
[POV Lusiana]
Terlahir sebagai seorang wanita memang penuh keterbatasan di era yang mana laki-laki selalu memegang kekuasaan.
Menikah pun tidak akan mengubahnya, kita hanya akan berpindah dari kekuasaan sang ayah ke tangan kekuasaan sang suami. Dan jika sang ayah atau sang suami melakukan kesalahan semisal korupsi atau pengkhianatan terhadap negara, maka wanitanya juga akan menerima hukuman yang setimpal karena dikatakan tidak mampu menasihati ayah atau suaminya itu dengan baik sehingga mereka bisa terjerumus ke dalam jurang kesesatan.
Apa kalian bercanda?
Di tengah-tengah kesulitan kami hanya untuk bertahan hidup dari amukan mereka jikalau mereka marah, kalian pikir kami bisa menasihati mereka?
Bukankah itu tidak adil?
Kalian tahu bahwa kedudukan wanita itu lemah, tetapi kalian masih menyalahkan kami jika ayah atau suami kami sampai berbuat keliru dan bahkan tidak segan-segan turut menghukum mati kami? Itu sangat tidak adil!
Namun apalah daya, aku juga hanyalah salah satu di antara wanita-wanita yang lemah itu.
Inilah kisah hidupku, Lusiana Hegalia Vlonhard, putri ketiga Kekaisaran Vlonhard dari seorang ratu ketiga yang baik hati, namun lemah, yang terlahir dengan bakat cemerlang, namun karena berjenis kelamin seorang wanita, bakat itu hanya akan menjadi pajangan seumur hidup tanpa bisa dipergunakan untuk selamanya.
Tetapi apa yang bisa kulakukan? Telah begitu banyak penyimpangan dan perbuatan keji yang dilakukan oleh ayahku yang aku saksikan tepat di depan mata kepalaku sendiri, namun aku tidak bisa mencegahnya. Terlebih kali ini, itu adalah hal terkeji dari perbuatan keji yang pernah dilakukannya.
Sang Kaisar mengumpulkan para budak belian dari Benua Asium dan tawanan perang dari kerajaan tetangga yang berhasil ditaklukkannya. Lalu jika jumlahnya tidak mencukupi, sang Kaisar tidak akan ragu-gagu untuk mengambilnya dari rakyat kekaisarannya sendiri.
Kalian tahu apa yang dilakukan sang Kaisar terhadap orang-orang yang dikumpulkannya itu?
Mereka disiksa 24 jam sehari, dicambuk, dipukuli, dan bahkan jika sang eksekutor sudah terlalu letih untuk menyiksa mereka dengan tenaga mereka sendiri, mereka akan didudukkan pada sebuah kursi yang dialiri aliran listrik yang cukup untuk membuat otak seseorang mendidih.
Mereka yang tanpa salah apa-apa tiba-tiba saja dibawa ke ruang eksperimen untuk disiksa dengan penyiksaan tanpa akhir.
Lalu kalian tahu apa tujuan penyiksaan itu?
Itu hanya demi menciptakan keputusasaan di hati dan jiwa orang-orang itu.
Bagi yang akhirnya diperkirakan akan meninggal karena tak sanggup lagi mengalami berbagai penyiksaan, sebelum nyawa mereka terputus, mereka akan dibawa ke sorcerer untuk diekstrak jiwanya menjadi batu philosopher yang nantinya batu itu akan digunakan kembali sebagai energi untuk membuat orang-orang yang masih bertahan hidup untuk merasakan keputusasaan yang semakin dalam.
Ya, negeri yang membangga-banggakan diri mereka sebagai kekaisaran terkuat di benua ini telah membawa tabu ke dalam negeri mereka sendiri dengan kehendak kaisar mereka sendiri.
Sorcerer adalah tabu yang jelas dan sudah dilarang oleh kuil suci sejak ribuan tahun yang lalu di mana pelakunya akan dicap sebagai seorang witch yang harusnya akan segera dieksekusi mati oleh inquisitor kuil suci.
Berbeda dengan sihir, sorcery adalah bukan bagian dari hukum alam ini. Itu berasal dari dunia lain yang dikatakan sebagai tempat di mana asal-mula demon berasal. Oleh karena itu penerapannya akan menimbulkan hasil samping berupa kutukan yang akan mencemari kestabilan fondasi alam ini yang jika dibiarkan digunakan secara terus-terusan, maka suatu saat dunia ini akan musnah karena tak sanggup lagi untuk mempertahankan kestabilannya.
Lalu sebagai musuh di depan mata yang akan mereka hadapi saat ini, tidak lain adalah sang tiran yang telah lama diramalkan oleh kuil suci yang kini telah memperoleh kekuatannya di selatan benua sebagai kaisar di kekaisaran baru di sana, Helios sun Meglovia.
Itulah kini yang menjadi pembenaran para biadab itu untuk melakukan pembunuhan massal secara sah demi menciptakan monster yang bisa mengalahkan monster lainnya tersebut yang dilaporkan telah mencabut nyawa para bangsawan seisi Kerajaan Cabalcus dengan kedua tangannya sendiri tanpa bantuan apapun dan juga tanpa bantuan siapapun.
Proyek the first order. Itulah bagaimana mereka menyebut nama proyek itu.
Proyek keji yang menggunakan mana mati yang berasal dari batu philosopher yang diciptakan dari kehidupan banyak orang untuk disuntikkan ke dalam tubuh orang lain yang masih hidup yang memiliki daya tahan yang lebih kuat demi menciptakan monster yang mereka sebut sebagai prajurit first order.
Prajurit yang bisa menggunakan aura pedang sang swords master sekaligus sihir tingkat tinggi arch wizard, persis sama seperti kelas champion.
Padahal orang-orang di benua ini yang seharusnya memiliki kelas champion hanya bisa dihitung jari saja, yakni orang-orang yang di masa depan akan berpotensi menjadi kelas hero yang ditunggu-tunggu kedatangannya tiap lima ratus tahun sekali di benua untuk mencegah kehancuran benua.
Tetapi kelas yang begitu spesial itu yang seharusnya ada demi ketentraman dunia, kini diciptakan secara massal melalui metode artifisial untuk menjadi senjata penghancur dunia.
Ini bukan lagi tentang nasib benua yang dipertaruhkan, tetapi nasib dunia itu sendiri.
Apa yang akan terjadi jika pada waktunya, para monster hasil ciptaan para sorcerer itu dilepaskan ke permukaan? Akankah itu benar dipergunakan sebagai senjata yang bermanfaat demi menghadapi Raja Iblis yang akan segera bangkit? Ataukah itu hanya akan menjadi alat pemuas nafsu sang Kaisar saja dalam menguasai benua, tidak, bahkan dunia ini?
Jika yang terjadi adalah yang kedua, adakah orang lain di dunia ini yang mampu mencegahnya?
Aku tahu bahwa kuil suci itu telah menyimpang sejak 500 tahun yang lalu di kala mereka mulai menyembah matahari, bintang, dan bahkan api, tetapi aku yakin bahwa nubuat yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu itu pasti benar.
Tentang kemunculan pahlawan di waktu yang tepat ketika Raja Iblis bangkit.
Jika itu benar, maka di sekitar tahun inilah akan muncul grand hero yang diramalkan sejak sepuluh ribu tahun lalu untuk meneruskan tekad sang pahlawan pertama, Aries.
Mungkin akan banyak dari penduduk benua ini bahkan orang-orang dalam kuil suci sendiri yang tidak akan tahu tentang fakta bahwa sejatinya yang dinobatkan sebagai pahlawan pertama sejak kekaisaran pertama yang berhasil menyatukan seluruh benua sepuluh ribu tahun silam didirikan adalah seseorang yang berambut dan bermata hitam, bukanlah seperti yang diajarkan oleh kuil suci sekarang yakni Rizard yang memiliki ciri-ciri fisik seperti keluarga Kekaisaran Vlonhard.
Waktu aku tahu fakta mengejutkan itu pula dari reruntuhan yang tidak sengaja kutemukan dari studi lapanganku, aku benar-benar terkejut dan tak percaya, apa tah lagi jika kebenaran itu sampai diungkapkan ke seluruh dunia.
Tidak, menunggu kedatangan pahlawan yang belum jelas kapan akan datangnya benar-benar terlalu terlambat. Tidak lama lagi, Kekaisaran Vlonhard akan memulai perang dengan Kekaisaran Meglovia. Sekali itu terjadi, maka ribuan nyawa prajurit dan rakyat tidak berdosa akan dikorbankan.
Itu benar. Sang monster pembantai Kerajaan Cabalcus, Helios sun Meglovia, adalah pilihan yang tepat jikalau aku ingin mencari bantuan.
Berdasarkan penyelidikanku, dia berbeda dari yang dirumorkan. Dia adalah kaisar yang baik hati dan peduli dengan keadaan rakyatnya. Jika itu dia, maka akan ada harapan untuk menghentikan invasi Kekaisaran Vlonhard dengan bantuan informasi yang berhasil aku kumpulkan dari dalam.
Hanyalah pemuda itu kini satu-satunya harapan terbaikku. Aku harus segera menemuinya, dan itu berarti aku harus segera mencari cara agar bagaimana dapat lolos dari pengawasan sang Kaisar demi meninggalkan negeri ini.