Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 200 – MASUKNYA BENUA ASIUM



Talia yang lelah setelah akhirnya mampu menidurkan Illies dan Illios dengan bantuan para maid menuju ke teras sekadar untuk mencari udara dingin demi melepaskan kepenatannya seharian.


-Tak, tuk, tak


Tiba-tiba, terdengar suara langkah seseorang datang mendekatinya. Talia pun seketika berbalik ke arah sumber suara.


“Ah, Mas Lou.”


Rupanya itu adalah sang suami tercinta, Helios.


“Kamu belum beristirahat, Sayang, padahal sudah jam segini?”


“Aku tadi sudah beristirahat sejenak kok, Mas. Wajarlah, Ma,s jika punya bayi, kita jadi harus ekstra siaga dalam perawatannya. Lagipula pengalaman ini hanya akan terjadi di masa sekarang. Waktu akan berjalan begitu cepat. Begitu Lion, Valia, Lies, Lous dewasa, tanpa terasa mereka akan semakin menjauh dari kita. Yah, beginilah adanya jadi orang tua.”


Pandangan mata Talia kemudian tanpa sengaja bertemu dengan Helios.


“Aku akan terus bertambah tua dan perlahan melemah. Tapi aku iri dengan Mas Lou. Wajah Mas Lou tetap imut dan ganteng seperti masih remaja.”


Pada wajah Talia yang tersenyum manis itu, entah mengapa Helios merasakan sensasi buah markisa padanya lantas menggapai tangan Talia yang mungil itu untuk menciumnya.


“Kamu pun masih muda kok, Sayang.”


“Kukh…”


-Kikh…”


“Hahahahahahaha.”


-Hahahahahahaha.”


Tanpa sadar, tawa pecah secara bersamaan di antara mereka berdua.


Suasana malam yang romantis di malam itu menyebabkan Helios sedikit meliar. Ingin rasanya dia menyeret Talia segera ke tempat tidur lantas menyerangnya dengan berbagai jurus ranjang barunya. Hanya saja, melihat stamina Talia yang sudah cukup terkuras dengan merawat empat orang anak, dia jadi tak tega untuk melakukannya.


Helios pun hanya merangkul Talia dari arah belakang sembari menciumi lehernya sebagai ganti penyalur birahinya.


“Oh iya, Sayang. Kudengar-dengar selama kepergianku, kamulah yang menyadarkan para pemberontak yang terpengaruh sihir hitam itu.”


“Aku hanya menyadarkan mereka dengan kemampuan yang kumiliki kok, Mas. Bukan hal yang istimewa. Lagipula itu semua berhasil berkat kerja keras Dokter Minerva dan Yasmin, juga dengan alat-alat canggih yang Mas buat. Kalau dibilang bekerja keras, Kak Lusiana lebih bekerja keras ke sana-sini mengoordinasikan para prajurit. Bahkan tentara dari wilayah Kak Lusiana-lah dan juga dari mantan permaisuri yang menangani pemberontakan di utara.”


“Mempunyai kemampuan seperti itu saja sudah merupakan hal yang spesial, Talia. Aku masih mengingat pertemuan pertama kita di perpustakaan istana itu di kala kita masih berusia 4 tahun. Waktu itu di dalam perpustakaan, kamu bersenandung dengan indahnya yang sampai-sampai membuatku bisa memejamkan mata sejenak berkat keindahan suaramu.”


“Hentikan itu dong, Mas. Aku jadi malu.”


Itu adalah masa-masa indah mereka berdua jauh sebelum ramalan tiran itu lahir.


Helios yang baru saja tiba dari Kerajaan Ignitia kala itu yang memiliki ciri-ciri fisik sangat berbeda dari orang tua dan saudara-saudarinya yang lain, mutlak jadi bahan gunjingan para bangsawan bejat. Namun, suatu penghiburan tak terduga datang dari anak sebayanya begitu Helios mencoba lari dari kebisingan itu ke perpustakaan istana.


Itu adalah senandung Talia yang bersuara indah yang mengandung kekuatan suci di setiap nyanyiannya. Itu bahkan sebelum kekuatan suci di suara Talia menjadi sekuat sekarang.


Bagaikan pasangan yang telah ditakdirkan bersama, satu terlahir dengan takdir yang membawa beban dunia, sementara yang satu terlahir dengan senandung yang seketika menghempaskan segala beban dunia itu darinya. Itulah mereka, pasangan Helios dan Italiana.


Kilauan bibir Talia nampak bak buah pear di malam bertabur bintang itu di dalam pandangan Helios. Itu tidak hanya berlaku pada Helios saja, Talia pun menatap suaminya yang ganteng kala itu dengan harapan yang membara. Perlahan, bibir mereka mulai akan menyatu. Namun tiba-tiba,


Terdengar suara tangisan anak kecil.


Rupanya itu adalah Helion.


Melihat anak pertama mereka yang tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan itu, seketika membuat Helios dan Talia menjadi salah tingkah seakan kedapatan sedang melakukan dosa. Terutama Helios, dia baru saja memecat seorang maid dan prajurit istana karena melakukan hal yang tidak senonoh di hadapan anak-anak.


Namun sekarang, dia harus menelan sendiri pahit ucapannya itu karena tanpa sengaja telah melakukan hal tak senonoh serupa yang pernah dilakukan oleh maid dan prajurit istana yang dia pecat itu di hadapan Helion.


“Ada apa, Sayang? Sini, Nak Helion-ku sayang.”


Talia segera menggendong lantas merangkul Helion di dalam pelukannya, namun rupanya itu tak membuat Helios berhenti menangis.


Talia yang panik pun mencoba mencari bantuan dari para maid yang lebih berpengalaman. Namun tepat ketika Talia menyerahkan Helion untuk digendong kepada Helios, ayahnya itu, Helion tiba-tiba terdiam. Dengan merajuk, Helion membenamkan wajahnya yang basah karena air mata di pelukan sang ayah sambil memeluk sang ayah dengan sangat erat.


***


Ada satu misteri di dunia tempat Helios tinggal itu yang belum terpecahkan sampai sekarang, yakni mengenai bentuk dunia yang mereka pijaki itu. Berbeda dengan bumi, belum pernah ada seseorang yang tinggal di Gaia yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa, jadi belum jelas apakah Gaia yang mereka tinggali itu berbentuk bulat seperti telur atau malah datar.


Selama berabad-abad lamanya, hal itu terus dipertentangkan oleh para ahli, tidak peduli mereka dari ras kulit putih, ras kulit hitam, ras kulit kuning, mata hitam, mata emas, mata biru, mata merah, semua mempertahankan bahwa pendapat merekalah masing-masing yang benar adanya.


Hal ini dimulai dengan salah seorang pelaut yang tersesat di daerah berkabut di timur Asium secara tiba-tiba saja justru ditemukan selamat di daerah berkabut di barat benua Armtemis.


Baik di barat benua Armtemis maupun di timur Benua Asium, sama-sama diselubungi oleh kabut tebal sehingga hampir semua orang yang keras kepala berusaha melayarinya hanya berakhir sebagai orang hilang yang tak pernah kembali. Culcull Coperon-lah satu-satunya pelayar yang selamat setelah berlayar melintasi wilayah berkabut itu setelah terdampar dalam kecelakaan akibat kesialan.


Orang-orang yang memiliki paham dunia bulat pun menjadikan ini sebagai landasan bukti bahwa pada prisipnya kabut di barat Benua Armtemis dan kabut di timur Benua Asium itu sebenarnya saling terhubung satu sama lain membentuk satu kesatuan yang membuktikan bahwa bentuk dunia yang mereka tinggali itu sejatinya adalah bulat.


Adapun orang-orang yang berpaham bahwa bentuk dunia yang mereka pijaki itu datar berargumen bahwa terdapat portal yang menghubungkan antara daerah paling timur benua dengan daerah paling barat benua sehingga itulah alasan mengapa Culcull Coperon yang terdampar di timur Asium malah kembali melalui barat Armtemis.


Dikatakan pula oleh mereka bahwa kabut itu sendirilah yang sebenarnya merupakan batas dunia yang mereka pijaki itu yang sampai kapanpun takkan pernah bisa dilewati oleh seorang manusia.


Tiada yang tahu pastinya mana teori yang benar karena belum pernah ada yang membuktikannya secara langsung. Semuanya hanya berdasarkan teori-teori ilmiah yang bisa benar, namun bisa juga salah.


Apa yang paling penting adalah keberadaan kabut itu sendiri telah memerangkap bagian barat Benua Armtemis itu sehingga para demon tidak bisa lolos dan melarikan diri ke area tersebut, sama halnya dengan fungsi pusaran badai di Ifrak dan wilayah hutan monster di Ernoa.


Tetapi ada yang tidak diketahui oleh orang kebanyakan. Ada seseorang yang telah berkali-kali melintasi wilayah berkabut tersebut seolah hanya sekadar bepergian untuk piknik semata.


Dengan kekuatan spesialnya yang diperolehnya dari Raja Iblis, dia bisa mengubah objek kabut di sekitarnya menjadi udara transparan sehingga dia tidak akan pernah tersesat di dalam tempat penuh kabut tersebut.


Dialah Isis sang witch objek, satu-satunya yang mampu melintasi daerah berkabut tebal itu tanpa tersesat yang sudah dilakukannya sejak sangat lama di lima ribu tahun usianya itu. Hanya Isis-lah yang tahu benar bahwa pembicaraan mengenai portal penghubung antara batas timur dan barat benua hanyalah omong kosong belaka. Sejatinya, dunia itu memang berbentuk bulat.


Dia menggunakan rute kabut tebal tersebut selama ini untuk melakukan kontak dengan Benua Asium untuk mempersiapkan perang dengan Benua Ernoa tanpa terdeteksi oleh satu pun familiar Helios.


“Bagaimana persiapannya?”


Isis yang baru saja terbang dari Benua Armtemis melintasi daerah berkabut menuju ke Benua Asium bertanya kepada perdana menteri Kekaisaran Tongkong itu, Han Xinqiang.


“Presiden Republik Joupun sudah setuju untuk bekerjasama dengan Kekaisaran Tong Kong. Kini tinggal menunggu keempat wakil negara lain untuk menyetujuinya.”


Dengan sopan, Perdana Menteri Han Xinqiang mempersilakan masuk Isis ke suatu ruangan di mana dia bisa melihat langsung jalannya pertemuan para kepala negara tersebut tanpa ada satu pun dari peserta pertemuan yang dapat menyadari kehadiran Isis yang tersembunyi dari balik ruangan lain.


Mereka adalah penguasa tengah, Raja Negara Republik Joupun, Ishida Yamamoto, penguasa barat laut, Raja Kerajaan Rusla, Kaiden Rich, penguasa tenggara, Raja Kerajaan Honei, Bath Ick, penguasa barat daya, Raja Kerajaan Rosea, Ruslan Ittidaak, penguasa selatan, Raja Kerajaan Indonesista, Bambang Sarjan, serta tentu saja sebagai negara pengundang, penguasa utara, Perdana Menteri Kekaisaran Tong Kong, Han Xinqiang.