Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 118 – INVASI WILAYAH RODRIGUEZ (bag. 1)



“Apa? Pangeran Brian kalah?”


“Mata-mata yang mengecek ke sana juga kurang jelas melihat situasinya bagaimana. Tampaknya itu sebuah pembasmian. Tiada satu pun pasukannya yang tersisa.”


Begitu mendengarkan laporan yang dibawakan oleh salah satu anak buahnya, ekspresi Pangeran Fabian de Vlonhard, pangeran ketiga Kekaisaran Vlonhard, yang ditempatkan di perbatasan utara Kerajaan Ignitia, seketika menunjukkan kerutan.


Itu adalah perkembangan yang di luar ekspektaksinya. Walaupun Pangeran Brian tak sehebat dirinya dan Kakaknya, Pangeran Kedua Ibelal yang sekarang menjadi putra mahkota baru, setidaknya dengan jumlah 100.000 ribu prajurit yang dibawanya ditambah dengan kerjasama pengkhianatan Kerajaan Cabalcus, seharusnya mudah untuk merobohkan benteng pertahanan utara Kerajaan Cabalcus tersebut.


“Apakah ini adalah perangkap Kerajaan Cabalcus sedari awal?”


Pangeran Fabian tak dapat luput dari memikirkan kemungkinan itu.


Namun setelah mempertimbangkan atas alasan apa atau atas keuntungan apa Kerajaan Cabalcus melakukan itu, rasanya hampir mustahil jika Kerajaan Cabalcus akan melakukan pengkhianatan balik terhadap kekaisaran.


Ada tentara yang disebut ‘first order’ yang keberadaannya saat ini belum diketahui oleh baik Kerajaan Meglovia maupun Kerajaan Ignitia yang dimiliki oleh kekaisaran sebagai kartu truf mereka.


Menjebak kekaisaran dengan hanya menyingkirkan 100.000 ribu prajurit biasa-nya bukanlah hal yang akan menggoyahkan fondasi Kekaisaran Vlonhard. Seharusnya Kerajaan Cabalcus tahu benar akan hal ini dan itulah kecil kemungkinan mereka akan mengkhianati balik kekaisaran.


Lantas apa yang sebenarnya terjadi?


Pangeran Fabian benar-benar tak dapat menyembunyikan rasa kebingungannya.


“Lalu apa perintah Kaisar?”


“Untuk saat ini, kita diperintahkan untuk mundur sejak strategi jepit-ulir tak dapat lagi diterapkan dengan ketiadaan prajurit Yang Mulia Pangeran Brian.”


“Aku mengerti. Mari kita mundur.”


Demikianlah, pangeran ketiga Kekaisaran Vlonhard, Fabian de Vlonhard, memilih strategi mundur bersama ke-50.000 prajurit yang dipimpinnya dari medan perang perbatasan utara Kerajaan Ignitia tersebut.


***


Hal itu beda halnya dengan 90.000 prajurit yang dipimpin oleh Ibelal Star Vlonhard.


“Yang Mulia Putra Mahkota, tidakkah sebaiknya kita mematuhi perintah Kaisar untuk mundur?”


“Sejak kapan kamu jadi pengecut begitu, Charlot?! Apa kekalahanmu tempo silam begitu membuatmu trauma sehingga kamu berakhir jadi seperti anak ayam?!”


“Bukan begitu Yang Mulia Putra Mahkota, takutnya Anda akan mendapatkan image negatif di hadapan sang Kaisar.”


“Ayahanda hanya menyuruh kita mundur karena melihat peluang menang kita kecil. Selama kita berhasil membawa pulang suatu prestasi, dia tidak akan pernah marah. Kita hanya perlu memporak-porandakan wilayah utara kerajaan sialan itu lalu langsung kembali ke tanah air kita. Mereka masih dalam tahap pemulihan pasca bencana wabah kolera, jadi ini akan menjadi pekerjaan yang mudah.”


Walau dengan berat hati, akhirnya Charlot Jackiel Albaramaz menyetujui keinginan egois pangeran kedua yang dilayaninya itu, tidak, kini dia telah resmi menjadi putra mahkota Kekaisaran Vlonhard menggantikan pendahulunya yang tewas, mendiang Putra Mahkota Albexus Star Vlonhard.


“Sesuai keinginan Anda, Yang Mulia Putra Mahkota.”


Berbeda dengan di perbatasan utara Kerajaan Ignitia, perang pun tak terhindarkan di perbatasan utara Kerajaan Meglovia.


***


“Itu… anjing-anjing kekaisaran sialan itu! Beraninya terhadap tanah airku, mereka porak-porandakan begitu! Dokter Minerva, sebagai arch wizard, Anda pasti juga telah menyadari energi negatif dari arah barat itu kan? Pembantaian rakyat Kerajaan Meglovia sedang terjadi di wilayah utara. Bajingan itu tidak hanya membantai para prajurit, tetapi juga rakyat biasa.”


Helios de Meglovia, pangeran kedua Kerajaan Meglovia, tidak dapat menahan amarahnya pada tindakan pengecut yang dilakukan oleh kekaisaran itu di tanah airnya. Dengan tatapan keseriusan, Helios menyentuh pundak Dokter Minerva.


“Dokter Minerva, dengan menggunakan portalmu, tolong bawa aku segera ke tempat itu.”


Namun terhadap permintaan Helios itu, Dokter Minerva menggelengkan kepalanya.


“Maaf, Pangeran Helios, tetapi aku harus menolak permintaan Anda.”


“Mengapa?”


“Akan ada masalah besar jika informasi kekuatan portalku ini sampai terdengar ke telinga kuil suci.”


“Mengapa?”


Sekali lagi, Helios bertanya dengan heran.


“Ini sebagai antisipasi terhadap pergerakan Rahib Robell Zarkan. Ini baru dugaanku, mungkin dia juga bekerjasama dengan Rahib Vyndicta Eros. Oh iya, Anda sudah tahu mengenai kartu truf kekaisaran, prajurit ‘first order’?


Helios benar-benar tidak tahu. Dia selama ini menyelidiki Kekaisaran Vlonhard dari atas udara menggunakan para familiarnya, tetapi belum sekali pun dia menemukan celah yang mangaitkannya terhadap informasi sekecil apapun terkait ‘first order’.


“Itu kita bahas saja nanti. Lagian, Anda harus melindungi istri serta bayi Anda yang baru saja lahir, bukan? Serta Anda juga harus mengurus jasad Kakak Anda, Yang Mulia Putra Mahkota Tius Star Meglovia.”


Mendengar perkataan Dokter Minerva itu, Helios akhirnya teringat kembali oleh kesedihannya yang mendalam, kepergian kedua – saudaranya, Tius Star Meglovia, menyusul kepergian Leon de Meglovia untuk selama-lamanya. Dia seketika tak mampu berkata apa-apa.


Dia hanya menatap istrinya yang sedang tertidur pulas bersama seorang bayi laki-lakidi sampingnya yang sedang tertawa dengan riangnya menyaksikan wajah tampan ayahnya.


“Itu benar. Ada yang lebih penting yang harus aku lindungi.”


Ujar Helios dengan senyum sendu di wajahnya.


“Syukurlah, Nak, kamu terlahir ke dunia ini sehingga itu semakin menguatkan Ayah untuk bangkit dari keterpurukan Ayah.”


Helios sejenak bermain-main dengan putranya dengan menjulurkan ujung jari telunjuk kanannya. Terlihat sang putra yang baru terlahir ke dunia itu sangat menikmati bermain-main dengan jari telunjuk sang ayah. Helios pun tersenyum lembut kepada putranya itu.


Namun seketika, ekspresinya berubah kembali sendu.


“Tetapi aku tetap tak rela melihat para anjing kekaisaran itu memporak-porandakan wilayah utara kerajaan. Mereka telah berhasil menembus benteng, tetapi nampak Duke Rodriguez tak mampu mengatasinya dengan kekuatannya saat ini.”


Dokter Minerva tersenyum. Siapapun yang cepat tanggap bisa segera tahu bahwa itu adalah senyum yang punya maksud tersembunyi.


Dokter Minerva melayangkan tangan kanannya. Seketika muncul layar gambar hologram dua dimensi di hadapan mereka berdua.


“Ini?”


Seakan puas dengan ekspresi terkejut Pangeran Helios, Dokter Minerva membanggakan kemampuannya.


“Tentu tidak hanya Pangeran Helios saja yang bisa sihir seperti ini kan? Aku seorang arch wizard, jadi tentu lebih mahir daripada Anda soal mana. Walau ini agak sedikit berbeda dengan perwujudan objek pada familiar Anda, konsep transfer image-nya kurang lebih sama.”


“Jadi kamu menyadari keberadaan para familiarku?”


“Dengan adanya aliran mana, walau sekecil apapun, takkan mungkin ada arch wizard yang tidak akan menyadarinya.”


“Aku harus lebih hati-hati lagi mulai sekarang kalau begitu.”


“Yah, walaupun aku belum mengerti konsep transfer wujud astral ke wujud nyata pada penciptaan familiar Anda.”


“Itu bakat sejak lahir jadi aku pun sulit untuk menjelaskannya. Itu sama seperti kamu tidak dapat menjelaskan bagaimana kamu bisa bernafas kepada seseorang karena itu terjadi secara alami.”


“Begitukah?”


“Begitulah. Tapi yang lebih penting daripada itu, apa yang ingin Anda tunjukkan kepada saya?”


Terhadap pertanyaan Helios itu, Dokter Minerva pun menunjuk ke suatu tempat.


Helios segera memperjelas sketsa itu menggunakan kemampuan sharing inderanya bersama para familiarnya yang kebetulan berada di dekat tempat yang ditunjukkan oleh Dokter Minerva lewat layar hologram dua dimensinya.


“Mereka?”


“Tentu saja mereka panik setelah mengetahui istri Anda tiba-tiba kabur bersama Nona Yasmin tepat setelah mendengar berita tentang Anda yang mengamuk di Kerajaan Cabalcus. Mereka langsung bisa menebak bahwa Nyonya Talia sedang menuju ke tempat Anda. Itulah sebabnya mereka berdua berlari sekuat tenaga menuju ke tempat ini.”


“Dengan berlari? Bagaimana bisa?”


“Anda belum tahu rupanya bagaimana perkembangan optimal kedua anak buah Anda itu.”


“Tetapi bukankah katanya Talia baru bergerak kemari dua hari yang lalu?”


“Ya, Alice dan Albert sanggup mencapai daerah perbatasan barat ibukota hanya dalam waktu dua hari berlari tanpa istirahat. Dengan posisi mereka saat ini, pastinya hanya membutuhkan sekitar 6 jam saja untuk sampai ke daerah kerusuhan wilayah utara. Pastinya selama itu, Duke Rodriguez akan sanggup bertahan. Ini adalah keputusan terbaik menurutku yang bisa Anda ambil tanpa mengungkapkan kartuku kepada kekaisaran dan juga kuil suci.”


Helios mendengarkan dengan tenang saran Dokter Minerva. Namun rupanya, Helios memiliki pemikiran yang lain.


“Mungkin benar apa yang Anda katakan. Tetapi berapa banyak nyawa lagi yang harus mati selama 6 jam itu? Pinjamkan aku sedikit portalmu ke tempat mereka berdua berada, Dokter Minerva. Aku punya rencana yang sedikit lebih baik.”


Lalu tersummon-lah sebuah portal kecil yang hanya seukuran ukuran kepala Alice dan Albert yang tepat tersummon di hadapan mereka berdua.