
Note : Bab ini belum direvisi, mohon jangan dibaca dulu ya.
...----------------...
Pukul 13:00
Radit sudah bersiap-siap untuk jalan bersama Tania, pacar barunya yang baru jadian tadi pagi. Radit memilih kemeja dengan motif kotak-kotak.
Ia sudah tidak sabar ingin jalan bersama Tania siang ini. Tadinya mereka janjian berangkat pukul 2 siang, sekarang Radit malah berangkat kerumah Tania pukul 1 siang. Tidak butuh waktu lama untuk ia sampai kesana.
"Tok tok tok." Bunyi ketukan pintu yang diketuk oleh Radit.
"Assalamu'alaikum." sapa Radit setelah mengetuk pintu tiga kali.
"Wa'alaikum salam." jawab seseorang dari dalam.
Setelah pintu terbuka, terlihat Bu Indah yang datang membukakan pintu.
"Eh nak Radit. Silahkan duduk." ucap Bu Indah. Ia pun lalu ikut duduk bersama Radit di kursi teras.
"Ada perlu apa nak Radit datang kesini?" tanya Bu Indah.
"Saya kesini mau jemput Tania tante." jawab Radit yang duduk diseberang meja Bu Indah.
"Jemput Tania? Memangnya kalian mau kemana?" tanya Bu Indah lagi.
"Saya sudah janjian sama Tania buat jalan-jalan ke mall tante. Kita mau nonton bareng." jawab Radit.
"Oh. Sebentar yah tante panggilin." ujar Bu Indah seraya melangkah masuk ke dalam rumah. Bu Indah masuk ke dalam kamar Tania yang tidak terkunci.
"Yaa Allah ... ini anak." ucap Bu Indah saat mendapati anaknya sedang tidur.
"Tania. Tania. Bangun, nak." panggil Bu Indah membangunkan Tania.
"Ada apa sih bu? Tania baru aja tidur bu, jangan ganggu dulu." ucap Tania dengan mata yang masih terpejam.
"Tuh, ada nak Radit nungguin kamu di depan. Katanya sudah janjian sama kamu. Kok kamunya malah tidur." jelas Bu Indah.
"Apa bu? Radit?" sontak Tania bangun dari tidurnya. Sekarang posisinya sedang duduk dengan mata terbelalak. Ia kaget dengan kedatangan Radit yang begitu cepat menurutnya.
"Iya, nak Radit ada didepan nungguin kamu." jelas Bu Indah lagi.
"Memangnya sekarang jam berapa bu?" tanya Tania.
"Kalau tidak salah jam 1 lewat 5 menit." jawab Bu Indah.
"Hah?" kaget Tania.
"Ayo cepat bangun. Nanti dia kelamaan nunggunya loh." perintah Bu Indah lalu keluar dari kamar Tania.
Bu Indah berjalan menuju dapur mengambil minuman dan kue kering untuk Radit.
"Huh! Dasar cowok menyebalkan. Ganggu tidur orang aja. Katanya mau berangkat jam 2, eh tau-taunya datang jam 1. Gimana sih?" Tania mengomel sambil berjalan keluar menuju kamar mandi. Ia ingin mencuci mukanya yang masih sangat mengantuk sebelum bersiap-siap.
Bu Indah berjalan keluar sambil membawa sebuah nampan berisi satu gelas minuman rasa jeruk dan satu buah toples berisi kue nastar. Ia pun lalu meletakkan isi nampan itu di meja depan Radit.
"Makasih tante. Aduh, maaf ngerepotin." kata Radit.
"Tidak apa-apa nak Radit." balas Bu Indah.
"Om Rudinya kemana tante?" tanya Radit basa-basi.
"Ada dikamar. Lagi tidur siang." jawab Bu Indah.
"Oh." balas Radit.
"Nak Radit sabar yah nungguin Tania siap-siap. Soalnya dia baru saja bangun." kata Bu Indah.
"Iya tante nggak apa-apa. Sebenarnya Radit juga yang salah tante. Tadi pagi janjiannya jam 2 sama Tania, tapi Radit malah datangnya jam 1. Hehe." jelas Radit sambil tertawa.
"Oh. Hehe." Bu Indah ikut tertawa mendengar penjelasan Radit.
"Tante." panggil Radit.
"Iya. Kenapa nak Radit?" tanya Bu Indah.
"Radit boleh bertanya sesuatu nggak?" tanya Radit pelan.
"Apa itu?" tanya Bu Indah penasaran.
"Mm ... apakah tante sama Om Rudi ngebolehin Tania pacaran?" tanya Radit pelan. Entah keberanian apa yang ia miliki sehingga berani bertanya seperti itu pada Bu Indah.
"Pacaran? Mm ... kalau tante sih bukan hanya Tania yah, tapi semuanya. Tante tidak pernah melarang siapapun anak tante berpacaran. Tapi, ada tapinya." jawab Bu Indah menggantung.
"Tapi kenapa tante?" tanya Radit penasaran.
"Tapi mereka harus pandai jaga diri terutama untuk yang perempuan. Dan mereka juga harus ingat kalau mereka punya keluarga yang harus dijaga nama baiknya. Jangan sampai mereka melempar kotoran diwajah kami dan membuat kami malu." jelas Bu Indah.
"Omongan tante sama papa mamaku juga sama. Mereka berpesan seperti itu juga pada kami." sambung Radit.
"Kami? Maksud nak Radit?" tanya Bu Indah bingung. Ia mengeryitkan dahinya karena tidak mengerti maksud perkataan Radit.
"Maksud saya. Radit sama ... Tania tante." jawab Radit malu-malu.
"Kalian pacaran?" tanya Bu Indah kaget.
Radit menangguk malu-malu sambil tersenyum.
"Boleh kan tante?" tanya Radit pelan.
Bu Indah diam sejenak seperti sedang berpikir.
"Nak Radit. Tante harap, kamu bisa menjaga Tania yah. Kalian jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya kalian lakukan." pesan Bu Indah.
"In syaa Allah tante. Saya berjanji akan menjaga Tania dengan baik. Dan saya berjanji akan menjaga nama baik keluarga kita. Keluarga tante dan om. Dan juga keluarga besar saya sendiri." janji Radit pada Bu Indah dengan bersungguh-sungguh.
"Baik nak Radit. Tante harap kamu bisa memegang janji kamu." ujar Bu Indah penuh harap.