Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 170 – MUNCULNYA PAHLAWAN DALAM NUBUAT



Usai meninggalkan Helios malam itu, sosok Yasmin tidak bisa lagi terlihat di mana pun di istana. Helios pun menjadi khawatir dan berupaya sekuat tenaga menemukan Yasmin kembali.


Di sekitaran masa-masa itu, terdengarlah kabar mengejutkan dari kuil suci. Seorang rahib telah menemukan catatan yang tampak berusaha disembunyikan oleh sang mantan rahib agung Vyndicta Eros. Itu adalah mengenai nubuat tentang siapa identitas sang pahlawan.


Selama ini hanya diketahui nubuat bahwa sepuluh ribu tahun sejak Raja Iblis tersegel, akan muncul pahlawan legendaris yang lebih hebat daripada pahlawan mana pun yang pernah muncul di dunia ini, termasuk pahlawan pertama, yang akan berhasil menyatukan Benua Ernoa lantas membasmi Raja Iblis untuk selama-lamanya.


Sejak Helios menguasai seluruh Benua Ernoa, para rahib telah bersepakat untuk mengubur nubuat yang berkaitan tentang sang tiran sebagai sesuatu yang dibawa oleh iblis untuk menyesatkan umat manusia mengenai kemunculan pahlawan. Akan tetapi, fakta bahwa pahlawan yang ditunggu-tunggu sejak sepuluh ribu tahun silam akan datang tak bisa dipungkiri sejak catatannya ada di mana-mana di buku sejarah mana pun di berbagai belahan dunia.


Lalu mengenai catatan yang disembunyikan oleh mantan rahib Vyndicta Eros itu, isinya menyatakan bahwa identitas pahlawan tersebut ternyata adalah Damian.


Ini seketika menimbulkan kegemparan karena berbagai nubuat sebelumnya menyatakan bahwa pahlawan yang akan muncul memiliki ciri-ciri yang sama dengan pahlawan pertama dan ini juga jelas-jelas tertulis dalam sejarah di benua lain sehingga tak mungkin merupakan bagian yang turut dipalsukan oleh mantan rahib Vyndicta Eros.


Sayangnya, mereka tak berpikir terbalik. Mereka mengacu pada pahlawan pertama yang telah dipalsukan oleh sang mantan rahib, tidak, oleh sang iblis Baal.


Pahlawan pertama yang berhasil menyegel sang Raja Iblis sepuluh ribu tahun silam bukanlah Rizard, melainkan Aries.


Melupakan itu, orang-orang pun kini jadi yakin bahwa pahlawan yang akan muncul nantinya seharusnya juga berambut emas, tipikal bangsa Meglovia, namun bermata emas, tipikal bangsa Vlonhard dan Cabalcus. Jelas bahwa Damian tidak memiliki ciri-ciri tersebut dan itulah kini yang membuat gempar benua.


Namun, ayah dan ibu Damian, termasuk Vierra sendiri akhirnya mengungkapkan fakta yang sangat mengejutkan. Ini sekitar tiga belas tahun silam ketika Damian berusia 11 tahun. Rupanya di usia-usia itulah Damian mengalami ledakan mana-nya yang pertama yang menandakan bahwa dia merupakan salah satu dari tiga kelas yang terpilih. Akan tetapi ada yang aneh, rambut serta mata Damian yang awalnya berwarna coklat tiba-tiba berubah warna menjadi emas.


Di kala itu, sebelum semuanya terungkap oleh publik, datanglah salah seorang perwakilan rahib yang menyatakan akan melindungi Damian perkara dia adalah pahlawan yang dinubuatkan sejak sepuluh ribu tahun silam yang ditandakan dengan kemunculan mata emas dan rambut emasnya. Rahib itu memberikan pernyataan bahwa dia bisa mengetahui keberadaan Damian juga perkara nubuat.


Damian pun diminumkan suatu ramuan untuk menekan jumlah mana-nya agar tidak meliar sampai taraf tertentu dan di kala itulah warna rambut dan mata Damian berubah kembali menjadi coklat.


Sang rahib meminta dengan sangat agar mereka betul-betul menjaga rahasia ini baik-baik demi keselamatan Damian sendiri. Waktu itu, sang rahib menggunakan Helios sebagai alasan. Jika identitas sang pahlawan diketahui sebelum matang, maka Helios sang tiran pasti akan segera datang untuk merenggut nyawa sang pahlawan.


Sang rahiblah yang kemudian membawa Damian ke istana yang dengan koneksinya berhasil membuat Damian menjadi salah seorang ksatria di sana. Dengan demikian, Damian akan dapat tumbuh menjadi pahlawan yang matang.


Perihal informasi itu akhirnya diketahui, Damian pun kemudian tidak lagi menahan mana yang tersegel di dalam dirinya dan seketika melepaskan mana yang tersegel itu, warna rambut dan matanya yang semula coklat berubah menjadi emas.


Di saat itu pulalah Damian mengungkapkan rahasia yang selama ini dipendamnya mengenai kelasnya. Itu bukanlah kelas swords master, melainkan kelas hero, hasil evolusi dari kelas champion.


Inilah keganjilan sistem kelas di masa kini di mana itu sekarang hanya dapat diketahui oleh pemilik kelas yang bersangkutan sejak artifak yang bahkan lebih lawas dari usia pahlawan pertama dan party-nya, pedang Alsbringer, pedang besar Toranium, perisai Alkasa, tongkat sihir Magenta, dan buku kebijakan Liza sudah menghilang dari benua ketika Apollo mengamuk di benua tersebut.


Tentu bagi para pembaca yang mengetahui kisahnya secara lengkap akan segera mengetahui kebohongan di balik pernyataan Damian tersebut sejak pahlawan pertama bukanlah Rizard, melainkan Aries yang tidak memiliki warna mata dan rambut emas. Itu berarti tidaklah benar bahwa Damian adalah sang pahlawan yang diramalkan.


Sayangnya, hal itu telah terlanjur dipercaya oleh semua orang di benua. Mereka semua telah tertipu oleh rekayasa sang iblis Baal dalam wujud rahib Vyndicta Eros, bahkan setelah kematiannya. Uniknya, tidak hanya para rakyat awam saja yang meyakini kebenaran tipuan itu, bahkan Damian sebenarnya juga turut tertipu dengan meyakini bahwa dirinya memanglah sang pahlawan yang diramalkan itu.


Usai nubuat itu berhasil diungkap, beberapa hari kemudian, Damian dengan dikawal beberapa paladin ternama mengadakan audiensi dengan kaisar. Itu untuk menobatkannya menjadi paladin agung sebagai seseorang yang telah diakui oleh kuil suci sebagai pahlawan yang telah lama ditunggu-tunggu tersebut.


Bagaimanapun, audiensi ini mengundang banyak perhatian sejak itu adalah pertemuan antara pahlawan dan sang tiran. Telah terungkap bahwa rahib Vyndicta telah melakukan beberapa pemalsuan terhadap nubuatnya, namun tidak ada yang tahu pasti kebenarannya.


Tiada yang tahu pasti kebenaran dan beberapa masih mencurigai Helios sebagai pemilik kunci kebenaran informasi tersebut telah memalsukannya. Itulah yang membuat semuanya waspada tentang berbagai kejadian yang mungkin saja terjadi pada pertemuan kedua sosok itu.


“Hormat hamba pada keagungannya yang seterang matahari…”


“Cukup, hentikan salam tidak berguna itu! Bukankah sudah terungkap bahwa sesembahan kalian itu hanyalah jebakan dari sang iblis? Seharusnya kalian mulai mencari kebenaran yang telah dikubur oleh iblis dan tidak lagi menggunakan salam-salam bejat itu.”


Helios segera mengoreksi salam dari seorang paladin yang masih menggunakan tradisi lama hasil jebakan sang iblis.


Damian pun maju menggantikan perwakilan paladin untuk memberi salam.


“Maafkan kesalahan prajurit hamba, Yang Mulia. Salam hormat hamba pada sosok keagungan, pemimpin Benua Ernoa, Yang Mulia Kaisar Helios sun Meglovia.”


Damian tampak menegaskan kata ‘sun’ pada nama yang mengiringi Helios tersebut yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa kuno, itu berarti adalah matahari. Itu membuat perasaan Helios sedikit bergidik, namun karena dia tidak punya pembenaran maupun alasan untuk marah pada Damian, dia pun menahan kejengkelannya itu di dalam hatinya.


“Angkatlah kepalamu, wahai ksatria yang terhormat. Aku telah menerima salam hangatmu. Silakan utarakanlah maksud kedatanganmu kemari.”


Usai itu, di luar dugaan yang lain, semuanya berjalan tampak lancar-lancar saja di mana Helios melantik dengan ramah Damian sebagai paladin agung sekaligus menobatkannya sebagai penyandang gelar sang pahlawan.


Namun justru karena kesan Helios yang terlalu ramah itu, para bangsawan yang turut menghadiri audiensi itu merasakan seluruh tubuhnya gemetaran seolah-olah akan ada suatu konspirasi yang segera terjadi.


Damian sebagai pahlawan bukanlah hal yang menjadi pikiran Helios kala itu. Yasmin telah menghilang keberadaannya selama dua minggu, namun Helios sama sekali belum menerima kabar satu pun dari para familiarnya yang sedang mencarinya.


Ditambah Albert yang selalu bersamanya, kini sibuk mengurusi istrinya yang sedang sakit parah, juga hubungannya dengan Nunu yang tidak semulus lagi perihal kejadian penolakan di depan umum itu, termasuk dengan Alice yang masih merasa tidak enak dengan Helios perihal dirinya-lah yang telah membunuh Ilene, adik Helios, meskipun itu demi menyelamatkan dunia dari bencana vampir, Helios kini merasa seorang diri.


Justru kini hanya Dokter Minerva-lah yang bisa secara rutin dikunjunginya di laboratorium forensik-nya itu demi sekadar mengubur rasa kesendirian di dalam dirinya, padahal Helios kini sudah menduduki puncak kekuasaan benua yang sedari dulu menjadi impian mantan kaisar Ethanus itu.


“Ada penelitian baru lagi, Dokter Minerva?”


“Ah, tahukah Yang Mulia, kalau transplantasi jantung itu dilakukan dengan memindahkan seluruh jantung kepada resipien setelah melepaskan seutuhnya jantung miliknya sebelumnya. Tetapi tidak dengan transplantasi hati. Pasien langsung akan meninggal ketika seluruh hatinya diangkat dan diganti dengan yang baru, makanya transplantasi hati dilakukan dengan tetap mempertahankan bagian hati yang lama.”


“Apa yang aneh dengan itu?”


“Yang Mulia tahu kan tentang konsep jiwa? Aku berhipotesis bahwa apapun yang disebut jiwa yang menjadi penopang utama kehidupan yang kedudukannya sama dengan batu kristal inti bagi monster ada di suatu tempat pada bagian hati itu. Namun, bagaimanapun aku membedah hati yang bersangkutan, aku tetap tidak bisa menemukan apapun di dalamnya. Bukankah itu aneh?”


“Kamulah yang aneh, Dokter Minerva, karena bisa memiliki pemikiran seperti itu.”


Walaupun obrolan itu hanyalah sesuatu yang sesederhana itu, itu telah menjadi oasis yang sangat berharga bagi Helios yang membutuhkan teman.


Namun kedamaian Benua Ernoa rupanya tidak bertahan lama. Tepat di bulan berikutnya, Benua Utara Arteik pun mulai gempar oleh kemunculan monster dalam jumlah besar-besaran. Namun itu berbeda dengan demon di benua barat. Monster-monster itu memiliki sayap, dalam artian monster itu bisa menyeberang ke Benua Ernoa di selatannya kapan saja.