Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 86 – RENCANA JAHAT KEKAISARAN



“Tuk tuk tak tak.”


Sebuah kepala menggelinding tepat di hadapan Charlot Jackiel Albaramaz. Namun, karena tampaknya dia masih setengah pusing setelah terhempas sekali oleh aura mendominasi milik Albert, pandangannya masih kabur dan belum menyadari apa yang sepenuhnya ada di hadapannya itu.


Dalam buram, dia menggapai kepala itu yang dikiranya adalah sebuah batu yang dapat dilontarkannya untuk melindungi dirinya dari ksatria yang tiba-tiba saja mengganas di hadapannya.


Namun seketika Charlot tersadar. Itu adalah kepala rekannya, Medina Valaqous Yospherina, sang penyihir berbakat dari kekaisaran.


“Aaaaaaakh! Medina, siapa yang telah melakukan ini padamuuuuuuuu?!”


“Duh, Albert, kamu belum menyelesaikan pekerjaanmu juga ya? Cepat selesaikan atau kamu mau aku yang mengambil alih menyelesaikannya?”


Yasmin turun dengan santainya dengan ekspresi datar yang santai pula setelah meng-unsummon sayapnya yang seputih salju itu. Mendengar Yasmin berkata demikian, Albert hanya menatap Yasmin dengan pandangan yang kusut lantas mengabaikannya.


Pandangan Albert tertuju kepada Charlot.


“Hiiiii.”


Dalam kelimpungan, Charlot akhirnya menggunakan kartu as-nya. Dia menarik beberapa orang yang kebetulan berada di sekitarnya melalui perpanjangan auranya yang bagaikan tali, menyatukan mereka dalam formasi berjejer, menjadi tameng daging untuknya.


Jika saja orang-orang itu hanya terdiri dari para prajurit kekaisaran saja, maka tanpa pikir panjang, Albert pasti sudah akan menghabisi mereka semua dengan satu kali sapuan pedangnya sejak setelah menjadi master pedang level 5, seharusnya tak ada lagi yang akan sanggup menghalangi Albert dari jalannya.


Sayangnya, beberapa dari tameng daging itu bercampur dengan beberapa prajurit dari Kerajaan Meglovia. Namun, Albert mengonsentrasikan auranya. Dia segera menandai mana yang musuh dan mana yang bukan, lantas menyerang dengan perpanjangan auranya hanya pada musuh dengan menghempaskan rekan senegaranya ke tempat yang aman.


Namun sayangnya terlambat. Begitu tameng daging itu musnah, Charlot telah jauh melarikan diri dengan menggunakan kudanya.


“Sayang sekai, kamu kehilangan mangsamu ya, Albert. Jadi tampaknya bisa dibilang aku yang menang?” Yasmin yang biasanya berekspresi datar itu, tersenyum kepada Albert.


Terjadi persaingan dalam diam di antara mereka berdua tentang siapa anak buah favorit dari Pangeran Helios. Dari hari ke hari, Yasmin semakin menunjukkan taringnya kepada Albert.


Satu yang Albert tidak ketahui saat itu, Charlot ada kaitannya dengan kematian keluarganya dalam tuduhan pengkhianatan kekaisaran tiga belas tahun silam.


***


Pertarungan tampaknya usai dari sisi seberang. Aku pun segera menyambut Albert dan Yasmin yang baru saja tiba dari pertarungan. Khususnya Albert, aku segera memeluknya dan memberikannya selamat atas promosi resminya menjadi master pedang level 5.


“Darimana Master tahu hal itu?”


[Glup.]


Aku segera menelan air liurku. Aku lupa bahwa tentang keberadaan para familiarku dan tentang bagaimana aku menyelinap di tengah pertempurannya lantas memberikan Albert kekuatan suci untuk penyembuhan sirkuit mana-nya yang rusak adalah suatu rahasia.


Namun untunglah itu adalah Albert. Dia adalah orang paling polos yang paling mudah untuk dikelabui.


“Tentu saja aku tahu hal itu, Albert. Sejak kita sudah terhubung layaknya keluarga sendiri.”


Albert seketika tersipu malu mendengarkan sanjunganku itu dan sesuai dugaanku, dia segera melupakan poin penting di mana dia seharusnya curiga.


Tapi bagaimanapun, tiada yang bisa membuatku lebih bahagia daripada hal ini. Inilah mungkin yang dikatakan oleh peribahasa kekaisaran kuno bahwa di dalam tiap kesulitan akan ada selalu buah yang manis yang tersembunyi di dalamnya jika kita pintar dalam mencarinya.


Padahal sudah dua tahun aku mencoba menemukan peluang yang tepat untuk membuat Albert merasakan bahaya yang ekstrim tanpa benar-benar membuatnya akan terluka demi aku mampu mengaktifkan kekuatan suci demi penyembuhan sirkuit mana-nya.


Aku sampai sekarang juga masih heran, mengapa insting bahaya Albert sangat sulit untuk dinyalakan sampai-sampai aku dulu sempat berpikir jika memang tiada jalan lain, maka aku akan berkorban dengan membuat diriku benar-benar dalam bahaya agar insting Albert itu mau menyala.


Aku juga tidak habis pikir dengan jalan pikiran Albert. Mengapa jika itu terkait dengan keselamatan dirinya sendiri, dia tidak pernah menanggapinya serius. Namun, jika hal sepele saja terjadi padaku, maka dia akan bertingkah secara berlebihan.


Yah, tapi tidak buruk juga memiliki orang yang seperti itu di sisiku. Dan kini masalah yang paling krusial bagi Albert yakni tentang sirkuit mana-nya, juga sudah teratasi.


“Oh iya. Ngomong-ngomong, bagaimana kalian bisa kemari?”


Dalam pembicaraan santaiku itu kepada kedua anak buahku, ternyata jawaban yang akan kuperoleh bukan keluar dari mulut mereka. Kakek Glenn segera datang duluan untuk menjelaskan situasinya.


“Ini semua berkat Yang Mulia Putra Mahkota Tius yang cepat tanggap setelah menyadari ada yang tidak beres di kota utara dengan tiba-tiba tertutupnya jalur komunikasi kemari di saat kota lumpuh hampir setengahnya karena wabah kolera yang bersamaan dengan pergerakan mencurigakan dari Kekaisaran Vlonhard. Yang Mulia Putra Mahkota lantas segera mengirim surat kilat ke benteng Kota Painfinn untuk turut memperingatkan bawahan Anda.”


Kakek Glenn lantas melihat dengan cermat secara bergantian antara Albert dan Yasmin. Kakek Glenn lantas berkata, “Tapi ngomong-ngomong, bagaimanapun dipikirkan, bukankah kalian terlalu cepat datang kemari? Bukankah suratnya baru dikirimkan kemarin?”


Setelah mengatakan hal tersebut, kini giliranku yang diperhatikan oleh Kakek Glenn dengan tatapan yang menusuk. “Kalau dipikir-pikir lagi, Yang Mulia Pangeran Helios juga datang dalam waktu kurang dari sehari ke tempat ini, bukan? Apa ini berkaitan dengan sayap aneh yang aku lihat pada anak buah wanitamu itu?”


“Hahahahahaha.”


Aku hanya tersenyum canggung menghadapi pertanyaan tiba-tiba Kakek Glenn itu. Tapi syukurlah bahwa Kakek Glenn adalah seseorang yang bijak hingga ketika dia mengamati aku tidak nyaman menjawab pertanyaan itu, dia segera mengabaikannya.


“Jadi Duke Rodriguez, apakah wabah kolera ini ada kaitannya dengan rencana kekaisaran?”


Namun, belum sempat pertanyaanku itu dijawab oleh Beliau ada anjing menggonggong di belakang yang seketika mengacaukan keharmonisan suasana.


“Ini semua karena salahmu Tiran Keji yang membawa witch ke tanah suci Kerajaan Meglovia ini!”


Dia adalah seorang kakek-kakek yang tampaknya pengikut fanatik dari kuil suci. Aku tahu bahwa lebih bijak saat itu bagiku untuk mengabaikannya saja.


“Hahahahahaha. Tampaknya tempat ini kurang nyaman bagi Pangeran untuk mengobrol. Mari ke dalam, ke ruanganku, untuk mengobrol lebih lanjut.”


Dengan bijak, Kakek Glenn kembali mencairkan suasana yang hampir saja rusak itu dengan senyumnya yang lembut lantas mengajak kami ke ruangannya. Aku pun mengikutinya dari samping dengan Albert dan Yasmin turut berjalan di belakangku.


Setelah mendengarkan pembicaraan Kakek Glenn, rupanya saat ini ada pembicaraan di kekaisaran tentang isu pencopotan jabatan putra mahkota yang sekarang karena dinilai terlalu lembek dalam menjadi pemimpin masa depan kekaisaran. Hal itu disebabkan sikap putra mahkota kekaisaran saat ini yang menentang tindakan kaisar yang sekarang dalam melakukan invasi besar-besaran kepada negara-negara tetanggannya.


Jika demikian, menurutku, justru putra mahkota-lah yang normal dan kaisar yang gila perang itulah yang harus diturunkan.


Namun, lanjut Kakek Glenn bahwa perihal hal itulah kini sang pangeran kedua dengan berusaha menggandeng para bangsawan faksi barat laut bersamanya, kebelet ingin memperoleh prestasi perang, makanya dia saat ini mencoba meruntuhkan benteng pertahanan utara Kerajaan Meglovia dengan cara yang licik.


Dengan kata lain, kemungkinan kejadian wabah kolera kali ini tidak terjadi secara alami, melainkan rekayasa keji dari Pangeran Kedua Kekaisaran itu.


Tapi darimana Pangeran Kedua Kekaisaran memperoleh sumber bakteri kolera? Bukankah penyakit itu seharusnya sudah hilang dari Benua Ernoa sejak dua ratus tahun silam?


Oh iya, tujuh tahun silam bukannya itu sempat terjadi kembali di Benua Ifrak. Ada desas-desus yang kudengar juga bahwa ada beberapa poin ganjil di sana sehingga diduga itu juga terjadi secara tidak alami.


Wabah… Witch wabah? Angele Rosse Barthey? Jika itu dia, maka semuanya memang memungkinkan. Tetapi buat apa dia bekerja sama dengan Pangeran Kedua Kekaisaran? Aku masih curiga bahwa kelompok mereka pulalah yang telah membunuh Leon. Jika demikian, aku tidak dapat lagi mengabaikan komunitas para witch itu.


Yah, tapi ada juga kemungkinan bahwa penyakit ini bisa saja terjadi secara alami dalam keadaan yang sangat khusus sehingga waktu penyerangan kekaisaran yang hampir bersamaan adalah mutlak suatu kebetulan belaka. Aku sebaiknya tidak bertindak gegabah dengan menunggu perkembangan investigasi dari Kakek Glenn dan Kak Tius.