
Helios hanya dapat menyaksikan pemandangan itu dalam wujud astralnya tanpa bisa berbuat apa-apa ketika party sang pahlawan pertama memutuskan untuk mengorbankan diri mereka sendiri demi masa depan dunia.
“Tidak!!! Semua ini tidak benar! Mengapa kalian harus mengorbankan nyawa kalian sendiri demi mengalahkan Raja Iblis?!”
Helios melihat Rizard yang begitu frustasi mendengarkan keputusan yang diambil oleh orang-orang yang paling dia sayangi itu.
Sejak mulai mengingat, Rizard memang sudahlah tidak memiliki orang tua. Aries dan anggota party-nyalah yang telah memungut Rizard lantas membesarkan Rizard bagai adik kandung mereka sendiri sampai dengan sekarang. Tentu saja Rizard pun sedih ketika orang-orang yang telah membesarkannya itu tanpa hesitasi berniat untuk mengorbankan diri mereka sendiri demi sesuatu yang disebut kedamaian dunia.
Rizard tidak bisa terima terhadap semua itu.
“Suatu saat, kamu akan mengerti dengan keputusan kami, Rizard. Demi masa depanmu dan seluruh anak-anak lain di dunia ini, demi perdamaian dunia, kami akan rela melakukan apapun. Jadi kumohon sebagai gantinya, hiduplah di dunia ini dengan badan yang tegap. Kamu sekarang sudah menjadi pemuda yang tinggi, kamu tidak lagi memerlukan bantuan kami untuk merawatmu.”
Aries, sang pahlawan pertama, memberikan nasihat terakhirnya kepada Rizard. Rizard pun menangis tersedu-sedu mendengarkan semua itu.
“Tidak. Tidak. Aku belumlah dewasa. Aku masih membutuhkan bimbingan kalian.”
Namun tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Milanda segera menghempaskan Rizard kembali ke Kerajaan Ondzel melalui sihir teleportasinya.
Mereka berlima pun melangkah dengan penuh keyakinan menuju ke kastil Raja Iblis tersebut demi menjalankan projek penyegelan sang Raja Iblis sesuai apa yang diinstruksikan oleh sistem.
Berdasarkan informasi dari sistem, sang Raja Iblis tidak bisa dibunuh jika tubuh aslinya di tower lantai keenam puluh enam tidak dimusnahkan. Yang terbaik yang dapat mereka lakukan saat ini adalah melakukan penyegelan.
Ara sebelumnya juga telah pernah berupaya melakukan penyegelan terhadap Raja Iblis, namun semuanya gagal karena walau saat ini Raja Iblis baru menggunakan satu persepuluh ribu kekuatannya, energinya masihlah terlalu besar untuk mampu ditangani oleh kekuatan penyegelan Ara.
Namun, selama energi yang bersemayam di dalam tubuh boneka Raja Iblis itu tidak besar lagi, dia pasti akan sanggup untuk disegel.
Itulah sebabnya, alih-alih sihir penyegelan, Ara pun mengeluarkan sihir pemisahan.
Masing-masing bagian kepala, tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, serta kaki kiri dari Raja Iblis pun terpisah. Tentu itu tidak akan serta-merta membuat sang Raja Iblis mati, malahan dia hanya akan segera bangkit kembali perihal itu hanyalah sebuah tubuh boneka.
Namun kemudian, Lucas turut menggunakan skill pengorbanannya untuk membawa masing-masing bagian tubuh Raja Iblis itu keluar dari benua barat menuju ke masing-masing tempat yang berjauhan di Benua Ernoa.
Ara dan Lucas pun menjadi yang pertama dan yang kedua meninggal di antara kelima party sang pahlawan pertama itu sebagai bayaran atas skill di luar kemampuan tubuh mereka untuk tangani yang mereka gunakan tersebut.
Namun, masalah tidak selesai sampai di sana. Walau ditempatkan berjauhan, suatu saat para bagian anggota tubuh Raja Iblis itu hanya akan tiba kembali ke tempat asal lantas menyatu dengan jantungnya lalu Raja Iblis akan terhidupkan kembali.
Milanda pun dengan menenteng Arxena bersamanya yang kini mengorbankan diri mereka setelah sebelumnya menyerahkan artifak penyegelan yang dibuatnya berdua bersama Ara kepada Aries.
Inilah asal-mulanya terbentuk formasi dungeon dan hutan monster. Meski demikian, dungeon yang dibentuk dari sihirnya tetap memiliki prinsip yang sama dengan tower. Dungeon-dungeon itu hanya akan mengeluarkan jumlah monster yang tak terbatas yang justru akan menjadi ancaman baru lagi bagi benua.
Demi mengatasi hal itu, Milanda memancangkan artifak-artifak pengendali monsternya di sepanjang formasi-formasi dungeon hutan monster sekaligus itu akan dapat menjadi penghalang alamiah bagi para demon benua barat untuk menginvasi Benua Ernoa lagi.
Terakhir, Milanda menghubungkan kesadarannya pada bagian-bagian tubuh dari Raja Iblis yang berenergi besar tersebut yang tersebar luas kelima tempat yang berbeda yang saling berjauhan di Benua Ernoa untuk membentuk dungeon baru yang lebih lemah yang terekstraksi dari energi keberadaan sisa para monster di dungeon hutan monster tersebut.
Namun demikian, Milanda sadar bahwa bisa saja sang Raja Iblis mengambil jalan memutar ke Benua Ifrak atau Asium demi mencapai Benua Ernoa. Lantas dengan memanfaatkan energi dari bagian-bagian tubuh sang Raja Iblis sendiri, Milanda membentuk penjara angin putting-beliung yang abadi yang memisahkan Benua Armtemis terhadap Benua Ifrak, serta penjara kabut abadi yang memisahkan Benua Armtemis dengan Benua Asium.
Benua Armtemis tempat di mana jantung Raja Iblis bersemayam pun, mutlak terisolasi dari dunia luar.
Lalu sebagai yang terakhir mengorbankan dirinya, sang pahlawan pertama, Aries, yang kini kisahnya banyak dilencengkan menjadi prestasi Rizard, menyegel sang Raja Iblis Ozazil bersamaan dengan tower dengan energi keberadaannya pula.
Itulah sebabnya, Milanda, Arxena, dan juga Aries sejatinya masih hidup sampai dengan sekarang walau sepuluh ribu tahun telah berlalu. Karena mereka tak memiliki lagi keberadaan, mutlak mereka tak lagi bisa mengalami yang namanya kematian.
Namun keabadian tanpa keberadaan tak ubahnya sama dengan kematian, bahkan lebih buruk lagi, sejak kamu akan merasakan seluruh tubuhmu dicincang-cincang setiap harinya, kian hari kian tersebar bagai kabut tanpa arah tujuan.
Demikianlah kisah yang sebenarnya yang terjadi sepuluh ribu tahun silam.
Helios merasakan sakit kepala yang teramat sangat setelah menyaksikan pemandangan tersebut. Helios merasakan simpati yang mendalam kepada sang pahlawan pertama beserta para anggota party-nya tersebut.
Namun demikian, masih ada beberapa pertanyaan Helios yang tak terjawab.
Pertama, mengapa di zaman sekarang justru Rizard-lah yang dianggap sebagai sang pahlawan pertama? Tidak hanya Aries, bahkan keberadaan keempat anggota party-nya yang lain malah tidak pernah diketahui di dalam sejarah.
Kedua, walaupun kemunculan sang Raja Iblis adalah dari tower yang muncul melalui dimensi lain dengan perantaraan cermin, itu tetaplah tidak mengubah fakta bahwa dia muncul dari keberadaan Ozama, sang Raja Iblis pemimpin dunia barat yang sebenarnya.
Berdasarkan pada penyelidikan Helios, dahulunya sang Raja Iblis beserta para pengikutnya hanyalah manusia biasa, sama seperti penduduk benua lain. Namun, suatu ketika untuk alasan yang tidak diketahui, mereka semua secara tiba-tiba saja menjadi demon. Apakah itu sejenis kutukan, sihir, racun, Helios belum mengetahui jawabannya.
Namun jelas bahwa itu adalah suatu ancaman bagi dunia sejak tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu saat hal itu tidak akan pernah terjadi di benua lain. Suatu saat, ada kemungkinan benua lain pun akan mengalami nasib yang sama seperti Ozama beserta seluruh rakyatnya di Benua Armtemis.
Dan terakhir, yang paling mengganggu Helios adalah keberadaan sang penasihat spiritual raja Kerajaan Ondzel yang menjadi mastermind kebangkitan tower. Jika dipikir-pikir kembali, dialah yang mendalangi semua soal kebangkitan pertama sang Raja Iblis Ozazil ke dunia ini dengan memanfaatkan ketolololan Ozama.
Di samping itu, ada juga kekhawatiran Helios soal mulai bangkitnya kembali Raja Iblis sejak sekitar 30 tahun yang lalu, secara tiba-tiba saja mulai bermunculan dungeon-dungeon liar di Benua Ifrak.
Dengan perasaan yang bercampur-aduk itu, Helios pun akhirnya keluar dari memori ingatan tersebut.