Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 155 – VAMPIRE



Begitu pulang ke istana, hal yang paling pertama kulakukan adalah meminta Yasmin untuk menjelaskan pengetahuannya terhadap monster-monster yang kami lihat di klinik forensik Dokter Minerva itu.


Itu menggunakan mayat mantan orang hidup sebagai wadahnya, tetapi itu jelas bukan necromancy karena mayat yang dirasuki itu memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri.


“Itu vampir, Master.”


“Jadi kamu benar mengetahuinya?”


“Ya, mereka adalah virus yang berkembang dulu sekali di dataran Benua Armtemis sebelum kemunculan Raja Iblis Ozama di sana.”


“Kamu sudah mengingat masa lalu kamu, Yasmin? Bukannya kamu dulu bilang kamu hampir tak mengingat apa-apa soal masa lalu kamu?”


Itu bukan aku, tetapi Albert-lah yang bertanya kali ini kepada Yasmin. Walau demikian, itu pula mewakili rasa penasaranku selama ini.


“Ya, aku rasa aku mengingatnya. Namun tidak jelas aku mengingatnya di mana. Sepertinya aku pernah membacanya dulu di salah satu perpustakaan kuil suci, tetapi aku tidak mengingat di mana tempatnya dengan jelas. Yang pasti aku ingat dengan jelas informasi ini setelah melihat para vampir itu secara langsung.”


Pada kasus hilang ingatan parsial memang biasa terjadi jikalau memori ingatan-lah yang kebanyakan hilang, walaupun memori yang terkait ilmu pengetahuan atau intelejen tidak akan ikut hilang.


Salah satu rasa penasaranku terjawab, namun bukanlah itu hal penting yang harus dibahas saat ini.


“Vampir ya… Tetapi apa maksudmu dengan virus, Yasmin? Jadi mereka bukan makhluk hidup?”


“Yang aku sempat ingat, itu benar, Master. Mereka adalah sejenis virus yang tertanam pada darah, meng-copy ingatan milik inangnya, lalu menggunakannya untuk menyamar dengan berkelakuan sama persis dengan inangnya. Mereka menyebar melalui media darah.”


“Apakah itu terbatas pada manusia atau bisa kepada makhluk lain juga?”


“Biasanya vampir berwujud manusia hanya akan tertarik mengisap darah manusia saja. Adapun vampir berwujud serigala, juga hanya akan tertarik mengisap darah serigala saja. Tidak pernah pula ditemukan kasus di masa lalu di mana mereka bisa menular antarspesies.”


Aku merasa beruntung Yasmin memiliki semua itu di ingatannya. Andai saja Yasmin tidak mengalami amnesia, aku pasti sudah bisa mengetahui di perpustakaan tersembunyi mana di kuil suci dia sudah membaca dokumen-dokumen itu. Aku betul-betul merasa penasaran ingin membaca secara langsung dokumen-dokumen itu.


Perihal akses ke kuil suci yang ketat, aku memang tidak bisa leluasa untuk mencari akses informasi ke perpustakaan mereka. Alhasil, walaupun aku merasa sudah membaca semua buku mereka, rupanya masih ada saja informasi yang belum aku ketahui seperti virus vampir di peradaban kuno benua iblis itu.


“Lantas bagaimana dengan inang mereka, Yasmin? Apakah mereka masih hidup di dalam?”


“Ketika tubuh mereka terlanjur diambil alih oleh virus vampir, seharusnya inang tubuh itu sudah mati. Namun uniknya, mereka memiliki kemampuan untuk meniru sikap dan tabiat inang mereka secara sempurna bahkan sampai-sampai keluarga terdekat mereka tidak akan menyadarinya.”


“Lantas bagaimana kita akan menangkap monster yang seperti itu jika kita tidak bisa membedakannya dengan manusia normal sebelum mereka sendiri yang mengungkapkan identitas mereka?”


“Kalau itu, cukup mudah, Master. Sejak virus vampir hanya bisa berinkubasi pada suhu yang dingin, sehingga mereka akan segera hangus terbakar begitu dipaparkan pada sinar matahari yang terik. Mereka juga lemah terhadap salah satu zat antibiotik yang terdapat pada bawang putih sehingga menyebabkan darah mereka kontak dengan cairan bawang putih juga akan menyebabkan kemampuan pemulihan mereka menjadi menghilang.”


“Juga, ada bagian dari virus itu yang sangat reaktif pada perak di mana mengontakkan mereka dengan logam perak akan mengganggu proses fotosintesis mereka dalam menghasilkan energi yang berujung pada kematian pada tiap sel mereka. Tetapi tentu saja cara yang terefektif untuk membunuh mereka adalah dengan merusak jantung mereka, tempat di mana tubuh utama virus itu berinkubasi untuk menciptakan keturunan-keturunan baru.”


Mendengar penjelasan informasi lengkap yang diberikan oleh Yasmin, aku pun tersenyum puas padanya.


“Kerja bagus, Yasmin. Informasi yang kamu berikan ini benar-benar sangat membantu.”


Yasmin pun balas tersenyum padaku dengan perasaan bangga.


***


Pencarian dimulai. Aku menugaskan tiap prajurit kekaisaran untuk mencari warga desa dengan kriteria terduga vampir seperti yang dijelaskan oleh Yasmin, yakni mendadak mengurung diri di kamar pada siang hari, menghindari makan bawang putih, atau mendadak tidak lagi mengenakan perhiasan atau barang-barang lain yang terbuat dari perak.


Sayangnya, selama pencarian sampai hari kelima pasca bencana pertama, kami belum menemukan petunjuk apa-apa mengenai induk vampir tersebut. Tetapi kami malah menemukan lima mayat baru yang mengalami gejala yang sama kembali. Empat kami tusuk duluan jantungnya sebelum sempat bangkit oleh virus vampir, sedangkan yang satunya sempat bangkit, tetapi segera kami bunuh sewaktu masih memasuki tahapan kegilaannya.


Berdasarkan informasi tambahan dari Yasmin, sebelum virus vampir mencapai otak inang, dia akan menunjukkan gelagat histeris terlebih dahulu seperti yang kami lihat sebelum-sebelumnya. Namun begitu sudah mencapai otak, dia akan segera mempelajari perilaku inangnya lantas meng-copy-nya dengan baik.


Setelah hari kelima, kami memperketat penjagaan di area sekitar di mana sering terjadinya bencana vampir. Untunglah radius wilayah itu tidaklah begitu luas sehingga kami mampu untuk mengoptimalkan penjagaan.


Itu di sekitar lokasi pemukiman kuil suci. Namun justru itulah yang membuatku sangat khawatir persoalan Ilene juga tinggal di dalam radius bahaya itu. Aku hanya dapat segera membasmi bahaya itu perihal aku tidak bisa membujuk Ilene untuk mengungsi dari sana.


***


Tiba di hari kelima belas, rate bencana yang ditemukan menjadi berkurang berkat pengawasan yang ketat. Namun itu tidak pula bisa dikatakan berhasil perihal dalam rentang waktu sepuluh hari setelah itu, kita masih kecolongan dua kasus bahkan setelah dengan pengawasan ekstra ketat. Di samping itu, belum sama sekali ada petunjuk pula tentang siapa identitas induk vampir yang terlanjur berbaur dengan umat manusia tersebut.


Bersamaan dengan itu, Alice pun tiba dari Kota Apes setelah selesai menangani pasca keributan yang disebabkan oleh Kerajaan Maosium di sana.


“Bencana vampir? Tak kuduga Anda bisa menemukan akses terhadap informasi itu juga, Master.”


Tunggu, tunggu, tunggu! Dari perkataannya, seakan Alice juga tahu mengenai informasi terkait vampir itu sebelumnya.


“Kamu tahu sesuatu tentang bencana vampir, Alice?”


“Ya, itu ada di dokumen lama kuil suci kuno sebelum menjadi kuil suci ortodoks seperti sekarang ini, Master. Aku mengetahuinya sejak ayahku penganut paham kuil suci protestan. Tidak tersisa lagi satu pun kuil suci protestan di zaman sekarang yang menolak penyembahan benda mati, namun di mansion lamaku, aku sempat membaca beberapa dokumennya.


“Salah satu yang menarik perhatianku adalah sejarah tentang Benua Armtemis di masa-masa sebelum kemunculan tower dan Raja Iblis di mana salah satu pembahasannya adalah mengenai monster yang terwujud dari keserakahan manusia itu, vampir.”


Aku pun berbincang lama dengan Alice setelahnya untuk menarik informasi lebih banyak lagi tentang vampir.


Satu yang aku herankan. Berdasarkan keterangan Alice, mungkin mansion di rumahnya adalah satu-satunya harta peninggalan kuil suci protestan yang tersisa, namun itu pun sekarang mungkin tak bersisa lagi. Itu karena gerakan kuil suci ortodoks yang menghilangkan semua jejak informasi kuil suci protestan, termasuk informasi tak lazim yang dibawanya seperti keadaan benua sebelum kemunculan tower dan Raja Iblis.


Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Curtiz padaku dulu, Yasmin jelas adalah pelayan suci berpangkat rendah dari kuil suci sekte penyembah api suci. Lantas, bagaimana seorang pelayan suci berpangkat rendah dari kuil suci ortodoks seperti dirinya mampu untuk mengakses informasi yang bersifat confidential dari penganut aliran kuil suci protestan?


Apa Yasmin sebenarnya adalah seorang mata-mata atau semacamnya sebelum dia kehilangan ingatannya yang dikirimkan oleh organisasi rahasia penganut kuil suci protestan yang sebenarnya masih ada di benua? Pikiran liar itu pun tak dapat lekang dari kepalaku.


Kalau dipikir-pikir lagi, dokumen-dokumen yang ada pada kuil suci ortodoks hanya berfokus pada kemunculan Raja Iblis sebagai musuh besar umat manusia di masa mendatang.


Adapun dokumen sejarah terkait dengan hal-hal sebelum kemunculan Raja Iblis dan tower di Benua Armtemis sepuluh ribu tahun silam benar-benar dimusnahkan, termasuk hubungan masa lampau Benua Ernoa terhadap tiga benua lainnya lagi di dunia, Benua Timur Asium, Benua Selatan Ifrak, serta Benua Utara Arteik.


Kuil suci ortodoks benar-benar telah banyak menghapus sejarah. Tidak, tidak hanya dihapus, bahkan beberapa juga diubah seperti sang pahlawan pertama Aries yang dengan seenaknya mereka gantikan posisinya dengan Rizard. Entah seberapa banyak lagi informasi palsu yang telah ditanamkan kuil suci ortodoks itu di Benua Ernoa ini.


“Tapi mengapa Master terlihat begitu murung?”


Alice tiba-tiba bertanya padaku di tengah lamunanku memikirkan masalah pelik bencana vampir ini.


“Bagaimana aku tidak murung. Sudah lima belas hari induk vampir itu berkeliaran bebas, tetapi aku sama sekali belum menemukan petunjuk yang bisa mendekat ke arahnya meski seluruh prajurit istana dan para familiarku telah dikerahkan ke seluruh sudut dan celah ibukota.”


“Tenang saja, Master. Serahkan ini padaku.”


“Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?”


Tentu saja aku keheranan dengan asal kepercayaan diri Alice yang prominen itu. Aku saja dengan upaya sekuat tenagaku berupaya mati-matian selama lima belas hari ini, belum juga menemukan satu pun petunjuk meski telah mengerahkan para burung es kebanggaanku…


“Oh.”


“Akhirnya Master mengingat sesuatu?”


Kenapa aku sampai bisa lupa elemen dasar Alice. Itu adalah petir yang mampu merasakan letak kegelapan yang dingin.


“Wajar jika dengan elemen Master itu, Master tidak bisa menyelidikinya sejak elemen dasar kalian setipe. Tetapi berbeda dengan elemen petirku yang merupakan lawan alamiah dari kegelapan yang dingin, kita pasti akan segera mampu mentracking-nya.”