
“Terima kasih, Kak, karena sudah mengingatkan diriku akan kenaifanku.”
“Namun kini aku sudah merasa baikan.”
Leon maju membulatkan tekadnya demi menghadapi kelemahannya di hadapan keberadaan mutlak bagi dirinya, sang witch Isis.
Bagi Leon, Isis adalah penyelamat hidupnya.
Berkat Isis yang menemukannya di tengah sekaratnya, nyawa Leon masih dapat tersambung ke tubuhnya hingga sampai detik ini.
Namun, Leon tahu benar bahwa tindakan Isis saat itu tidak lebih karena mengharapkan sesuatu darinya.
Isis hanya mengharapkan tubuhnya demi memenuhi hasrat birahi sang witch.
Tidak ada ketulusan sama sekali dari balik pertolongannya.
Namun, itu pulalah yang membuat Leon sama sekali tidak akan pernah merasa bersalah untuk membunuhnya.
-Tak, tak, tak, tak.
Suara kaki Leon menggema sehingga membuat Isis segera menyadari kedatangannya.
“Dasar hama! Kau pikir kau bisa membunuhku?!”
“Kekuatanmu itu berasal dari milikku.”
“Itu hanyalah sebagian kecil dari pembagian kekuatanku belaka.”
“Mana mungkin sesuatu yang palsu seperti itu mengalahkan yang asli!”
Leon menatap Isis lama yang masih terlihat sangat terluka pasca serangan terakhir Helios padanya.
“Kamu tahu, ratuku…”
“Apa-apaan kau memanggilku begitu sekarang!”
Leon pun menatap mata Isis baik-baik.
“Raja Iblis telah menganugerahi aku dengan mayat naga, namun Andalah yang mengintegrasikannya ke tubuhku.”
“Anda pulalah yang membuatku bisa hidup di kala aku hampir mati konyol dimakan oleh para monster semut api itu.”
“Aku sebenarnya tidaklah lebih lemah daripada Anda. Mungkin Anda lupa, tapi Raja Iblis sendiri yang telah menganugerahkan kekuatannya pula padaku secara langsung melalui tubuh setengah naga ini.”
“Aku kini tersadar mengapa aku tampak tidak berdaya di hadapan Anda.”
“Lebih dari siapapun, aku paling menghargai Anda.”
“Bagaimanapun, Anda adalah penyelamat hidupku kala itu sehingga muncul sedikit niat kecil di dalam diriku ini untuk tidak membunuh Anda.”
“Namun rupanya itu tidak bisa.”
“Demi perdamaian dunia, kegelapan harus sirna, termasuk para witch yang dibawa oleh kegelapan, termasuk diri Anda.”
“Kau sudah gila rupanya berpikir bisa mengalahkanku, Noel!”
Isis seketika berteriak marah lantas bangkit setelah mendengarkan celotehan Leon yang begitu menghinakannya.
Namun begitu pedang-pedang bayangan Isis hendak akan melukai Leon,
-Trang.
Sekujur tubuh Leon telah sepenuhnya tertutupi oleh sisik. Dia menjadi naga seutuhnya.
Tentu saja bukan naga kuno yang ukurannya kolosal, melainkan lebih menyerupai kepada bentuk manusia naga sempurna.
-Trang.
Cakar Leon dan tongkat ular Isis saling berbenturan.
Namun kemudian, tongkat ular Isis-lah yang kemudian mulai retak.
***
“Tidak. Tidak. Nak Leon, betapa malangnya nasibmu.”
Sejak Helios, Yasmin, dan Leon tersedot masuk ke dalam celah dimensional yang diciptakan oleh sorcery objek milik Isis, Madam Shipton tidak henti-hentinya bergumam panik.
Hal ini tentu saja membuat Alice yang berada di sampingnya jadi semakin tidak bisa mengabaikannya.
“Tenanglah, Madam Shipton. Di dalam juga ada Yang Mulia. Dia tidak akan mungkin membiarkan adiknya, Leon, dilukai oleh siapapun.”
“Aku bisa bertaruh seratus persen bahwa Yang Mulia jauh lebih unggul dalam segala hal daripada wanita itu.”
“Aura wanita itu memang menyeramkan, tetapi Yang Mulia punya sesuatu yang lain yang membuatnya tidak akan mungkin kalah menghadapinya sehebat apapun kekuatannya.”
Madam Shipton seketika berekspresi kosong lantas menatap Alice. Sejenak kemudian, secara tiba-tiba saja raut wajahnya menggila.
Madam Shipton lantas menggenggam Alice di kedua pundaknya kuat-kuat, masih dalam ekspresi kegilaannya.
“Nak, baik Nyonya Isis maupun Nak Leon yang kalah, Leon juga tetap akan menemui akhir buruknya.”
Ekspresi Alice yang mulanya tenang, kini akhirnya berubah was-was begitu mendengarkan pernyataan Madam Shipton yang terkesan absurd tersebut.
“Apa maksudnya itu, Nek?”
“Nak Leon bisa bertahan hidup berkat sambungan kehidupan dari Nyonya Isis.”
“Itu sebabnya ketika Nyonya Isis berhasil dibunuh, otomatis sambungan kehidupan itu pun akan lenyap dan Nak Leon juga pada akhirnya akan meninggal.”
Mendengar hal itu, seketika Alice tak dapat lagi mengontrol ekspresi kepanikan yang tergambar di raut wajahnya.
***
-Slash.
“Aaaarrkkkkhhhh!”
Cakar naga Leon berhasil mencabik-cabik tubuh putih bersih dari sang witch objek tersebut hingga gelar kecantikan segera tercabut dari sang witch.
Penampilan Isis hancur berantakan bercampur dengan warna merah yang tidak lain adalah berasal dari warna darah miliknya sendiri yang keluar melalui luka-lukanya.
“Kau yakin kau akan baik-baik saja setelah melakukan semua ini padaku, Noel?”
“Tidak ingatkah kau darimana kau bisa mempertahankan kehidupanmu bahkan ketika kau sudah tidak memiliki jantung lagi?”
“Itu semua berasal dari sorcery-ku!”
“Lalu ketika aku mati, sorcery di dalam tubuhmu itu juga akan lenyap, lantas kau juga akan segera mati menyusulku.”
Isis mengucapkannya sembari tersenyum penuh kegilaan di hadapan Leon.
Isis benar-benar percaya diri bahwa Leon tidak akan pernah berani untuk membunuhnya.
Namun, mendengar ada sesuatu yang aneh pada obrolan mereka berdua, Helios pun menyela.
“Leon, apa maksudnya itu ketika witch itu mati, kamu juga ikut mati?”
Dengan ekspresi sangat penasaran, Helios bertanya.
Namun Leon hanya menanggapinya dengan senyuman sembari berkata,
“Tidak perlu memperdulikan omongan witch gila ini, Kak.”
“Pasti itu hanya upaya terakhirnya demi bisa menyelamatkan hidupnya sendiri.”
Lalu tanpa hesitasi lagi, Leon segera melayangkan serangan cakar ultimate-nya kepada Isis untuk mengakhiri hidup mantan penyelamat hidupnya tersebut.
Berbeda dari dugaan Isis, Leon sama sekali tidak ragu untuk membunuhnya.
-Srash.
Cakar Leon menembus jantung Isis.
Perlahan, sang witch pun semakin lemah dan pada akhirnya tubuhnya tidak lagi bergerak lantas mendingin dengan cepat.
Isis pun mati dengan mata yang terbuka, benar-benar creepy.
“Maafkan aku, Kak.”
“Sisanya, aku serahkan kepada Kakak.”
“Aku percaya pada Kakak.”
Helios segera bisa merasakan ada yang aneh di balik tingkah Leon tersebut.
Namun saat itu Helios pada akhirnya menganggapnya bahwa tenaga Leon hanya benar-benar terkuras saja dan segera ingin beristirahat.
Namun darah yang mengalir melewati mulut dan hidungnya segera mengonfirmasi segalanya.
Ada yang tidak beres pada keadaan adiknya, Leon, tersebut.
“Leon!”
Helios pun segera menggapai tubuh Leon yang tiba-tiba saja hendak jatuh terkapar ke lantai.
Bersamaan di saat itu pula, celah dimensional perlahan menghilang di sekeliling mereka. Yasmin pula telah lama lepas dalam sangkar objek milik Isis tersebut.
Lalu Helios, Yasmin, dan Leon pada akhirnya segera bisa berkumpul kembali bersama Alice dan Madam Shipton yang sejak tadi menunggu mereka di luar.
Namun bukan berita baik yang menunggu Helios di sana.
Helios segera mendengarkan nubuat mimpi buruk yang terus digumam-gumamkan oleh Madam Shipton.
“Oh, tidak! Apakah pada akhirnya ramalan mimpi buruk itu memang tidak bisa diubah?!”
“Lantas buat apa aku mesti mengetahuinya terlebih dahulu?!”
“Jika memang tidak bisa diubah, tidak ada gunanya aku mengetahuinya lebih awal!”
“Aku sudah letih terhadap semua ini!”
“Mengapa suamiku Toby dan sekarang anak malang ini harus meninggal secara mengenaskan!”
“Apakah ramalan mimpi buruk itu memang tidak bisa dicegah? Hiks… Hiks….”
Pada akhirnya, Madam Shipton roboh dalam linangan air mata meratapi nasib Leon.
Awalnya, Helios mengira bahwa adiknya hanya terluka parah, namun tidak ada di bayangannya sama sekali bahwa luka sang adik itu akan begitu parah sampai akan merenggut nyawanya.
Namun berbeda dengan Alice, Helios tahu betul asal-usul dari Madam Shipton.
Madam Shipton dan Jebakan Iblis.
Helios tahu benar tentang hikayat cerita tersebut, yakni tentang cerita mengenai Madam Shipton yang mempunyai kekuatan spesial.
Kekuatan spesial yang membuatnya mampu melihat nasib buruk orang lain lebih awal melalui perantara mimpinya.
Dan dari hikayat itu, Helios tahu benar bahwa selama ini Madam Shipton yang baik hati ingin mencegah nasib buruk orang-orang yang ada di dalam mimpinya tersebut.
Akan tetapi sayangnya, belum pernah ada yang berhasil diubahnya, malahan apa yang ingin dirubah oleh Madam Shipton justru semakin berakhir tragis.
Dan kini giliran Leon-lah yang nasibnya ditentukan oleh ramalan mimpi buruk dari Madam Shipton tersebut.
Suatu ramalan kematian.
Jika ramalan mimpi buruk Madam Shipton memang tidak bisa dirubah, akankah Leon pada akhirnya juga akan meninggal?
Bahkan setelah akhirnya kedua kakak-beradik itu bisa reuni kembali setelah terpisah selama delapan tahun lamanya, akankah di tempat tersebut pula akan kembali menjadi tempat perpisahan mereka yang kali ini justru untuk selamanya?
Helios bahkan untuk memikirkannya saja merasa tidak sanggup.