
Albert tersungkur ke tanah. Tenaganya benar-benar telah habis.
Jika itu selesai sampai di sana, tentu saja semuanya akan berakhir baik-baik saja.
Akan tetapi kemudian, prajurit lemah kekaisaran melihat itu sebagai peluang untuk membunuh Albert.
Mereka yang semula menyembunyikan ekor mereka perihal ketakutan melihat kekuatan over power Albert, kini mulai menunjukkan taringnya begitu melihat Albert telah lemah dan tak berdaya.
Setiap anjing kekaisaran berpikir bahwa itu adalah peluang terbaik bagi mereka untuk membunuh seorang swords master berlevel 5 tersebut dan memperoleh prestasi di kekaisaran mereka.
Semuanya pun berbondong-bondong mengeroyok Albert dengan senjata masing-masing di tangan mereka.
“Mati kau, pengkhianat biadab!”
“Rasakan ketajaman pedangku ini, hiyaaaat!”
-Slash.
“Aaaaaaakh.”
Namun seketika prajurit pengecut yang hanya berani menggonggong pada orang yang lebih lemah dari mereka itu disapu bersih oleh hantaman jarum-jarum es. Semuanya seketika tewas dengan kepala yang bolong.
Itu adalah Helios.
[Hei, Albert, bangunlah! Jangan pingsan di medan perang! Kamu mau mati?!]
“Ah, suara Master. Maaf, Master. Aku lengah sedikit karena mengan… tuk.”
-Tuak.
Albert tertatih-tatih dalam berdiri, namun itu memang benar-benar di ambang batasnya sehingga tidak butuh waktu lama bagi Albert untuk roboh kembali.
“Tidak, aku tidak boleh roboh di sini. Aku masih harus membantu Alice.”
[Sudahlah. Kamu istirahat saja kalau begitu, Albert.]
“Tapi Master, Alice…”
[Ck. Alice yang sekarang jauh lebih kuat darimu. Jika Alice serius, maka si Ibelal bajingan itu bukanlah tandingannya. Lagipula yang terpenting sekarang adalah keselamatanmu karena Alice bisa menjaga dirinya sendiri. Berbaringlah sampai tenagamu pulih. Biar para familiarku yang akan melindungimu.]
“Jadi benar para serangga yang beterbangan ini memang milik Master rupanya”
[Ap… Apa?! Serangga?! Kamu rupanya tidak bisa membedakan antara burung dan serangga, dasar Albert idiot!]
“Ah, maafkan aku, Mas… ter.”
[Sudahlah, tidur sana. Biar aku yang mengurus para kecoak itu.]
Aura dingin seketika mengelilingi Albert.
Para anjing kekaisaran yang terlanjur terjebak di dalamnya karena berupaya mengincar nyawa Albert, tak lagi dapat melarikan diri. Mereka pun harus tewas dalam gelimpangan darah oleh tajamnya es.
Adapun yang sempat ragu mendekati sang swords master Albert sehingga masih di luar ranah zona serangan Helios, beruntunglah mereka karena masih terhindar dari marabahaya amukan sang tiran es sehingga setidaknya belum saatnya nyawa mereka akan melayang di kesempatan itu.
[Pertarungan di bagian sini sudah usai, Alice. Kini giliranmu untuk menunjukkan apa yang kamu bisa.]
***
“Aaaaaaakkkkkhhhh.”
Gadis itu berteriak kesakitan setelah terkena berkali-kali hantaman pedang dan kobaran api dari Ibelal.
“Dasar lemah! Sejujurnya aku malu kamu terlahir di negara yang sama dengan aku.”
“Jika diberikan pilihan, aku juga tidak sudi terlahir dekat-dekat dengan Anda, Pangeran! Anda tidak punya hati nurani. Anda adalah sosok yang tega mengorbankan nyawa orang lain tanpa pikir panjang demi keuntungan Anda. Sosok seperti Anda sama sekali tak pantas menjadi seorang pemimpin negara. Justru Pangeran Helios yang dibenci semua orang-lah yang lebih pantas!”
“Uaaaaaakkkkkhhhh. Aaaaakkkkhhhhhh. Iaaaakkkkkhhhh.”
Ibelal terlarut dalam amarah karena provokasi dari Alice. Dia pun menghantam Alice berkali-kali hingga wanita itu mengerang begitu kesakitan berkali-kali pula.
Meski demikian, berkali-kali Alice tumbang pun, dia tetap kembali berdiri.
“Dasar wanita keras kepala! Matilah sialan!”
-Dash.
“Aaaaaakkkkkkhhhhhh.”
“Orang lemah sepertimu tempatnya hanya untuk menjadi santapan bagi yang kuat.”
Alice bangkit dan bangkit kembali. Walau disiksa sedemikian rupa, dia hanya akan bangkit kembali.
“Dasar wanita sok suci. Itulah sebabnya Rahib Robell menetapkanmu sebagai orang pertama yang harus disingkirkan setelah musnanhnya keluarga Duke Lugwein untuk menjalankan rencananya!”
“Apa maksud Anda?”
Melihat tampang kebingungan Alice setelah dia mengucapkan kalimat itu, tampak menjadi ekstasi sendiri bagi Ibelal. Dia pun tersenyum kegirangan, sambil mengucapkan dengan yakinnya,
“Apa lagi? Jika kamu mengetahui detail rencana the first order, maka orang yang berkepribadian terlalu jujur seperti kamu-lah yang akan menjadi orang paling pertama menjadi whistleblower yang membcorkan rencana kekaisaran dan kuil suci.”
[Alice, hentikan sikap masokismu itu! Kamu tahu sendiri kan, kalau ini bukan waktu yang tepat untuk itu? Sampai kapan kamu akan terus-terusan dihajar karena menikmatinya?]
Suara Helios tiba-tiba saja bergema di antara pertarungan mereka berdua.
“Enak saja! Si… siapa yang masokis?! Siapa yang menikmati dihajar?!”
Seketika Helios mengatakan itu lewat telepati via kalung yang terhubung oleh portal kecil Dokter Minerva, muka Alice segera memerah. Dia sepertinya kedapatan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.
[Alice, the first order yang dibicarakan oleh bajingan Ibelal itu adalah proyek yang menggunakan nyawa rakyat jelata dan para budak sebagai bahan sekali pakai untuk menciptakan pasukan dengan kekuatan prajurit yang tangguh yang kekuatan masing-masingnya setara dengan Albert atau lebih tinggi. Tetapi sebagai akibatnya, para prajurit yang diciptakan lewat metode itu, seketika akan meninggal usai digunakan untuk pertarungan.]
“Apa?”
[Itu adalah fakta, Alice. Si bajingan Ibelal dan sekutu-sekutunya itu lebih bajingan daripada yang kamu pikirkan. Jadi hentikan saja sandiwara masokismu itu sekarang. Tidakkah kamu marah dengan perlakuannya yang merendahkan arti kehidupan manusia hanya karena mereka budak dan rakyat jelata? Sekarang, saatnya kamu menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya di hadapan bajingan itu, Alice.]
Alice lama terdiam.
Secara tiba-tiba saja, petir berseliweran di sekeliling Alice. Itu tidak seperti sebelumnya. Itu lebih menakutkan.
Alice dipenuhi kemarahan. Mata emasnya menyala seterang petir.
“Apa itu semua itu benar, Pangeran Bajingan?”
[Hei bajingan Ibelal, kamu bilang yang lemah harus menjadi santapan yang kuat kan? Kalau begitu, sekarang jadilah objek percobaanku untuk mengukur sampai di mana batasan Alice dalam mode marahnya.]
“Kau? Kau si tiran es sialan itu rupanya. Darimana kamu bersuara, hah?!”
Namun Helios tidak menjawab lagi. Itu karena dia terlalu sibuk mengamati Alice.
-Duarararararar.
Suara petir begitu menggelegar yang sangat memekakkan telinga dibandingkan sebelumnya. Itu bukan lagi tandingan bagi kobaran api Ibelal yang bagaikan korek api itu di hadapannya.
“Aaaaakkkkkkhhhhhh!”
Itu adalah sambaran petir dari aura orang yang sama. Namun demikian, efeknya jelas berbeda. Jikalau sebelumnya, Ibelal hanya merasa digigit semut, sekarang tulang-tulangnya rasanya akan meleleh. Tidak, itu bukan perasaannya saja. Itu benar-benar meleleh.
“Wanita baji…”
-Slash.
Ibelal tidak sempat lagi mengucapkan bagian akhir kalimatnya. Tubuhnya telah gosong di mana armor merah yang dikenakannya sudah hampir tak berbentuk lagi, meleleh bersamaan kulit dan dagingnya.
Namun bukan itu yang menyebabkan kematiannya.
-Druk kuduk kuduk.
Kepala Ibelal disembelih dengan rapih lantas bergelindingan di tanah.
Alice akhirnya berhasil memenangkan duel itu dengan susah payah.
Tidak, mungkin selama ini, itu hanyalah aktingnya semata karena kecenderungannya yang menyukai siksaan dalam pertarungan. Bagaimana pun, Helios-lah yang paling mengenal baik Alice sejak dia adalah rekan party-nya yang bertanggung jawab sebagai tanker, menerima luka yang diderita oleh party-party-nya.
[Tenanglah, Alice. Kamu sudah melakukannya dengan baik.]
Alice menitihkan air mata.
“Pangeran Helios, bagaimana bisa ada manusia sekejam itu di dunia ini? Tidak, mereka bukan lagi manusia! Mereka adalah iblis berwujud manusia! Aku tahu kalau mereka memang biadab yang bisa mengorbankan nyawa orang yang tidak berdosa demi kepentingan mereka. Tetapi untuk memperlakukan nyawa-nyawa itu dengan kejam sepeti boneka bahkan sampai di ujung peristirahatan terakhir mereka, itu terlalu kejam.”
Helios diam saja sembari membiarkan Alice mengeluarkan seluruh keluh-kesahnya agar wanita itu dapat tenang. Bagaimana pun, berkat dia dan Albert, invasi kekaisaran terhadap tanah air utara Kerajaan Meglovia dapat dicegah.
Helios tidak dapat memberikan informasi secara lengkap kepada Alice terkait proyek the first order yang akhirnya berhasil dia kumpulkan dalam waktu singkat itu berkat kerjasama Dokter Minerva.
Itu mungkin belum semuanya karena Helios baru mendapatkan klu penyelidikannya beberapa jam sebelumnya, tetapi itu telah sangat berada di luar nalarnya.
Tidak hanya sampai orang itu meninggal saja, bahkan sisa-sisa tubuh tumbal yang sekarat secara sengaja diekstraksi untuk diambil energi kehidupannya untuk diberikan secara paksa kepada tubuh tumbal lain yang lebih kuat.
Proyek the first order tidak ubahnya seperti penciptaan homunculus, bahkan itu lebih kejam. Jika homunculus, nyawa orang-orang hanya akan dimasukkan ke dalam tubuh boneka saja, tetapi untuk proyek the first order, mereka dimasukkan ke dalam tubuh manusia hidup lain demi menciptakan monster berwujud manusia yang mereka sebut sebagai prajurit first order.
Bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya tubuh manusia yang dibuat menjadi monster itu. Dan bahkan setelahnya, mereka hanya akan menjadi boneka patuh bagi tuannya. Tidak sampai di situ, begitu mereka telah rusak dan tidak berguna lagi bagi sang tuan, nyawa di dalam tubuh mereka akan diekstrak kembali untuk di daur ulang.
Benar-benar nasib tumbal yang malang.