
Aku hanya pernah mendengar ceritanya dari Kanazawa Junoichi Sensei bahwa pernah ketika di kerajaan asal Beliau, ada sebuah kerajaan sahabat yang menghadiahkan Raja mereka karpet dan seprai mahal. Ketika sang Raja membuka hadiah itu, didapatinya di dalamnya seorang wanita yang cantik jelita sedang telanjang bulat dengan tampang yang menggoda.
Kerajaan sahabat rupanya hendak menyenangkan hati sang Raja dengan hadiah seorang wanita.
Tetapi aku sama sekali tidak pernah berpikir akan mendapati situasi yang sama dengan sang Raja tersebut.
Tidak, tidak, tidak. Jelas situasinya berbeda kali ini. Sang putri sama sekali tidak berniat menghadiahkan dirinya sendiri padaku, dan terlebih pakaian yang dikenakan sang putri tetap utuh sebagaimana mestinya.
Dia tidak bermaksud menggodaku, melainkan mencari kesempatan untuk melakukan negosiasi denganku melalui jalan yang sama sekali tak terpikirkan oleh siapapun.
“Maafkan atas ketidaksopanan hamba menemui Yang Mulia Kaisar dengan cara seperti ini, tetapi hamba tidak punya ide lain selain ini untuk menemui Yang Mulia Kaisar.”
“Sungguh tindakan yang berani dari seorang tuan putri kekaisaran musuh yang mengaku dirinya lemah!”
Aku sedikit menyunggingkan senyumku dengan maksud sinis untuk mengejek sang putri. Namun, dia tampak tetap tenang seakan kejadian seperti ini sudah biasa baginya bahkan aku mengakui bahwa dia adalah seorang putri yang luar biasa.
“Maafkan hamba, Yang Mulia Kaisar. Hamba sangat putus asa ingin menghentikan Ayahanda Kaisar sehingga hamba tidak punya jalan lain selain melakukan tindakan ekstrim ini.”
Setidaknya sang tuan putri sudah datang jauh-jauh kemari, jadi tidak ada salahnya untuk mendengarkan ceritanya.
Aku pun menyuruh para pengawal untuk membawa para rombongan tamu yang lain yang datang bersama sang putri ke tempat lain. Tampak salah seorang dari mereka cukup menentang keras hal itu, tetapi pada akhirnya mereka semua menyetujui permintaanku tersebut berkat keinginan sang putri sendiri.
Sang tuan putri yang dikelilingi oleh musuh ditambah dia berada di wilayah musuh, walau demikian, tekadnya tampak teguh seakan sudah siap menerima segala konsekuensinya. Dia tetap berbicara di hadapanku tanpa menunjukkan kegentaran sedikit pun.
“Sebenarnya, Kekaisaran Vlonhard saat ini bekerjasama dengan kuil suci mengundang para sorcerer ke negeri kami untuk melakukan sihir hitam. Jika dibiarkan, tidak hanya benua ini, tetapi seluruh dunia akan binasa.”
“Sorcery memang praktik ilegal yang berbahaya karena melibatkan mana yang mati, tetapi bukanlah tidak mungkin untuk mengalahkannya dengan kemampuan kekaisaran kami.”
Aku mengucapkannya seolah aku belum tahu, padahal sebenarnya aku paham terhadap apa yang ingin disampaikan oleh sang putri.
“Itu lebih mengerikan dari sorcery pada umumnya, Yang Mulia Kaisar. Mereka mengekstraksi nyawa orang hidup untuk membentuk philosopher stone untuk ditanamkan ke nyawa hidup lainnya persis seperti menciptakan homunculus, tetapi menggunakan objek hidup, bukan boneka. Itu lebih kejam daripada chimera karena nyawa yang hidup bukan dikombinasikan, melainkan dipaksakan masuk ke dalam satu wadah.”
Terlihat jelas wajah yang sangat putus asa dari sang putri ketika menceritakan hal yang sangat keji itu. Jika itu Albert yang polos yang mendengar ceritanya, dia pasti sudah akan langsung percaya. Dan ketika aku melirik ke arah Albert, benar saja, tangannya mengepal dengan ekspresi kemarahan sembari meneteskan air mata frustasi.
“Demi menyelamatkan benua ini, tidak, dunia ini, Ayahanda Kaisar, harus dihentikan, Yang Mulia Kaisar. Anda bisa menggunakan saya karena saya selama ini telah melihat sendiri dari dalam bagaimana penciptaan monster itu dilakukan hingga saya tahu beberapa hal mengenai kecacatan mereka.”
Sang putri tidak salah lagi pastinya berbicara soal project the first order. Tetapi, tidak ada jaminan aku bisa mempercayai kata-katanya. Namun bukan berarti pula aku bisa mengabaikannya. Sekalipun dia bohong, pasti akan ada hal yang berguna yang bisa kugunakan di balik kebohongannya itu.
Walaupun sejatinya dari aliran mananya, aku sama sekali tidak menangkap niat jahat dari sang putri, masih ada kemungkinan kalau dia dimanupulasi agar bisa menyampaikan informasi yang sudah disiapkan itu kepadaku.
Lagian kalau dipikir-pikir, untuk seukuran informasi confidential suatu negara, hal itu terlalu mudah bocor. Aku saja baru bisa mengetahui mengenai projek the first order Kekaisaran Utara Vlonhard ketika Dokter Minerva yang menemukan klu-nya untukku.
Sang putri memintaku untuk merahasiakan kedatangannya ke tempat ini karena menurutnya, jika itu sampai ketahuan oleh Kaisar Ethanus, ibunda dan adik-adiknya berpotensi akan dalam bahaya dan bisa saja akan dibunuh oleh sang kaisar sendiri.
Aku menghormati keinginannya itu dan memastikan baik-baik mulut para hadirin yang kebetulan juga berada di tempat itu yang mengetahui keberadaan sang putri kekaisaran musuh tertutup rapat.
Aku menempatkan sang putri di suatu kamar yang nyaman di kamar tamu spesial di lantai ketiga dengan penjagaan yang ketat. Aku menugaskan kepada Yasmin untuk mengawasi pergerakan sang putri baik-baik tanpa sang putri akan menyadarinya di samping aku juga tetap menggunakan para familiarku untuk turut mengawasinya.
Bagaimana pun, ada keterbatasan informasi yang bisa didapatkan oleh para familiarku, di mana itu hanya akan menunjukkan gambar tanpa suara, terlebih sudut pandang gambar yang diperoleh hanyalah sesuai dengan di mana para familiar itu ditempatkan. Itulah sebabnya untuk menutupi celah kekurangan familiarku itu, aku menempatkan Yasmin di sana sebagai mata dan telinga tambahan.
Masalah mendadak dari sang putri selesai ditangani, kini aku kembali berkonsentrasi pada ancaman invasi dadakan Kerajaan Maosium di selatan.
Bagaimana pun, rakyat adalah harta berharga milik suatu negara. Walau demikian, rakyat sejatinya tidaklah pernah bersalah jika negaranya melakukan kesewenang-wenangan terhadap negara lain. Yang salah adalah pemerintahnya.
Namun, aku tak punya cara lain lagi yang bisa terpikirkan di otakku saat ini untuk mencegah Kerajaan Maosium mengacaukan negeri kami selain turut memberikan kekacauan balik kepada negeri mereka dengan cara yang brutal yang mungkin akan mengorbankan banyak nyawa rakyat mereka.
Tetapi aku tidak ingin itu terjadi. Sebisa mungkin aku tidak ingin melibatkan rakyat yang tak bersalah perihal bentrokanku terhadap raja mereka.
Aku sudah menyiapkan rencana. Namun agar rakyat yang tak bersalah tak turut menjadi korban rencanaku demi menahan invasi Kerajaan Maosium, aku pun menugaskan kaki tangan kepercayaanku.
“Olo, aku menugaskanmu bersama dengan divisimu untuk menyusup ke Kerajaan Maosium. Dalam waktu dekat ini, aku akan membuat dungeon break artifisial di sana demi menyibukkan Raja Maosium agar tak punya waktu lagi menginvasi negeri kita, setidaknya sampai perang dengan Kekaisaran Vlonhard berakhir.”
“Apakah tugas kami untuk memastikan banyak nyawa yang akan mati dalam dungeon break artifisial itu, Tuan, semisal dengan menggunakan semacam barier penahan agar penduduk di sana tidak bisa melarikan diri dalam kekacauan?”
Aku menggeleng tegas terhadap pernyataan Olo itu.
“Tidak. Yang kuinginkan justru sebaliknya. Lindungilah rakyat di sana sebanyak-banyaknya, setidaknya sampai mereka semua berhasil melarikan diri dari kekacauan dungeon break.”
“Kenapa Anda repot-repot ingin melakukan hal itu…”
“Tuan Helios, Tuan Helios, biarkan aku ikut juga! Aku baru-baru ini telah menguasai sihir penyembuhan, jadi pasti aku akan berguna di garis depan. Terlebih, aku juga penduduk asli Benua Ifrak, jadi tidak akan menimbulkan kecurigaan.”
Gadis yang berbicara yang tiba-tiba memtong Olo itu adalah Nunu.
Gadis yang awalnya memiliki kecacatan sirkuit sihir dan bahkan sampai sekarang walaupun memiliki bakat mana dengan jumlah yang sangat besar. Tetapi berkat bantuan artifak artifisial yang kubuatkan untuknya, dia kini dapat mengendalikan aliran mana-nya dengan baik. Sejak saat itu, dia jadi lebih rajin berlatih berbagai sihir pendukung dan tak terfokus lagi pada sihir ofensif kesukaannya, salah satunya adalah sihir penyembuhan.
Karena ini hanyalah misi penyelamatan dan bukannya misi pertempuran, aku bisa segera menyetujui proposal Nunu itu. Lagipula jikalau terjadi apa-apa, aku sudah menugaskan Dokter Minerva di sana untuk segera mengamankan situasi.
Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Olo, Nunu, serta prajurit lain yang menyamar dengan tampilan yang menyerupai penduduk Benua Ifrak mulai berangkat ke Benua Ifrak secara instan melalui portal Dokter Minerva.
Kini yang tersisa, adalah mengacaukan kerajaan itu dengan dungeon break artifisial buah karyaku.