
Begitu tersadar dari mimpi buruknya, Helios telah mendapati dirinya sedang memeluk Talia, tunangan terkasihnya.
Diliriknyalah wajah Talia yang sudah memerah seperti tomat masak sembari merasa serba salah. Di situlah Helios baru tersadar telah melakukan sesuatu yang tak pantas bagi Talia. Walaupun mereka sudah bertunagan, namun tetap saja Talia belum halal bagi Helios sejak mereka berdua belumlah menikah.
Helios pun segera melepaskan pelukan itu. Kedua insan tersebut sontak saling berjauhan dan menjadi salah tingkah satu sama lain.
“Maaf, Dik Talia. Itu…”
“Mas Lou tidak perlu bilang apa-apa kok. Talia juga paham bahwa tadi Mas Lou hanya terbawa mimpi.”
“Hahahahahahaha. Maaf ya, Dik Talia.”
“Hmm.”
Dengan malu-malu kucing, kedua insan itu saling berupaya mencuri-curi pandang satu sama lain tanpa berniat diketahui oleh yang lain. Namun pada akhirnya, tatapan mata mereka berdua tanpa sengaja bertemu satu sama lain.
Mereka pun saling tertawa canggung menertawakan sikap mereka yang canggung sendiri. Keduanya benar-benar sedang dimabuk asmara.
“Ngomong-ngomong Dik Talia sedang apa di sini?”
“Ah, aku baru mau menyampaikan kepada Mas Lou bahwa Mas Lou tidak perlu berada di penjara bawah tanah ini lagi.”
Selama Helios tak sadarkan diri di bawah pengaruh sihir hitam, rupanya Marquess Newman von Growmyerre, ayah Talia, tak tinggal diam saja. Dengan memanfaatkan koneksinya dengan akademi sihir kerajaan, dia mengajukan petisi kepada kuil suci menentang sikap mereka yang telah berbuat sewenang-wenang kepada seseorang yang masih berstatus sebagai tersangka kejahatan.
Tidak hanya Marquess Growmyerre saja, Tius sang putra mahkota dengan kekuatan faksinya juga turut membantu adiknya itu mengajukan keberatan kepada kuil suci karena telah merendahkan martabat keluarga kerajaan dengan memperlakukan Pangeran Helios yang sejatinya masih berstatus sebagai keluarga kerajaan dengan perlakuan yang sangat tidak hormat diberikan status terdakwa secara sewenang-wenang tanpa mengikuti prosedur yang sesuai.
Ini semua tentunya tak lepas pula dari peran Alice dan Albert yang bersedia menjadi saksi dalam tindakan sewenang-wenang para wakil anggota kuil suci yang dikirimkan untuk menyelidiki kasus Pangeran Helios tersebut.
Ada masalah dengan status mereka berdua yang terlahir dan dibesarkan sebagai bangsawan di Kekaisaran Vlonhard sehingga kesaksian mereka diragukan, tetapi di luar dugaan, Venia ikut muncul di situ dan berani melawan dikte dari kuil suci tersebut.
Mengingat bahwa Venia masih berstatus sebagai anggota kuil suci, ini adalah suatu sikap yang sangat berani untuknya. Namun tampaknya, tiada keraguan sedikit pun di hati Venia untuk membela Pangeran Helios.
Berkat upaya dari orang-orang terdekat Helios itulah, kuil suci akhirnya mengeluarkan memorandum yang berisi ucapan permintamaafan kepada Helios sekaligus sanksi berat kepada para penyelidik yang berasal dari kuil suci yang diutus ke tempat tersebut karena telah bersikap tidak hormat kepada keluarga kerajaan.
Dengan dimulai dari dukungan keluarga Talia, Helios pun jadi mempunyai kekuatan demi melindungi dirinya dari kesewenang-wenangan para anggota kuil suci yang senantiasa memperlakukannya sebagai bidat.
Dua minggu kemudian, penyelidikan kematian Pangeran Leon pun dilanjutkan, tetapi kali ini dengan memakai penyelidik ibukota yang sama sekali bebas dari afiliasi kuil suci.
Karena kurangnya bukti, terlebih dengan alibi Helios yang kuat yang sedang menjalankan ekspedisi ke hutan monster sewaktu Leon diserang, Helios pun dibebaskan dari tuduhan dugaan penyerangan dan pembunuhan Pangeran Leon secara resmi.
Tidak, penyelidikan justru menyimpulkan bahwa bukti kematian Leon masih sangat kurang sehingga untuk saat ini, Leon masih dinyatakan sebagai orang hilang walaupun dengan semua kesaksian yang diberikan oleh Hestia sebagai satu-satunya korban yang selamat dari kejadian traumatis tersebut.
Beberapa saat setelah keadaan tenang, Helios kembali ditunjuk sebagai pimpinan sementara Kota Painfinn sampai ada pengumuman lebih lanjut dari Raja.
Sungguh ironis memang. Berbeda dengan Tius, sang raja dan ratu Kerajaan Meglovia yang tidak lain adalah ayah dan ibu kandung Pangeran Helios sendiri, sama sekali tak pernah sedikit pun menaruh perhatiannya kepada Helios bahkan setelah mengalami semua tuduhan tak berdasar itu.
Walau tak ditampakkannya, itu rupanya telah turut menjadi salah satu penyebab luka yang mendalam di lubuk hati Helios. Jika bukan karena Talia yang berada di sisinya saat ini yang senantiasa menghiburnya dan menguatkan hatinya, entah keputusasaan seperti apa lagi yang akan diderita oleh Helios yang berhati serapuh kaca itu.
***
Hal yang paling pertama dilakukan oleh Helios ketika kembali memegang pemerintahan puncak di Kota Painfinn di luar dugaan adalah justru dengan membebaskan Codi yang terkurung di sel bawah tanah mansion setelah berupaya melakukan assasinasi terhadap dirinya.
“Apa maksudnya ini, Pangeran?! Mengapa Anda membiarkanku tetap hidup bahkan setelah berupaya mengassasinasi Anda?!”
Alih-alih menjawab pertanyaan Codi tersebut, Helios malah balik bertanya kepadanya.
“Apakah kamu masih mencurigaiku sebagai pelaku di balik kematian Pangeran Leon?”
Mendengar pertanyaan Pangeran Helios tersebut, Hestia serta Kerrie sang rat yang turut berada di dekat Codi saat itu seketika menunjukkan tatapan mata yang sayu seolah mengekspresikan keraguan di hati mereka.
“Ya, aku masih mencurigai Anda, Yang Mulia Pangeran.” Codi tanpa hesitasi menjawab pertanyaan Pangeran Helios tersebut.
Hestia dan Kerrie yang saat itu ada di sisinya bahkan seketika kaget dan mulai berkeringat dingin akan tindakan tanpa kontrol yang dilakukan oleh Codi tersebut.
Akan tetapi di luar dugaan mereka, Helios sama sekali tidak marah terhadap semua sikap kasar Codi tersebut. Malahan, sang pangeran justru tersenyum lembut kepada mereka.
“Itu bagus. Begitulah seharusnya. Dengan demikian, kalian takkan terpengaruh sedikitpun oleh apapun dalam menemukan kebenaran yang sesungguhnya.”
“Terima kasih atas pengertian Anda, Yang Mulia Pangeran. Mulai saat ini, kami berdua telah memutuskan akan berkelana demi menemukan kebenaran itu.”
“Kalian tidak akan tinggal kemari? Bukankah akan lebih besar peluang menemukan kebenarannya jika kalian tinggal di sini?”
Helios tanpa sadar ikut terpengaruh oleh mimpi yang padahal telah dia yakini hanya merupakan bunga tidur saja. Akan tetapi, perkataan Leon di dalam mimpinya tersebut tentang ada satu pengkhianat yang tinggal di sisi Helios dan pengkhianat itulah yang telah membunuh dirinya, tetap tidak bisa lekang dari pikiran Helios.
Oleh karena itu, Helios juga berpikir bahwa agar Codi bisa menemukan kebenaran di balik kematian Leon, seharusnya akan lebih mudah jika Codi tinggal di sini. Walau demikian, niat Codi untuk pergi rupanya telah bulat.
Namun seketika Helios menemukan keganjilan di balik perkataan Codi tersebut.
“Berdua? Bukannya kalian ada bertiga?”
“Oh, mengenai itu…”
“Anu… Biar saya saja yang menjawab.”
Di tengah-tengah pembicaraan Codi, rupanya ada salah seorang gadis yang sedari tadi bersamanya tiba-tiba memotong pembicaraannya tersebut.
“Aku telah memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lamaku demi menjadi suster di bawah arahan Mbak Venia.”
Dialah Kerrie yang telah membulatkan tekadnya menjadi seorang suster.