How To Love You

How To Love You
Bab 93



Beberapa Minggu Kemudian


Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat. Sekarang sudah H-5 acara resepsi pernikahan Tasya dan Hendra. Hendra, Tasya, Pak Gunawan, Bu Arini, Bu Indah, serta Radit dan juga Tania, sudah berangkat ke kota ABC. Mereka semua berangkat lebih awal untuk mengawasi persiapan pesta pernikahan yang akan digelar di hotel bintang 5 di kota tersebut. Pak Rudi dan Tantri akan menyusul H-2 acara tersebut. Karena Tantri sudah mulai masuk sekolah. Anggota keluarga dan teman-teman lainnya akan ikut menyusul saat acara sudah mulai dekat karena mereka memiliki kesibukannya masing-masing.


Bandara SH di Kota ABC


Pukul 10 pagi, Miko dan Kevin sudah menunggu mereka di bandara. Keduanya adalah sahabat baik Hendra yang tinggal di kota tersebut. Mereka datang untuk menjemput Hendra dan keluarga. Tidak lama kemudian muncullah rombongan yang mereka tunggu.


"Eh Mik, itu Hendra kan Mik, bersama keluarganya." kata Kevin sambil mencolek bahu Miko lalu menunjuk ke arah Rombongan Hendra.


"Eh iya Vin, itu bener mereka!" seru Miko.


Miko dan Kevin melambaikan tangannya pada Rombongan tersebut. Hendra pun menyadari keberadaan kedua sahabatnya itu lalu segera mengajak rombongannya menghampiri sahabatnya.


"Widih, istrinya si Hendra cantik banget Mik." ucap Kevin yang melihat Tasya berjalan sambil bergandengan tangan dengan Hendra.


"Cewek yang satu itu nggak kalah cantiknya Vin. Aku bisa tebak kalau itu pasti adik iparnya si Hendra, secara muka tuh cewek mirip sama muka istrinya si Hendra." ucap Miko yang salah fokus pada Tania.


"Iya Mik, aku pikir juga begitu. Wajah mereka emang kelihatan mirip sih." sambung Kevin.


"Hai bro apa kabar? Udah lama yah nunggunya?" tanya Hendra seraya memeluk kedua sahabatnya yang lama tidak bertemu itu.


"Nggak kok bro, belum juga 30 menit." jawab Miko.


"Apa kabar om, tante?" sapa Miko dan Kevin pada Pak Gunawan dan Bu Arini seraya mencium tangan mereka.


"Baik nak Miko, nak Kevin." jawab Pak Gunawan dan Bu Arini.


"Lo makin berisi aja Hend. Hidup lo makmur pasti yah semenjak ada ipar gue." ujar Kevin seraya tertawa.


"Hahaha bisa aja lo Vin. Oh iya kenalin, ini istri gue." kata Hendra memperkenalkan istrinya pada kedua sahabatnya.


Miko dan Kevin mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tasya. Tapi Hendra malah menepis tangan kedua sahabatnya itu. Miko dan Kevin saling lirik, mereka heran dengan sikap sahabatnya tersebut. Tasya tertawa melihat tingkah posesif suaminya.


"Tasya." ucapnya seraya mengatupkan kedua tangannya.


Miko dan Kevin akhirnya mengerti kalau gadis berhijab didepannya tersebut tidak sembarangan orang yang boleh menyentuhnya.


"Miko." Miko.


"Kevin." Kevin.


Ucap keduanya seraya ikut mengatupkan kedua tangannya.


"Oh iya ini ibu mertua gue sama adik sepupu dan adik ipar gue." ucap Hendra sambil memperkenalkan Bu Indah, Radit dan Tania.


Mereka berangkat menggunakan mobil Miko dan Mobil milik Kevin. Tasya, Hendra, Pak Gunawan dan Juga Bu Arini beserta koper-koper mereka ikut dengan mobil Kevin. Karena mobil Kevin lebih besar, lebih muat banyak barang dan penumpang. Sedangkan Radit, Tania dan Bu Indah ikut mobil Miko.


Didalam Mobil Kevin


"Lagi sibuk apa Lo sekarang Vin?" tanya Hendra.


"Gue sekarang lagi bantuin bokap gue ngelola perusahaannya." jawab Kevin sambil fokus menyetir.


"Wah wah wah, jadi anak konglomerat dong Lo sekarang Vin." ujar Hendra.


"Yah, bisa dibilang begitu Hend. Oh iya, Lo sekarang lagi sibuk apa? Kayaknya Lo betah banget tinggal di kampung." tanya Kevin.


"Kesibukan gue masih sama seperti dulu. Kalo soal betah di kampung, itu gue punya alasan tersendiri." jawab Hendra.


"Jangan bilang Elo betah di kampung gara-gara ipar gue. Hahaha. Ngaku aja Lo." ledek Kevin.


"Hahaha. Tau aja Lo Vin." tutur Hendra.


***


Didalam Mobil Miko


Bu Indah duduk di depan disamping Miko, sedangkan Radit dan Tania duduk di kursi penumpang bagian belakang.


"Tante sudah pernah kesini nggak?" tanya Miko memecah keheningan di antara mereka.


"Belum nak Miko. Ini pertama kalinya ibu datang kesini." jawab Bu Indah sembari melihat padatnya kendaraan di kota besar tersebut.


"Tante dan keluarga mau nggak saya bawa ke tempat liburan yang bagus di kota ini." tawar Miko sambil tersenyum ramah.


"Mm ... nanti ibu liat nak Miko, kalau kami punya waktu luang. Nak Miko tau sendiri kan, kami datang kemari bukan karena ingin liburan." jawab Bu Indah.


"Saya mengerti tante. Yah udah deh tante, kalo nanti tante punya waktu, tolong kabari saya. Saya siap membawa tante bersama keluarga besar tante piknik di tempat yang sangat bagus di kota ini." ujar Miko sambil sesekali melirik Tania di kaca spion mobilnya.


"Terima kasih nak Miko. Pasti ibu akan kabari kalau kami sekeluarga punya waktu." balas Bu Indah.


"Iya tante. Saya tunggu kabarnya." ujar Miko.


"Deketin dulu emaknya, baru anaknya. Hehehe." batin Miko tersenyum senang didalam hatinya.


Bu Indah dan Miko pun mengobrol panjang lebar di depan. Sedangkan yang di belakang sibuk dengan urusan mereka berdua. Hingga akhirnya tidak terasa mereka sudah sampai di apartemen milik Hendra.