
Di tengah malam itu, seorang assassin masuk ke kamar Leon melalui jendela. Walau demikian, tampak tak satu pun dari kesebelas penjaga bayangan Leon yang bereaksi.
Rupanya, sosok yang datang adalah salah satu di antara dua belas penjaga bayangan Leon yang lain. Dialah Jilk yang ber-code name Rabbit.
“Rabbit-kah? Bagaimana perkembangan laporanmu?”
“Negosiasi dengan para dwarf berjalan dengan lancar, Yang Mulia Pangeran. Selebihnya, Yang Mulia Pangeran Helios pasti akan menanganinya dengan baik.”
“Good job. Kembalilah ke pos-mu sebelum salah satu familiar dari Kak Helios melihatmu.”
Leon tampak tak lagi memiliki keperluan dengan Rabbit lantas menyuruhnya untuk segera pergi meninggalkan ruangan. Namun demikian, tampak Rabbit masih memiliki sesuatu yang hendak dikatakannya.
Leon yang peka segera menyadari itu lantas berucap, “Ada apa? Jika masih ada yang ingin kamu katakan, maka katakan saja.”
“Apa Yang Mulia Pangeran baik-baik saja dengan itu?”
“Apanya?”
“Maksud hamba, jika Anda sendiri yang menangani para dwarf itu, dengan perlakuan yang tepat, mereka pastinya akan sangat berguna untuk membantu Anda dalam persaingan perebutan tahta, semisal jika ada benturan pertarungan tak terhindarkan dengan faksi Putra Mahkota, kemampuan mereka dalam membuat senjata dan armor pastinya akan meningkatkan kemampuan tempur para pajurit kita sehingga akan meningkatkan peluang kita untuk menang.”
“Aku hanyalah seorang pangeran yang tertarik dengan pertarungan. Mereka (para Dwarf) akan lebih bisa berguna di bawah arahan Kak Helios. Lagipula, aku tak mau berurusan dengan kuil suci. Salah sedikit dan aku dijuluki bidat, maka semuanya akan berakhir bagiku.”
“Setelah kupertimbangkan, pendapat Anda memang benar adanya, Yang Mulia Pangeran. Sungguh yang diharapkan dari seseorang yang pantas menjadi raja yang sesungguhnya di kerajaan ini. Maka tak ada lagi yang hamba ini bisa katakan. Kalau begitu, aku permisi, Yang Mulia Pangeran.”
Dalam sekejap, sang kakek tua yang mengenakan topeng assassin-nya namun tak mampu menutupi tanda-tanda ketuaannya melalui rambut putihnya itu telah lenyap begitu saja di kamar Leon.
***
Sementara itu, Helios yang gagal mendapati pertemuan antara Leon dan seorang mata-mata bernama Jilk tersebut telah mengonsentrasikan hampir seluruh familiarnya untuk menangkap tikus lain yang mencoba mengadu dombanya dengan Leon.
Dan setelah pencarian yang memakan kesabaran yang cukup lama, sang penjahat itu pun lengah dan kembali mencoba melakukan aksinya. Namun kali ini, dia tertangkap tangan oleh Helios sejak Helios memang sedari dulu telah menunggu kemunculannya kembali.
“Wahai para makhluk dunia bawah, muncullah ke permukaan dan buatlah kekacauan di tanah ini!”
Dengan mantra yang diucapkannya itu, puluhan minotaur, salah satu makhluk dungeon Arxena pun bermunculan.
“Master, bersembunyi di belakangku.”
Terlihat bahwa Albert yang ada di samping Helios seketika gugup perihal di luar dugaan mereka, monster yang disummon oleh penjahat itu bukan lagi di tingkat normal maupun rare, melainkan berada di tingkat ultra rare yang masing-masing individunya memiliki kekuatan yang hampir sama dengan ratu lipan sebelumnya.
“Tenang saja, Albert. Sesuai rencana, kamu yang bertugas menangkap bajingan itu. Biar aku, Yasmin, Alice, dan Nunu yang bertugas mengalahkan monster-monsternya.”
“Tapi…”
“Cepat sebelum penjahatnya kabur lantas usaha kita selama ini jadi sia-sia!”
“Hiiiik.” Helios tanpa sengaja mengeraskan suaranya sehingga penjahat itu pun akhirnya menotice keberadaan Helios dan kawan-kawan lantas dengan panik mencoba untuk segera kabur.
Helios menembakkan beberapa mantra es-nya kepada penjahat itu. Sayangnya, penjahat itu mampu menghindari semua tembakan Helios dengan baik.
Albert kemudian segera maju mengejar sang penjahat.
Di sisi lain, Helios dan kawan-kawan yang telah ditinggalkan oleh Albert, segera berhadapan dengan para minotaur.
Berbeda sewaktu dulu, kini Helios telah memiliki Yasmin dan Alice di sisinya sehingga keberadaan monster level ultra rare seperti layaknya ratu lipan dulu bukan lagi ancaman buat timnya.
Alice bertindak sebagai tanker utama di mana Nunu bertindak sebagai support tanker. Tiap tinjuan para minotaur begitu menggelegar hingga membuat guncangan pada tanah sampai pada jangkauan lebih dari sepuluh meter. Walau demikian, Alice tampak tak kesusahan sedikit pun dalam menangkis serangan over power itu.
Walau tak sekuat Alice, Nunu memerankan perannya sebagai support tanker dengan cukup baik. Dia berperan dengan baik menutupi celah pertahanan Alice yang berusaha ditembus oleh para minotaur itu dengan tombak sihirnya yang beraura buatan sebagai senjata.
Lalu sebagai pengeksekusi serangan, Yasmin menggunakan jurus serangan api-nya yang membakar tiap minotaur tersebut menjadi abu. Walau memiliki ketahanan fisik yang sangat kuat, minotaur sangat lemah terhadap serangan sihir api sehingga akibatnya, mereka dengan mudah dikalahkan oleh jurus api Yasmin.
Bahkan tanpa Helios mampu melakukan apa-apa, perpaduan kekuatan ketiga wanita itu telah sanggup untuk mengalahkan semua minotaur yang tersummon.
Di lain pihak, Albert masih terus berusaha mengejar sang penjahat. Namun berkat kegesitan sang penjahat tersebut, Albert kewalahan dan tak kunjung pula sanggup menangkapnya.
Akan tetapi secara tiba-tiba saja, sesosok pemuda dengan tampang yang sangat biasa tetapi tidak juga bisa dikategorikan jelek menerjang sang penjahat yang sedang berlari tersebut. Serangan sang pemuda bertampang sangat biasa tersebut begitu tiba-tiba sehingga sang penjahat pun gagal untuk menyadarinya. Hasilnya, sang penjahat terkena dengan telak serangan dari pemuda tersebut lantas jatuh terpelanting.
Dialah Damian, sang pemuda tersebut.
“Tuan Albert, dia siapa? Mengapa Anda terlihat mengejarnya?”
“Oh, terima kasih, Damian, telah membantuku untuk menangkapnya. Dia itu penjahat yang merupakan dalang penyerangan monster living armor tempo silam.”
“Apa?” Damian terlihat kaget. Pandangan matanya pun turut mengikuti Albert mengamati dengan seksama sosok penjahat itu.
Namun, sang penjahat pun tiba-tiba saja melakukan gerakan yang aneh yang membuat baik Albert maupun Damian segera waspada.
“Hidup Kekaisaran Vlonhard! Matilah wahai lintah-lintah tidak berguna Kerajaan Meglovia!”
Seraya sang penjahat mengatakan hal tersebut, tubuhnya seketika bercahaya. Albert tampak masih kebengongan tak percaya pasca melihat sosok di balik sang penjahat tersebut yang ternyata di luar dugaannya adalah salah satu prajurit asli Kota Painfinn sendiri yang turut selamat bersamanya dan tuannya dalam bencana the king of undead itu.
Berbeda dengan Albert, Damian segera menyadari apa yang akan segera terjadi. Itu adalah jurus sihir meledakkan tubuh sendiri yang bagai bom, akan mendatangkan kehancuran di sekitarnya dalam radius kurang lebih satu kilometer jauhnya.
Damian pun segera mengaktifkan perisai sihirnya mengelilingi sumber ledakan tersebut sebelum meledak. Albert yang akhirnya tersadar, segera menyusul Damian mengaktifkan perisai aura-nya, menambah kekuatan lapisan perisai Damian tersebut.
Sayangnya, tampak bahwa gabungan kekuatan perisai mereka berdua tidaklah sanggup untuk menahan ledakan tersebut. Mengetahui hal itu, Damian pun terkaget karena berdasarkan pengetahuannya, Albert-lah yang telah menangkis serangan overpower sang monster tingkat legendaris The King of Undead sehingga beberapa orang bisa terselamatkan yang berlindung di dalam perisai auranya itu.
Namun, kekuatan sehebat itu kini gagal hanya untuk menangkis kekuatan ledakan yang sangat jauh lebih lemah? Damian pun mulai meragukan keakuratan cerita yang beredar di kalangan para prajurit tersebut.
Dan benarlah firasat Damian. Bukanlah Albrert sejatinya yang menangkis serangan undead kala itu, malainkan sang kura-kura Yasmin.
Perisai yang menahan ledakan itu perlahan mulai retak. Baik Albert maupun Damian mulai berkeringat dingin. Namun, di saat situasi mulai terlihat putus asa, tiba-tiba saja sesosok perisai sihir api turut melingkupi di luar gabungan perisai spiritual mereka tepat sebelum gabungan perisai mereka itu pecah.
Perisai sihir api mampu bertahan dengan kokoh menahan impak ledakan hingga berakhir. Seluruh wilayah Kota Painfinn beserta para penduduk di dalamnya pun terselamatkan berkat perisai sihir api itu.
Rupanya, sosok di balik pemilik perisai sihir api itu adalah Leon.
“Hah, dasar anjing kampung tidak berguna! Menahan ledakan kecil seperti ini saja kalian sampai kewalahan.”
Jika bukan karena mulutnya yang pedas itu, pastilah Albert dan Damian sudah jatuh hati padanya.