Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 175 – FASILITAS MISTERIUS DI BENUA ES



Yasmin mulai menceritakan kisah masa lalunya setelah itu. Siapa sangka bahwa dia rupanya adalah Cassandra si witch dalam legenda yang dikatakan telah menghasut Apollo untuk menghancurkan kekaisaran purba sehingga tak ada satu pun kini bukti-bukti sejarah peninggalan peradaban masa lalu di bawahnya, termasuk kelima relik suci yang ditinggalkan oleh sang pahlawan pertama beserta party-nya.


“Lalu, haruskah sekarang kupanggil kau dengan sebutan Kakak, Tante, atau mungkin Nenek Cassandra?”


“Kalau Master melakukannya mungkin kali ini aku akan benar-benar menangis. Terlebih, aku lebih suka dengan nama Yasmin pemberian Master. Untuk seterusnya, aku berharap Master tetap akan memanggilku sebagai Yasmin saja.”


“Tapi, kamu kan punya masa lalu juga dengan namamu itu.”


“Bagiku, Cassandra yang cengeng yang selalu mengambil keputusan bodoh yang menyebabkan kematian kakak, kekasih, dan suaminya sudah lama terkubur mati sejak dia mengabdikan dirinya sebagai hamba Iblis, dan kini yang ada hanyalah aku yang telah terlahir kembali sebagai maid setia Master, Yasmin.”


“Baiklah, Yasmin. Mulai sekarang dan seterusnya, Yasmin adalah Yasmin.”


Aku menatap matanya seraya tersenyum lalu Yasmin pun membalas senyumanku itu dengan senyumannya pula. Aku sedikit terkesima perihal Yasmin yang biasanya berwajah datar itu, kini benar-benar bisa menunjukkan ekspresinya secara gamblang.


Terlihat masih ada yang ingin disampaikannya padaku melalui ekspresinya yang manyun itu. Karena penasaran, aku pun bertanya.


“Ada apa, Yasmin.”


“Itu, Master. Apakah tidak ada lagi yang ingin Master tanyakan padaku?”


Aku memiringkan kepalaku dengan ekspresi yang tak tahu.


“Apa itu?”


“Aku kan awalnya adalah pelayan setia Raja Iblis, tapi kini aku berada di sisi Master. Apa Master tidak akan menanyakan apa-apa soal kelemahan Raja Iblis atau semacamnya?”


“Tidak adakah semacam hukuman seperti lidahmu akan putus atau lehermu akan terpenggal jika kamu menceritakan rahasia Raja Iblis itu padaku seperti yang kulihat di teater-teater?”


“Raja Iblis lebih berkepribadian masa bodoh daripada apa yang Master pikirkan. Sosok itu sama sekali tidak peduli dengan hal yang begituan.”


“Begitu ya? Sesuai dengan gelarnya rupanya.”


“Bagi Raja Iblis, manusia hanyalah makhluk lemah sehingga dia sama sekali tidak berniat untuk menyembunyikan kelemahannya. Dia senantiasa menatap kita dengan angkuh dari atas tahtanya sebagaimana manusia menatap semut yang merayap di tanah yang tiap saat bisa dibinasakannya dengan mudah. Jadi, apakah aku akan berguna jika aku memberitahukan rahasia kelemahan Raja Iblis itu kepada Master?”


Aku menggeleng terhadap pertanyaan Yasmin itu.


“Tidak. Kamu tidak usah melakukannya.” Jawabku tegas.


“Kenapa, Master?”


Aku lantas menatap mata Yasmin tanpa keraguan seraya berkata, “Apakah menurutmu aku ini terlalu lemah dibandingkan Raja Iblis sehingga aku harus melakukan hal rendahan itu? Lagian, bukan tugasku mengalahkan Raja Iblis, itu tugas sang pahlawan, si Damian itu. Yang terpenting bagiku hanyalah melindungi keluargaku dan tanah kelahiranku ini.”


“Begitu rupanya. Kepribadian Master rupanya lebih buruk daripada Raja Iblis.”


“Itu pujian atau hinaan? Hmph!”


“Itu pujian kok, Master. Syukurlah aku memiliki perasaan ini pada Master walaupun ini berasal dari…”


Jarang-jarang aku melihat Yasmin tersenyum tulus. Syukurlah, kini hubungan kami kembali membaik dan Yasmin bisa nyaman lagi di dekatku. Namun, aku sedikit merasa bersalah padanya karena memanfaatkan perasaan pribadinya itu padaku demi kepentinganku.


“Apa?”


Aku bertanya karena aku hampir tidak bisa mendengarkan ucapan Yasmin di bagian-bagian akhir,


“Bukan apa-apa kok, Master.”


Namun Yasmin hanya menggeleng seraya tersenyum simpul.


Entah mengapa aku bisa menangkap ekspresi kelegaan di balik wajah Yasmin seolah dia tidak perlu mengatakan apa yang tidak seharusnya dikatakannya. Syukurlah aku benar-benar tidak menanyakan pertanyaan itu padanya. Entah ekspresinya itu mengisyaratkan dia tidak perlu mengkhianati tuannya, sang Raja Iblis, ataukah… dia tidak perlu menjebakku, orang yang dicintainya, dalam jebakan Raja Iblis.


Ya, aku mempercayai Yasmin, dan aku yakin bahwa Yasmin juga merasakan hal yang sama padaku. Tetapi bisa saja memori ingatannya dimanipulasi ataukah ada jurus khusus yang tertanam padanya yang mengharuskannya mengatakan sesuatu yang khusus di waktu tertentu. Itulah sebabnya walaupun Yasmin akan mengungkapkan kelemahan Raja Iblis itu padaku, mana mungkin aku bisa mempercayainya.


Jika dia yang begitu mempercayaiku akan sampai mengetahui isi hatiku yang sebenarnya ini, aku mungkin takkan sanggup lagi untuk menatap matanya secara langsung. Itulah sebabnya akan lebih baik jika sedari awal, aku tidak pernah mengetahui rahasia kelemahan Raja Iblis melalui mulut Yasmin.


“Yosh. Sudah cukup obrolannya. Kini kita harus fokus kembali bekerja!”


“Siap, Master.”


Kami melanjutkan perjalanan kami lagi menuju wilayah yang lebih dalam dari dataran Benua Arteik ini.


Jauh berjalan, kami pun menemukan suatu bangunan yang aneh semacam pabrik di sana yang tampak tidak berada pada tempatnya mengingat di sini adalah wilayah es yang tak mungkin dihuni oleh manusia.


Begitu kami memasuki bangunan itu, betapa terkejutnya aku ketika menemukan pemandangan ratusan manusia dan beberapa bahkan telah menjadi mayat diekstrak jiwanya di sana untuk memproduksi mana mati. Mana-mana mati itu kemudian dialirkan kepada beberapa spesimen yang terdiri dari hewan-hewan yang belum berevolusi menjadi hewan sihir yang lazim ditemukan di Benua Arteik. Beberapa di antaranya adalah berbagai jenis spesies burung.


Tak lama setelah kami memasuki bangunan itu, ratusan monster pun menyergap kami.


Sekarang aku paham apa yang telah terjadi. Fasilitas inilah yang menjadi dalang dari balik semua kekacauan di utara Benua Ernoa.


Fasilitas ini telah berfungsi secara otomatis selama beberapa waktu hingga menciptakan ratusan ribu monster. Jika tidak segera dihentikan, fasilitas ini hanya akan menciptakan lebih banyak lagi monster secara tiada hentinya.


Karena kehilangan kendali, monster-monster yang meliar pun berkeliaran ke mana-mana untuk mencari makanan, lantas monster-monster yang bisa terbang pun memilih untuk meninggalkan benua es ini yang hampir tidak ada lagi makanan untuk bisa mencari makanan baru di tempat lain yang lebih kaya sumber daya seperti di Benua Ernoa.


Itu artinya selama kami bisa menghancurkan fasilitas ini, monster-monster terbang tidak akan lagi terus-terusan muncul dan menyerang wilayah Fallenstone. Ini akan pula sekaligus meredakan kegelisahan warga di wilayah Lugwein terhadap ancaman invasi monster terbang dari arah utara. Dengan demikian, kedamaian di wilayah utara Benua Ernoa pun dapat doperoleh kembali.


Yah, tentu saja tidak butuh waktu lama bagiku dan Yasmin untuk menghabisi para monster kroco yang lemah ini yang kebanyakan dari mereka hanya terdiri dari kelas normal dan rare saja. Bahkan aku masih bisa menghitung dengan jari jumlah monster ultra rare yang muncul dan sampai saat ini, belum muncul pula monster dengan tipe yang lebih tinggi lagi.


Setidaknya para monster yang berada di sekitar kami telah kami basmi. Walaupun aku belum bisa menjamin bahwa seluruh monster yang diciptakan oleh fasilitas ini telah dikalahkan semuanya perihal ada kemungkinan masih ada di antara mereka yang bersembunyi ke pelosok Benua Arteik yang tidak bisa kami jangkau. Tetapi mari kita serahkan hal itu kepada para predator alam saja untuk membasmi sisanya, para hewan sihir.


Namun yang lebih mengkhawatirkanku adalah fasilitas ini sendiri. Karena keberadaan fasilitas ini, wilayah di sekitarnya jadi terkontaminasi dengan mana mati.


Akibatnya, tidak terlihat lagi sama sekali dalam ranah polusi keberadaan para hewan sihir. Semuanya kemungkinan telah mati karena mana mati atau turut terdegradasi menjadi monster. Jika ini terus dibiarkan sampai mencemari seluruh dataran Benua Arteik, kutakut para hewan sihir akan punah padahal keberadaan mereka sangatlah penting sebagai pertahanan utara dunia terhadap ancaman invasi demon.


Akan tetapi, kami tidak dapat serta-merta menghancurkan fasilitas ini begitu saja. Masih ada beberapa manusia yang hidup yang belum terekstrak keseluruhan jiwanya yang masih bisa diselamatkan, walaupun mereka berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan.


Lalu satu di antara mereka, bukankah itu satu di antara tiga grand master dunia?


Tidak, itu salah. Sekarang jumlahnya ada empat dengan turut terpromosikannya Albert sebagai yang keempat. Ah, itu salah lagi. Aku empat tahun yang lalu telah membunuh salah satunya, jadi totalnya memang masihlah tetap tiga.


Aku menyuruh Yasmin bersamaku untuk mengobati mereka yang terluka dengan sihir penyembuhan, kemudian aku juga menghubungi Dokter Minerva di luar melalui artifak sihir yang baru-baru ini kubuat yang kunamakan sebagai ‘telepon pintar’ yang merupakan pengembangan dari alat perlindungan kalung yang sebelumnya kubuat, tetapi kali ini tidak kusertakan fungsi perlindungan barier pada alatnya.


Dokter Minerva kemudian segera membawa bantuan para prajurit yang sebelumnya kutempatkan di wilayah Fallenstone. Dengan bantuan mereka, kami berhasil sesegera mungkin menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi para korban fasilitas misterius itu ke wilayah Fallenstone.


Aku khususnya berpesan kepada Dokter Minerva untuk merawat sang grand master dengan baik perihal kehilangan lagi kekuatan tempur yang berharga di pihak manusia di kala perang melawan demon telah dekat adalah sesuatu yang akan sangat merugikan bagi umat manusia.


Kini yang tersisa adalah menghancurkan fasilitas tersebut kemudian memurnikan mana mati yang ada di sekitar. Namun sebelum aku hendak akan menghancurkan fasilitasnya, Yasmin mengajukan diri terlebih dahulu untuk mengatasi masalah itu. Karena aku percaya padanya, aku pun memberikannya izin untuk melakukan apa yang dia inginkan.


Seketika Yasmin yang walaupun bermata hitam dan berambut hitam sepertiku, tetapi memiliki aura yang putih bersih, seketika berubah menjadi aura yang hitam pekat yang kali ini benar-benar menyesuaikan diri dengan penampilannya.


Yasmin pun dalam sekejap menghisap mana-mana mati di dalam dan sekitaran fasilitas itu ke dalam tubuhnya. Seketika aku tersadar, ‘Ah, dia memang seorang witch.’


Namun, Yasmin tetap tak dapat menghisap mana-mana mati itu sampai benar-benar bersih perihal menghisapnya lagi di kala kadarnya telah rendah, apalagi tercampur dengan mana alam dengan konsentrasi yang lebih tinggi, katanya akan mencederai tubuhnya witch-nya. Mungkin prinsipnya sama dengan manusia yang tetap kesulitan bernafas walaupun masih ada sekitar 5 persen gas oksigen di udara perihal jumlah gas karbondioksida-nya melebihi 70 persen.


Itulah sebabnya Yasmin berubah kembali menjadi Yasmin dengan aura yang putih bersih lantas bersama-samaku memurnikan mana mati itu dengan sihir penyembuhan. Namun tak kusangka bahwa proses ini akan memakan waktu sampai lima hari lima malam lamanya.


Setelah mana mati termurnikan semuanya, tidak ada lagi alasan aku hesitasi terhadap bangunan yang berdiri kokoh ini. Dengan jurusku, aku pun meledakkannya dengan meriah. Seketika aku tersadar, ‘Ah, inilah rupanya mengapa Nunu selalu terlihat bersemangat ketika meledakkan sesuatu yang kokoh.’ Ada perasaan eksitasi dan kepuasan tersendiri yang tak bisa dijelaskan.


Ah, tidak, jika pembicaraan ini terus dilanjutkan, kukhawatir kalian bisa saja menganggapku psikopat, bukan? Tidak kok, tidak seperti itu. Sekali lagi, tidak seperti itu.


Setelah itu, kami pun kembali ke wilayah Lugwein. Butuh proses yang lama untuk mengembalikan habitat alam yang telah rusak, tetapi karena pusat penyakitnya sendiri telah berhasil diatasi, aku yakin semuanya bisa kembali normal dengan sendirinya. Kemampuan menyembuhkan diri alam adalah sesuatu yang tidak boleh diremehkan oleh umat manusia.


Namun untuk mempercepat prosesnya itu, mungkin aku harus menyempatkan diri mencanangkan program rehabilitasi di sana pada program rencana kerja kekaisaran. Adalah hal yang baik untuk menciptakan udara bersih di dunia walaupun itu tidak berada di wilayah kekuasaan kami, bukan?