Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 171 – ALBERT MEMIMPIN PERTEMPURAN DI UTARA



“Albert, maaf. Aku terpaksa menyetujui pemilihanmu sebagai pimpinan ekspedisi ke utara demi menangani monster-monster di sana.”


“Ini kan sudah tugasku, Master. Mengapa Master merasa tidak enak segala? Lagian dari tempat ini ke perbatasan utara benua sekarang bahkan tidak lagi memakan waktu lebih dari sejam.”


Helios hanya bisa tersenyum kecut melihat wajah pucat Albert. Dia tahu bahwa tidak tepat untuk Albert pergi bertempur sekarang perihal kondisi istrinya yang sedang sakit parah, namun ketiadaan personel yang bisa dipercayanya terpaksa membuat Helios memutuskan untuk memilih Albert yang diutus ke sana.


“Aku yang akan menjaga istri dan anakmu selama kepergianmu, Albert, jadi kuharap kamu bisa berkonsentrasi pada pekerjaanmu di sana tanpa perlu mengkhawatirkan keadaan di sini.”


“Terima kasih, Master.”


Demikianlah Albert pun memenuhi titah sang kaisar untuk menangani masalah monster di perbatasan utara Benua Ernoa tersebut dengan meninggalkan penjagaaan Lilia dan Allios kepada Helios.


***


[POV Albert]


Jika ditanya apakah tugas itu memberatkanku, mungkin jawabannya adalah ya. Bagaimanapun istriku masih sakit dan aku tidak ingin meninggalkannya barang sedetik pun. Tapi bukannya berarti aku mampu menolak tugas ini.


Aku bodoh, jadi tak mampu memahami politik dengan baik, tak mampu memahami maksud terselubung dari para bangsawan yang bermuka dua itu. Yang kutahu kini Master sedang mengalami kesulitan dan tak mampu meninggalkan posisinya di ibukota perihal berbagai hal. Entah itu karena ancaman invasi Kerajaan Maosium di selatan, maupun pergerakan mencurigakan para witch akhir-akhir ini di barat.


Hal itu telah cukup bagiku sebagai alasan untuk membantu Master sebagai kaki tangannya. Lagipula itu adalah hal baik jika Master tetap berada di ibukota saat ini perihal Nyonya Talia tengah dalam keadaan hamil besar yang mungkin sekitar kurang dari dua mingguan lagi akan melahirkan. Mengingat bahwa Master hampir gila karena tidak bisa berada di samping Nyonya Talia pada kelahiran bayi kedua mereka, aku tak ingin lagi melihat Master seperti itu.


Dan walaupun aku yang sebodoh ini, juga bisa paham dengan tindakan yang sejelas itu dari para paladin kuil suci. Sejak mereka punya Pahlawan di sisi mereka, mereka mulai melakukan berbagai hal yang tak lazim.


Aku juga kurang mengerti tentang apa yang hendak mereka capai dengan melakukan berbagai tindakan itu karena aku bodoh, tetapi yang jelas mereka tampak berusaha sekuat tenaga menarik rakyat di sisi mereka, terutama yang berasal dari daerah pedalaman yang jauh dari ibukota.


Banyak konflik kecil di berbagai pelosok Kekaisaran Meglovia yang mereka tangani dan entah mengapa itu berdampak pada semakin kurangnya rasa kepercayaan rakyat terhadap Master. Bahkan aku yang bodoh ini pun bisa tahu apa yang akan terjadi jika tugas penanganan masalah invasi monster di utara justru ditangani oleh faksi bangsawan daerah, apalagi oleh para paladin itu, pastinya kepercayaan rakyat kepada Master akan semakin berkurang.


Tampaknya bencana black death di wilayahku menjadi pemicu utama tentang itu. Master tidak mengatakannya padaku, malahan berusaha menyembunyikannya perihal memahami dengan baik kondisiku saat ini yang sedih perihal penyakit istriku, tetapi para bangsawan licik penjilat itu kemungkinan besar menyalahkanku sebagai pimpinan wilayah sebagai seseorang yang tidak becus sehingga wabah black berhasil masuk ke wilayahku.


Lalu Master-lah yang harus menanggung seorang diri buah ketidakbecusanku itu.


Padahal menurutku Master sudah melakukannya dengan sangat baik. Aku memang tidak mengerti karena aku bodoh, tetapi bukankah itu black death yang pernah meruntuhkan kekaisaran kuno? Dan untuk wabah separah itu, biasanya kan tidak aneh kalau akan hampir setengah bagian benua tenggelam dalam kematian.


Tetapi nyatanya tidak demikian. Walaupun 600 korban berjatuhan di hari kedua, tetapi Master berhasil menghentikan penularan penyakit itu di hari selanjutnya melalui ilmu pengetahuannya yang brilian.


Namun masih saja para bangsawan licik itu mencari celah.


Master disalahkan karena penanganan para pasien yang tidak mengikuti etika perikemanusiaan yang dikurung layaknya binatang ternak, juga dipisahkan dari keluarga mereka tanpa diberikan kesempatan sekalipun untuk bertemu biar sekadar melihat wajah mereka.


Aku memang juga membenci tindakan Master itu, mengingat pasien berada dalam kondisi kritis sehingga bisa saja itu adalah hari terakhir mereka bisa melihat keluarga mereka, tetapi karena itu Master, kuyakin itu pastinya memiliki maksud tersendiri yang aku pun gagal memahaminya karena aku bodoh.


Untuk itulah, di pertempuran melawan monster yang beterbangan dari Benua Arteik ini, aku harus memperoleh prestasi demi meningkatkan nama baik Master.


***


“Siapa kau?”


Albert yang sebelumnya sering mendengar suara-suara aneh memanggilnya ke dungeon Arxena, tidak dapat lagi mengabaikan panggilan itu.


Di suatu hari, dia pun memenuhi undangan suara mencurigakan itu.


Setelah berjuang mengalahkan berbagai monster seperti Cyclops, centaur, dan minotaur, Albert pun akhirnya tiba di bagian terdalam dungeon Arxena.


Di situlah Albert bertemu dengan penampakan astral sang mantan party pahlawan pertama, Arxena. Tentunya Albert tidak akan mengenal mengenai sang pahlawan pertama dan party-nya sejak informasi sejarah mengenai keberadaan mereka telah diubah oleh Baal di masa lalu.


“Akhirnya kau tiba juga, wahai rekan sang terpilih. Aku telah lama menantimu.”


“Rekan sang terpilih? Apa maksudnya itu?”


Namun alih-alih menjawab pertanyaan Albert itu, sosok tersebut hanya lanjut berbicara seolah perwujudannya hanyalah semacam hologram yang berfungsi secara otomatis.


“Kau kuat, tetapi cedera di masa lalumu telah menghentikanmu untuk tumbuh lebih lanjut. Luka-luka di sirkuit mana-mu itu telah disembuhkan sampai taraf tertentu, tetapi tampaknya kelas hero pun memiliki keterbatasan yang tidak sebaik kelas grand priest dalam menyembuhkan.”


“Itu telah tampak sembuh dari luar, namun jika kita menggunakan nano-mikroskop, sebenarnya masih ada lubang-lubang kecil yang terlihat di mana-mana pada sirkuit mana-mu yang menyebabkanmu tak mampu untuk mengumpulkan mana dalam jumlah yang lebih besar untuk mengaktifkan jurus aura yang lebih hebat.”


“Sayangnya aku juga bukan seorang grand priest, aku seorang grand master. Itulah sebabnya aku membantumu dengan cara yang lain. Mulai sekarang, untuk menutupi kekuranganmu itu, aku akan melatihmu di tempat ini setidaknya sampai kau mencapai kelas grand master.”


Demikianlah sejak saat itu selama empat tahun, tiap Albert punya waktu luang, dia akan mengunjungi dungeon Arxena untuk berlatih tanding bersama mantan grand master terhebat sepanjang sejarah itu. Belakangan, Albert akhirnya mengetahui tentang identitas pahlawan pertama yang dipalsukan serta keberadaan para party dari pahlawan pertama tersebut, dan itu semakin membuatnya termotivasi.


Mengingat Damian yang kini menyandang gelar sang pahlawan mulai menunjukkan gelagat melawan masternya, itu semakin membuat Albert termotivasi untuk berkembang. Jika sampai Damian memang hendak membunuh masternya seperti apa yang ada dalam nubuat, dia akan menghentikannya dengan sekuat tenaga.


Namun untuk itu, tentunya Albert harus bertambah kuat. Terlebih sejak terpromosikan menjadi kelas hero, kekuatan Damian telah tumbuh secara signifikan yang kini melampaui Albert.


Walau demikian, meski telah berlatih selama 4 tahun, Albert hanya naik 2 level saja setelah itu, menjadi swords master level 7, sama persis dengan level yang dimiliki oleh Kanazawa Junoichi, sang guru berpedangnya, yang juga tidak mengalami peningkatan sejak menjadi guru Albert sampai sekarang. Tidak, keberadaan swords master level 8 ke atas sendiri, terlebih seorang grand master memang sangatlah langka.


Hanya ada tiga grand master di dunia selama dua puluh tahun terakhir ini, bahkan salah satunya kini sudah meninggal karena terbunuh dalam perang oleh Helios, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang mantan kaisar Vlonhard, Ethanus. Satunya lagi menghilang sejak terakhir kali terlihat di Benua Arteik. Kemudian yang terakhir, telah lama memasuki masa tuanya dengan usia 120 tahun-an dan kini berada di Kekaisaran Tong Kong.


Dengan menjadi seorang grand master, kamu memang dapat memanipulasi mana untuk memperlambat proses penuaanmu. Walau demikian, kamu tetap tak akan bisa mengalahkan yang namanya penuaan karena usia yang suatu saat pasti akan tiba bagaimanapun itu berupaya diperlambat.


***


Kecanggihan teknologi gate berkat ide brilian Master, semakin memudahkan manusia untuk bergerak dari ujung selatan benua ke ujung utaranya, yang dulunya sampai memakan waktu sebulanan, kini hanya bisa ditempuh selama kurang dari sejam saja.


Tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai di perbatasan utara Benua Ernoa itu. Namun pemandangan apa yang kusaksikan di atas laut yang telah hampir sebagian besarnya membeku karena dingin itu, adalah para monster bersayap yang meliar.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, aku segera memimpin para prajurit untuk membuat formasi bertahan di benteng pertahanan.