
Ratusan monster belalang sembah mengepung party Helios. Walau demikian, jurus tembakan es Helios serta serangan tombak beraura milik Nunu mampu memukul mundur dan membunuh monster itu satu-persatu.
Jika ada yang dibilang sedang tidak pada kondisi vit-nya, itu adalah Albert. Tetap saja, Albert pun mampu mengangkat pedang besarnya lantas mengalahkan monster satu-persatu.
Dalam sekejap, semua monster berhasil dikalahkan.
Tidak seperti biasanya, Albert tidak berinisiatif memimpin jalan di depan. Helios menanggapi itu sebagai isyarat bahwa Albert sedang lelah perihal baru-baru saja ini jatuh pingsan karena luka-luka beratnya pasca bertarung melawan Leon. Akhirnya, Helios-lah yang memimpin jalan di depan party mereka.
Albert tiba-tiba saja menatap ke depan dengan keseriusan. Dia menatap ke depan dengan pandangan yang bengis lantas mengangkat pedangnya tinggi-tinggi tanpa sempat dinotice sedikit pun oleh Helios dan Nunu yang ada di hadapannya itu. Lalu kemudian,
“Slash!”
Terdengar suara tebasan, lalu darah pun berhamburan ke mana-mana.
***
Sementara itu, kombinasi party dadakan Alice dan Codi tampak mulai membaik. Mereka telah menemukan sinergitas dalam melakukan serangan di party mereka. Seperti biasa, Alice bertindak sebagai tanker di mana Codi memanfaatkan kesolidan perlindungan Alice itu dalam melakukan teknik-teknik assasinasi-nya dengan lebih leluasa.
“Srak srak srak.”
Perlahan, mereka mampu mengatasi slime mimpi buruk dengan lebih mudah. Codi pun membuka jalan yang memungkinkan mereka untuk kabur ke dalam tempat yang penuh dengan slime mimpi buruk itu.
Mereka berlari, tetapi tiba-tiba saja,
“Slash!”
Sebuah aura pedang non-elemen ditembakkan tepat melewati mereka berdua lantas menerjang ke arah para slime mimpi buruk yang mengejar party Alice dan Codi itu.
Alice dan Codi pun menatap ke depan. Albert-lah yang telah melakukan semuanya.
Tepat di kala Helios hendak menghampiri party Alice dan Codi tersebut, Albert segera menghentikannya.
“Tahan, Master. Lihatlah di sebelah kiri dan kanan Anda.”
Rupanya, apa yang dimaksud oleh Albert adalah bahwa terdapat masing-masing party Alice dan Codi yang lain di samping kiri dan kanan party Alice-Codi yang hendak Helios akan temui. Benar, terdapat 3 pasangan kembar Alice dan Codi tersebut.
Itu tidak mungkin nyata. Pastinya, dua yang lain adalah penyamaran slime mimpi buruk.
“Tenang saja, Albert. Aku tahu apa yang kulakukan.”
Helios menepis tangan Albert sembari meraih tangan masing-masing Alice dan Codi yang ada di dekat mereka.
Bersamaan dengan itu pula, Helios melayangkan masing-masing jurus es-nya terhadap dua party doppelganger Alice dan Codi yang lain tanpa siapapun sempat menyadarinya.
“Srak srak srak srak srak.”
Es-es yang tajam itu menusuk tepat masing-masing ke wilayah titik vital lantas penampakan keduanya pun mulai meleleh. Rupanya, kedua pasangan yang lain adalah benar slime mimpi buruk yang sedang menyamar. Tanpa sempat melawan, para slime mimpi buruk itu pun berhasil dikalahkan oleh Helios dalam sekali serangan overpower-nya.
“Master, ini?”
“Makanya kubilang. Sehebat apapun mereka menyamar, aku yang memiliki kesensitifan mana tetap akan mampu membedakan mereka.”
“Tetapi tetap saja untuk hal yang seperti itu terjadi…”
“Slash.”
Belum sempat Albert menyelesaikan ucapannya, Codi asli tiba-tiba maju menyerang Albert. Untung saja, Albert mampu menangkis serangan assasinasi Codi dengan baik melalui pedang besarnya itu.
“Apa-apaan ini, anak buahnya Leon?!”
“Maaf, Yang Mulia Pangeran Kedua. Aku hanya ingin memastikan identitas makhluk yang ada di belakang Yang Mulia Pangeran itu. Tuan Albert yang asli seharusnya masih terbaring di klinik, rasanya aneh baginya untuk kemari. Kecuali… dia adalah penyamaran slime mimpi buruk itu sendiri.”
Helios segera meraih pundak Codi.
“Tenanglah. Aku bisa menjamin bahwa dia adalah Albert yang asli.”
“Bagaimana Yang Mulia Pangeran Kedua bisa begitu yakin?! Bukankah aneh dia berada di sini di tengah kondisi dia yang seharusnya masih sakit? Lagian, bukankah tidak ada seorang mage pun yang mampu membedakan monster slime mimpi buruk yang sedang menyamar menjadi manusia? Jadi, bagaimana Yang Mulia Pangeran Kedua bisa memastikannya?”
Codi benar. Akan tetapi, Helios adalah suatu pengecualian berkat kesensitifan mana-nya. Memang benar bahwa tidak hanya wujud, slime mimpi buruk juga mampu meng-copy aliran mana seseorang sehingga bahkan sulit bagi mage yang mendeteksi lewat aliran mana untuk membedakan antara slime mimpi buruk ini terhadap orang yang asli.
Namun, Helios sadar betul bahwa terdapat perbedaan menonjol yang membuatnya dapat dengan mudah membedakan slime mimpi buruk yang menyamar terhadap orang yang asli. Itu karena kesensitifan mana Helios berada di tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Tidak hanya aliran mana, kesensitifan mana Helios juga mampu menscaning sampai ke ranah fisik seperti kerangka yang terletak di dalam tubuh manusia.
Benar. Helios mengetahui bahwa para slime mimpi buruk itu sama sekali tidak memiliki kerangka. Itulah yang membuat Helios mampu segera untuk membedakannya.
Dengan kata lain, Helios yakin bahwa itu memang benar-benar Albert di tengah keabsurdan bagaimana bisa dia bertemu dengannya di tengah kekacauan kabut wilayah hutan monster yang luas tersebut.
Namun demikian, tidak mungkin bagi Helios untuk menjawab seperti itu kepada Codi perihal dia tetap ingin merahasiakan kemampuannya tersebut kepada adiknya, sang pangeran ketiga, Leon. Memberi tahu pengawal setia Leon, Codi, sama saja mengungkapkan informasi tersebut kepada adiknya itu.
Helios pun berusaha berkilah dengan mengatakan,
“Monster yang kita hadapi saat ini bukan kraken minion yang mengcopy wujud seseorang berdasarkan ingatan orang lain, tetapi slime mimpi buruk. Slime mimpi buruk hanya mampu mengcopy seseorang yang dilihatnya langsung. Dia tidak akan mampu mengcopy Albert jika Albert benar-benar tidak pernah datang ke hutan monster ini.”
“Tetapi bukankah Yang Mulia Pangeran Kedua bersama Tuan Albert juga sempat mengunjungi wilayah hutan monster sebelumnya? Mungkin di saat itu, slime mimpi buruk telah memimik wajah Tuan Albert?”
Deduksi Codi benar dan itulah yang membuat Helios semakin sulit untuk membantahnya. Ditambah aura mana Albert adalah non-atribut yang juga bisa dimiliki oleh makhluk hidup maupun monster mana pun termasuk slime mimpi buruk. Helios benar-benar kehabisan akal untuk membuktikan kepada Codi bahwa itu memanglah Albert yang asli.
Namun, terlambat untuk menyadarinya, tetapi lampu di kepala Helios segera menyala. Ada cara lain yang lebih mudah untuk membedakan antara penyamaran slime mimpi buruk terhadap orang asli.
Tanpa diduga semuanya termasuk oleh Albert sendiri, Helios tiba-tiba saja menajamkan es-nya lantas memotong beberapa bilah rambut di belakang kepala Albert.
“Lihat, rambut ini tidak menggeliat aneh yang berarti ini memang milik manusia asli, bukan slime mimpi buruk.”
Tetapi tidak hanya Codi, Alice dan Nunu pun hanya bisa menganga keheranan terhadap penjelasan Helios yang tidak jelas sebab-akibatnya itu.
Sementara itu, Albert berupaya menahan tangisan kesedihannya dalam-dalam bahwa penampilannya yang ganteng itu baru saja ternoda dengan cepaknya kepalanya tersebut. Tetapi dia tidak bisa menyalahkan orang yang tanpa pikir panjang melakukan hal itu kepadanya sejak dia tidak lain adalah tuan tercintanya, Helios.
Melihat bahwa tidak ada satu pun di antara anggota party-nya yang mengerti penjelasannya itu, Helios semakin frustasi perihal kehabisan akal. Namun tiba-tiba, sesosok duplikat mereka lagi-lagi muncul dan terlihat akan segera menyerang.
Itu adalah sesuatu yang mendebarkan, tetapi dalam situasi itu, di dalam hati Helios malah berteriak ‘eureka’, sebab berkatnya, Helios pun akhirnya punya sarana untuk mendemonstrasikan buah pengetahuan yang dia dapatkan dengan rajin membaca tersebut yakni untuk menunjukkan kepada rekan party-nya perbedaan yang jelas antara penyamaran slime mimpi buruk terhadap orang yang asli.
Helios melakukan hal yang sama terhadap salah satu monster yang sedang menyamar menjadi manusia itu dengan memotong bagian rambutnya. Seluruh anggota party pun dapat melihat dengan jelas rambut di tangan Helios itu segera berubah wujud menjadi lendir lantas menggeliat-geliat secara menjijikkan.
“Lihat, beginilah jika penyamaran slime mimpi buruk dipotong rambutnya. Sejak seluruh sel di tubuh monster tersebut adalah sel yang aktif, maka jika sedikit bagian itu dipotong semisal di bagian rambutnya, mereka akan menunjukkan reaksi seperti ini sebelum nantinya akan mati karena tidak mendapatkan suplai nutrisi dari sel induknya. Jelas itu berbeda ketika rambut manusia asli yang dipotong. Itu tidak akan menunjukkan reaksi apa-apa.”
Seluruh anggota party akhirnya paham akan perbedaan antara yang asli dan palsu tersebut berkat penjelasan Helios. Namun, tentu saja mereka tidak punya waktu untuk memikirkannya sekarang sejak mereka harus menghadapi gerombolan slime mimpi buruk yang datang untuk menyerang.