
Di suatu sore, aku keluar mansion untuk jalan-jalan melihat bisnis baru yang baru-baru saja mulai kukembangkan.
Aku melihat ke sekitar situasi Kota Painfinn. Entah mengapa, nuansa suram yang belakangan ini ditujukan kepadaku berkat hasutan para guild pedagang culas yang tak senang dengan bisnis batu kristal sihir milik kota yang kukembangkan, tak lagi terlihat di mana-mana.
Apakah itu berarti warga telah mengakuiku sebagai pemimpin mereka yang cakap sehingga hasudan jahat dari para guild pedagang culas itu tak lagi berpengaruh pada mereka? Bagaimanapun itu, berkatnya, situasi di Kota Painfinn menjadi lebih terkendali.
Perihal Albert yang saat ini sedang sibuk melatih para prajurit baru kota, kini aku didampingi oleh Yasmin untuk jalan-jalan.
Yasmin awalnya adalah orang kuil suci yang akhirnya memutuskan untuk berpindah kubu sejak walaupun dia lupa ingatan, tidak ada niat sama sekali dari kuil suci untuk mendukung penyembuhannya. Melihat pandangan sebelah mata dari kuil suci itu, dia pun akhirnya jadi bersikeras ingin bekerja di bawahku saja.
Karena dia adalah orang yang sangat terampil dalam menangani berbagai pekerjaan rumah tangga yang berat dan kebetulan aku juga dari dulu sangat menginginkan seorang maid pribadi untuk melayaniku, aku pun seketika mempekerjakannya sebagai maid eksklusifku, alih-alih sebagai pegawai kota.
Itu artinya, kedudukan Yasmin berbeda dengan Curtiz dan Jilk. Dia bekerja langsung di bawahku, bukan atas nama pemimpin kota, tetapi atas nama pangeran kedua seperti halnya Albert sehingga ketika aku akan diberhentikan sebagai pemimpin Kota Painfinn, Yasmin juga bersama Albert tetap akan mengikutiku ke mana pun aku pergi.
Entah mengapa, walau aku juga baru mengenalnya seperti Jilk, ada nuansa tersendiri dari dalam batinku yang mengatakan bahwa aku bisa mempercayai wanita ini. Bukannya sombong, tetapi aku sangat mempercayai instingku itu yang bisa merasakan niat tulus orang-orang.
Kali ini, aku bersama Yasmin mengunjungi sebuah goa yang terletak di pinggiran wilayah Kota Painfinn. Nuansa di dalam goa gelap. Akan tetapi berkat sihir api suci yang dimiliki oleh Yasmin yang didapatkannya sejak dia adalah salah satu bekas murid kuil suci, aku tetap dapat menerawang dengan jelas situasi di dalam goa.
Aku kala itu mengawasi pertumbuhan tanaman grassfilt yang sedang kukembangkan, suatu tanaman sejenis rumput yang mampu menyerap mana alam yang tersebar di udara dengan seratus kali lipat lebih kuat dari tanaman manapun.
Jika diolah dengan benar, tanaman ini dapat dibuat potion untuk meningkatkan mana secara permanen yang sangat dibutuhkan bagi para penyihir pemula.
Sayangnya, tanaman sejenis ini biasanya hanya didapatkan di utara Kekaisaran Vlonhard yang beriklim sangat dingin sejak lokasinya berdekatan dengan kutub utara.
Tanaman ini memerlukan dua syarat ekstrim bagi pertumbuhannya. Pertama yakni suhu. Suhu bagi tanaman ini dapat tumbuh dengan optimal yakni tidak boleh melampaui 5 derajat celcius. Lalu syarat kedua yakni intensitas cahaya matahari. Anehnya, tanaman ini hanya dapat tumbuh di tempat yang tidak terpapar sinar matahari.
Jika melihat kedua syarat itu, tentunya grassfilt ini takkan mungkin dapat tumbuh di wilayah Kerajaan Meglovia yang beriklim tropis. Namun sejak aku memiliki bakat sihir es dan memiliki kemampuan untuk memodifikasi suhu ruangan di sekitar layaknya pendingin ruangan, maka aku pun bisa menyediakan lingkungan optimal bagi pertumbuhan tanaman grassfilt, yakni di dalam goa yang saat ini sedang aku kunjungi bersama Yasmin.
Melalui barang-barang sihir yang aku ciptakan dari inti kristal monster level rendah, semuanya jadi mungkin untuk mengondisikan suhu ruangan di dalam goa ini agar tetap pada suhu optimal pertumbuhan tanaman grassfilt.
Jika aku berhasil mengembangkan potion peningkatan mana dari bisnis ini, tentunya guild sihir dan Akademi Sihir Kerajaan Meglovia tidak lagi memerlukan import potion sejenis dari Kekaisaran Vlonhard yang selalu memonopoli bisnis potion peningkatan mana tersebut berkat keunggulan mereka dalam memiliki wilayah yang beriklim dingin sebagai tempat pengembangbiakan ideal bagi tanaman grassfilt.
Apalagi di dalam suasana konflik dingin dalam diam yang sedang terjadi di antara dua negara di mana Kekaisaran Vlonhard-lah yang selalu menyalakan api konflik tersebut di perbatasan utara wilayah kerajaan kami, keberadaan bisnisku pastinya akan sangat membantu kerajaan.
“Wah, indahnya ya, Master.”
Aku seketika menatap wajah seputih salju dengan mata yang menenggelamkan karena kehitamannya itu. Terlihat bahwa Yasmin sangat bahagia mendapati pemandangan kilauan biru rumput yang nampak elegan yang memantulkan cahaya remang api sucinya tersebut.
Kalau diingat-ingat kembali, sangat sulit perjuanganku untuk memperoleh bibit tanaman ini. Tetapi berkat keahlian negosiasi milik Jilk yang sangat baik dalam menegosiasikannya kepada para profesor di Akademi Sihir, aku akhirnya bisa memperoleh bibit tanaman grassfilt tersebut lantas mengembangkannya sampai sejauh ini.
Jika beberapa hari lagi tumbuhan ini dapat tetap tumbuh baik layaknya sekarang, maka aku akan bisa segera memanen hasilnya lantas segera mengubahnya menjadi potion untuk dijual ke guild sihir maupun Akademi Sihir Kerajaan Meglovia.
Membayangkan itu saja, aku sudah bisa mendengar dencingan uang yang mengalir lancar masuk ke sakuku. Masa depan yang begitu cerah menanti lewat bisnis ini.
Dengan perasaan senang, aku dan Yasmin meninggalkan goa. Lalu terdengarlah suara bising dari benteng pertahanan kota. Rupanya, serangan gelombang monster yang ketiga sejak aku menginjakkan kaki di Kota Painfinn ini pun tiba.
Namun, kali ini monster yang menyerang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dua yang pertama. Mereka hanyalah sekawanan goblin tanpa pemimpin. Walau demikian, jumlah yang menyerang cukup banyak sehingga dikategorikan berada di level kuning.
Aku pun dari atas benteng hanya mengamati saja bagaimana para prajurit bertarung.
Dapat kulihat bagaimana Albert telah berevolusi menjadi pimpinan prajurit dengan sangat baik menggantikan posisi Fernand.
Namun ketimbang Albert, ada salah satu prajurit yang lebih menarik perhatianku. Dia adalah seorang prajurit wanita yang tampaknya seorang veteran yang terlihat dari massa otot-otot tubuhnya yang kekar yang terbalut dalam zirah emasnya berpadu balutan kain putih di dalam yang kelihatan sangat mencolok.
Sayangnya, aku memperhatikannya bukan karena kemampuannya yang hebat, melainkan keanehan yang ditunjukkannya selama pertarungan.
Dia tampak dengan penuh percaya diri dan semangat dalam mengayunkan pedang besarnya kepada para goblin. Namun demikian, tak ada satu pun dari tebasannya itu yang berhasil melukai goblin bahkan untuk luka kecil sekalipun.
Namun uniknya, para monster jadi berkumpul di sekitarnya dan mulai kehilangan kewarasannya. Akibatnya, monster-monster yang berkumpul di sekitar prajurit wanita itu menjadi lebih mudah dikalahkan.
Berkat keberadaan prajurit wanita itu, efisiensi pemusnahan monster pun menjadi meningkat beberapa kali lipat dengan cara yang aneh.
Aku yang tertegun melihat situasi yang tak biasa itu, lantas bertanya kepada Yasmin.
“Hei, Yasmin. Siapa prajurit wanita berzirah emas itu?”
“Oh, apakah yang Anda maksud itu, Mbak Zero, Master? Dia memang prajurit wanita yang mengesankan, bukan?”
Aku hanya menatap Yasmin kosong atas komentarnya itu. Ketimbang pendapat pribadi milik Yasmin, aku lebih tertarik pada nama prajurit wanita itu.
‘Apakah namanya Zero karena rekor dalam jumlah monster yang dikalahkannya adalah zero?’ Aku pun bergumam di dalam hati.
Namun, begitu aku menelisik lebih dalam pada tubuh erotis, tidak, maksudku aliran mana pada tubuh prajurit wanita itu, aku seketika menemukan sesuatu yang lebih menarik.