
Aku mencoba membujuk Albert agar dia tenang dan menjelaskan alasanku tentang pentingnya keberadaannya di Kota Painfinn ini agar aku bisa lega kembali ke ibukota kerajaan.
Namun, aku sama sekali tidak mengerti, mengapa seorang pria yang berbadan besar dan kekar sepertinya bisa sampai merengek dengan menangis sambil berguling-guling di lantai hanya karena aku pergi kembali ke ibukota kerajaan tanpa membawanya.
“Pokoknya hamba yang hina ini akan tetap berbaring di lantai jika Master tidak ikut membawaku pergi bersama sebagai pengawal Master! Lagipula aku ini hanya seonggok debu yang tak berharga di mata Master. Itu pastinya benar, kan? Hiiiiiik, hiiiiiiiks. Pastinya begitu. Pastinya Master tidak menyukai aku lagi sejak Master sudah punya Alice yang berdada besar dan Yasmin yang berwajah seperti boneka di sisi Master. Hiiiiik, hiiiiiiiks.”
Apa yang dikatakan orang yang aneh satu ini? Hah, aku benar-benar tidak mengerti lagi mengenai jalan pikirannya.
“Sudah kubilang sebelumnya, Albert. Aku hanya bisa lega meninggalkan kota jika orang sekuat kamu tinggal di sini melindunginya. Walaupun segel hutan monster telah kembali diperbaiki, kita tetap tidak dapat menjamin bahwa monster yang kuat tidak akan keluar menyerang selama aku pergi ke ibukota kerajaan.”
“Tapi bukankah juga ada Damian yang kuat di sini?”
“Dan sudah aku bilang juga sebelumnya bahwa hanya kamulah yang kupercayai! Entah dia kuat atau bagaimana, aku tidak mudah mempercayai orang lain jika aku belum mengenal benar orangnya!”
Di dalam kebuntuan percakapan kami, Alice pun masuk dan mengusulkan pendapatnya.
“Yang Mulia Pangeran, bagaimana jika mempercayakan Kota Painfinn ini padaku saja? Kalau itu aku, aku yakin Yang Mulia Pangeran tidak akan keberatan. Terus terang, aku juga kurang nyaman berada di ibukota sejak rambut kuning cerahku ini akan menonjol di sana. Pastinya akan langsung ketahuan bahwa aku adalah mantan anggota bangsawan dari Kekaisaran Vlonhard.”
Aku sebenarnya ingin mengatakan bahwa aku masih ragu mempercayakan keamanan kota padanya sejak dia tak mampu melukai musuh-musuhnya sedikit pun dan dengan ditambah sifatnya yang unik itu bahkan melebihi keanehan Albert.
Namun untuk saat ini, kurasa itu adalah solusi yang terbaik sejak Alice juga memiliki kalung pemberian dariku sehingga jika ada bahaya yang mendekat, aku bisa segera mendeteksinya lantas mengirimkan beberapa familiarku untuk mendukungnya sembari menunggu aku ke sana langsung untuk mengatasi masalahnya.
Itu adalah instruksi manual yang paling aku hindari sebenarnya untuk dilakukan sejak aku tak ingin mengungkapkan kekuatanku sedikit pun yang akan membuat kuil suci waspada padaku. Namun itu hanyalah keadaan yang peluang terjadinya sangat kecil, jadi aku tak perlu terlalu memikirkannya untuk saat ini.
Lagipula jika keadaan kota dalam bahaya, ada juga prajurit di sini yang cukup kuat seperti Damian untuk pengamanan kota sekaligus menyupport Alice. Semuanya masihlah dalam ranah terkendali.
“Baiklah, Alice. Aku paham. Kalau begitu, aku minta tolong tentang pengawasan keamanan kota padamu. Dan untuk Nunu, kamu bisa minta tolong kepada salah seorang prajurit kota untuk menemanimu latih tanding dalam melatih jurusmu menggunakan senjata barumu itu. Alice, aku minta kamu juga untuk mengawasi Nunu.”
“Baiklah, Yang Mulia Pangeran. Sesuai perintah Anda.”
Alice pun membungkukkan kepalanya dan menyanggupi perintahku, sementara aku tidak terlalu menggubris ucapan kesal Nunu yang kuperlakukan layaknya tumpukan masalah itu.
Dengan demikian, tim yang akan menemaniku ke ibukota kerajaan dalam rangka menghadap raja demi mempertanggungjawabkan mengenai masalah banyaknya prajurit yang dulu sempat tewas di tangan the king of undead itu ditentukan. Mereka adalah Albert dan Yasmin.
Jujur saja, dulu aku benar-benar telah siap jika aku harus menerima titah raja meninggalkan kepemimpinan Kota Painfinn ini. Itu wajar saja sejak aku sebagai pemimpin telah gagal melindungi lebih dari seribu nyawa di bawah kepemimpinanku. Betapa banyak keluarga yang terluka perihal kehilangan anggota keluarganya lantaran musibah itu.
Akan tetapi, tanpa sadar, aku mulai mencintai kota ini. Begitu hari di mana aku akan meninggalkan kota ini semakin dekat, entah mengapa kesedihan itu semakin menumpuk. Ah, benar. Ini adalah kesedihan perihal ketidakinginan meninggalkan sesuatu yang kamu cintai.
Selama bisa, aku berharap masih dapat terus bersama Kota Painfinn ini.
Di istana kerajaan itu, Leon baru saja tiba dari ekspedisi dungeon di selatan kerajaan.
Posisi dungeon di Benua Ernoa, bisa dikatakan cukup unik karena itu membentuk formasi seperti busur.
Dua belas dungeon terletak memanjang dari utara ke selatan benua tepat di ujung barat benua tersebut yang tertutupi oleh wilayah hutan yang sangat lebat yang disebut sebagai hutan monster. Bahkan setelah hutan itu gundul perihal sihir ledakan Nunu tempo silam, hutan itu kembali lebat hanya dalam waktu sehari saja. Begitulah lebatnya wilayah hutan monster tersebut.
Lalu, terdapat lima dungeon lain yang mengitari benua tersebut yang kesemuanya adalah dungeon aman tanpa keberadaan monster peringkat ultra rare ke atas di dalamnya.
Jika kalian bertanya-tanya tentang bagaimana penggolongan kekuatan monster itu, itu dibagi ke dalam 6 peringkat. Mulai dari peringkat yang terlemah hingga yang terkuat adalah normal, rare, ultra rare, heroic, legendary, dan mythic.
Sekadar gambaran bahwa ratu lipan dan lich yang menyerang Helios di hutan monster masing-masing adalah termasuk peringkat ultra rare dan heroic, sementara the king of undead adalah peringkat legendary.
Kembali ke persoalan mengenai formasi dungeon di Benua Ernoa yang unik yang membentuk seperti busur. Banyak ahli di bidangnya yang menghipotesiskan bahwa formasi itulah yang menyebabkan tidak terjadinya pembentukan dungeon liar di Benua Ernoa seperti halnya di Benua Ifrak yang terletak di sebelah selatan benua.
Oleh karena itulah, mereka semua sepakat untuk mengikuti aturan leluhur mereka untuk membiarkan dungeon apa adanya tanpa berniat menutup dungeon-nya dengan mengalahkan boss monster-nya.
Begitu pula saat ini, Leon, sang pangeran ketiga Kerajaan Meglovia, baru saja mengikuti ekspedisi di salah satu di antara lima dungeon tersebut yakni yang terletak di selatan Kerajaan Meglovia untuk mengurangi jumlah monster di sana tanpa membasmi boss monster-nya.
Leon yang berjalan di koridor istana dalam keadaan masih penuh darah di sekujur tubuhnya, bukan dari darahnya sendiri, melainkan dari darah monster, tentu mengundang perhatian dan rasa takut dari seluruh penghuni istana. Di situlah, dia kemudian berpapasan dengan Ilene.
“Wah, wah, wah. Lihatlah penampilan pangeran yang satu ini. Sengaja menarik perhatian dengan tanpa membersihkan dulu darah dari sekujur tubuhnya demi membuat seisi istana ketakutan.”
“Oh, aku sebenarnya baru berniat membersihkannya ketika sampai di kediamanku, bukannya aku sengaja atau bagaimana berpenampilan seperti ini. Tetapi Ilene, penampilan Kakak yang berbahaya seperti ini membuat jantungmu semakin berdegup kencang, bukan? Kamu semakin terpesona dengan penampilan liar Kakak yang menjadi incaran banyak wanita ini, bukan?”
Di dalam pikiran Ilene, dia tak dapat menolak kebenaran ucapan Leon yang dengan percaya dirinya, dia sebutkan dengan mulutnya sendiri. Adalah benar bahwa banyak wanita yang telah jatuh hati oleh penampilan liar Leon tersebut ditambah oleh parasnya yang sangat tampan. Akan tetapi sebagai saudara kandungnya, Ilene mau tidak mau bertambah jijik dengan kenarsisan kakak ketiganya itu.
Dia pun lantas hanya mengabaikan saja ucapan narsis Leon itu dan langsung ke topik pembicaraan sebenarnya.
“Lilin di sekitar istana bertiup lebih aneh belakangan ini. Mungkin karena hujan lebat baru saja turun secara tidak terduga.”
Mendengar ucapan itu, sejenak, ekspresi Leon menegang.
Bagaimana pun, dia tahu bahwa apa yang diucapkan oleh Ilene adalah suatu bahasa isyarat.
Monster the king of undead adalah salah satu monster berperingkat legendary yang bahkan jika semua pasukan benua bersatu menghadapinya, belum tentu akan sanggup mengalahkannya.
Dan keberadaan monster yang seperti itu berhasil dimusnahkan ketika Helios juga berada di dekatnya. Akibatnya, kuil suci pastinya mulai mewaspadai potensi bahaya dari saudara mereka, Helios tersebut.