How To Love You

How To Love You
Bab 78



Note : Bab ini belum direvisi, mohon jangan dibaca dulu ya.


...----------------...


Pukul 15:00


Radit dan Tania sedang berada di parkiran sebuah mall yang ingin mereka kunjungi. Sudah 1 jam semenjak mereka sampai, tapi Tania belum juga terjaga dari tidurnya. Radit mulai gelisah dan khawatir, ia takut rencana yang ia susun tadi malam akan gagal sebelum ia memulainya. Tapi ia juga takut membangunkan Tania. Ia takut kalau gadis itu akan marah-marah tidak jelas lagi seperti tadi karena tidurnya terganggu.


Sementara itu didalam mall di sebuah food court. Yuda sedang gelisah menunggu kedatangan Tania sejak setengah jam yang lalu. Berkali-kali ia mencoba menghubungi nomor Tania, tapi tidak bisa tembus. Itu karena tadi malam Radit memblokir nomor Yuda di ponsel Tania.


"Tania kemana sih? Kok nggak muncul-muncul juga sampai sekarang." gumam Yuda sambil sesekali menengok jam tangannya.


"Nomornya juga nggak aktif lagi." gumam Yuda gelisah sambil sesekali menatap layar ponsel bergantian dengan pintu keluar.


"Apa jangan-jangan tuh anak mau ngerjain aku lagi." Yuda mulai curiga.


"Tapi, ah nggak mungkin. Tania bukan orang iseng seperti itu. Mungkin sekarang dia masih ada di jalan." Yuda menepis kecurigaannya.


Sementara itu, mantan pacar Yuda yang dihubungi oleh Radit tadi malam sudah berada di food court yang sama dengan Yuda. Gadis itu bernama Liana. Liana adalah teman kampus Radit tapi berbeda fakultas. Liana duduk disudut ruangan yang jauh dari tempat duduk Yuda, sehingga Yuda tidak menyadari keberadaannya. Liana sangat dendam pada Yuda. Karena Yuda telah mencampakkannya setelah Yuda berhasil merenggut mahkotanya. Ia bekerjasama dengan Radit untuk memberikan pelajaran pada Yuda.


Tadinya rencana mereka, Liana akan menggoda Yuda dan mengajaknya belanja disalah satu toko pakaian yang ada di mall itu. Setelah Liana memilih beberapa baju, dia akan mengajak Yuda untuk mengikutinya ke ruang ganti. Tentu saja yang ada dipikiran Yuda hanyalah wik wik semata. Karena Yuda itu seorang hypers*x.


Liana mengingat kalau Yuda merenggut miliknya yang sangat berharga setelah mereka habis nonton film romantis di bioskop. Liana terbawa suasana. Mereka melakukannya di dalam mobil Yuda. Liana masih mengingat kalau Yuda menyimpan banyak pengaman (k*nd*m) di dalam laci dashboard mobilnya. Tentu saja itu menjadi tanda kutip bagi Liana. Tapi Liana tidak peduli, ia sudah termakan janji-janji manis Yuda yang katanya mau menikahinya. Sehingga ia rela menyerahkan mahkotanya pada Yuda. Nyatanya setelah mereka sudah sering melakukannya, Yuda tiba-tiba saja memutuskannya dengan alasan yang tidak jelas. Yuda juga menghilang begitu saja setelah memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Satu kata yang menggambarkan sikap perempuan seperti Liana, "BODOH".


Kembali ke rencana Radit dan Liana. Setelah Liana berhasil menggoda Yuda. Radit akan mengajak Tania berbelanja di toko yang sama dengan Liana dan Yuda. Radit akan memilih satu buah baju dan menyuruh Tania segera masuk ke ruang ganti. Dan ... Tara ... kepergok deh. Tapi sayang, semua itu hanyalah rencana yang mereka susun matang-matang. Dan sepertinya rencana mereka akan gagal sebelum memulainya. Karena Tania sampai saat ini belum bangun juga.


Liana sangat yakin kalau rencananya dengan Radit pasti gagal. Ia melihat Yuda dan Rossa mengobrol dengan sangat mesra. Yuda menggenggam tangan Rossa dan sesekali mencium punggung tangan Rossa. Liana merasa marah dan geram pada Yuda. Ia merasa menyesal pernah mencintai dan mempercayai janji-janji manis Yuda yang diberikan padanya. Ia pun lalu mencoba menghubungi Radit.


"Halo Dit. Kamu dimana sih. Aku udah nungguin loh dari tadi." kata Liana sambil menempelkan benda pipih yang bernama smartphone itu ditelinganya.


"Maaf Lian. Pacarku masih tidur di mobil. Aku nggak tau bagaimana cara membangunkannya. Aku takut dia marah lagi nanti." jelas Radit.


"Yah elah Dit ... Dit ... begitu aja kamu nggak tau. Tinggal cium aja kali pasti dia langsung bangun." ujar Liana menggurui Radit.


"Hah? Kalau dia marah gimana? Aku juga kan yang kena batunya." balas Radit.


"Hahaha. Dit ... Dit kamu ini. Mana ada cewek yang marah kalau dicium sama cowoknya sendiri. Yang ada malah seneng kali." ujar Liana tertawa karena merasa Radit itu sangat lugu.


"Itukan menurut kamu. Tapi pacar aku berbeda Liana." jelas Radit.


"Eh, Dit Dit. Target kita pergi tuh sama seorang cewek. Aku juga nggak tau siapa. Yang jelas cewek itu sangat cantik dan seksi." jelas Liana seraya berdiri hendak mengikuti Yuda dan Rossa.


"Liana. Ikuti mereka, jangan sampai kamu kehilangan jejaknya." perintah Radit. Ia semakin yakin rencananya akan gagal.


"Oke Dit. Udah dulu yah, bye." ucap Liana lalu memutuskan sambungan teleponnya dengan Radit.


Liana pun mengikuti Yuda dan Rossa dari belakang. Yuda dan Rossa berjalan bergandengan tampak sangat mesra seperti pasangan suami istri.