah semuanya mendapatkan kunci kamar masing-masing. Mereka pun segera menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Lantai 7 Hotel


Radit, Tania dan Bu Indah berjalan mencari nomor kamar mereka sambil Radit membawa dua koper. Yang satu miliknya dan yang satunya lagi koper milik Bu Indah. Radit membantu membawa koper milik calon ibu mertuanya tersebut. Sedangkan Tania membawa koper miliknya sendiri. Setelah menemukan kamar mereka, Radit membawa koper Bu Indah masuk kedalam kamar.


"Terima kasih yah nak Radit. Maaf karena ibu sudah ngerepotin kamu." ucap Bu Indah.


"Nggak apa-apa kok Bu. Saya sama sekali nggak ngerasa direpotin." balas Radit.


"Kalau gitu saya kekamar saya dulu yah bu." pamit Radit. Kamar Radit berada tepat di depan kamar Tania dan Bu Indah.


"Nia. Aku ke kamar dulu yah." pamit Radit pada Tania.


"Iya. Makasih yah Dit." ucap Tania.


"Oke." balas Radit sambil mengedipkan sebelah matanya dan melingkarkan jari telunjuk dan jempolnya. Ia pun lalu beranjak keluar menuju kamarnya.


Lantai 12, Kamar Hendra dan Tasya


Hendra merebahkan tubuhnya di kasur empuk hotel tersebut, sedangkan Tasya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibat keringat yang menempel ditubuhnya seharian ini.


Setelah Tasya keluar dari kamar mandi, ia mendapati suaminya sudah terlelap diatas tempat tidur. Perjalanan dari Desa T menuju bandara butuh waktu kurang lebih 4 jam. Waktu terbang dari bandara SN ke Bandara SH butuh waktu kurang lebih 2 jam. Dari bandara SH ke apartemen butuh waktu hampir 1 jam. Dan dari apartemen ke hotel butuh waktu lebih dari 1 jam. Memang perjalanan yang menguras tenaga. Mereka bahkan berangkat dari Desa T ke bandara pukul 02:00 dinihari.


Setelah berganti pakaian dan memindahkan isi kopernya ke dalam lemari. Tasya pun ikut berbaring disamping suaminya. Mereka pun lalu tidur bersama dengan posisi Tasya memeluk suaminya dari belakang.