
Saat itu aku bisa merasakan kesadaranku terpisah dari raga Rizard di dalam memori ingatan tersebut.
Pemandangan yang kusaksikan selanjutnya adalah pembantaian pasukan demon yang baru ke Benue Ernoa tanpa pandang bulu melalui sudut pandang Rizard. Berbeda dari yang sebelumnya, kini aku hanya dapat menonton tanpa bisa ikut terlibat di dalamnya.
Pembantaian yang begitu kejam. Semuanya hampir dimusnahkan. Bau hangus mayat tercium begitu menyengat. Pemandangan manusia teramputasi bukan lagi menjadi hal yang tidak lazim untuk disaksikan. Semuanya benar-benar tampak kejam.
Umat manusia diterpa keputusasaan. Di bawah kepemimpinan Raja Iblis Ozazil, para demon beserta monster-monster yang keluar lewat tower membantai umat manusia tanpa belas-kasihan sedikit pun.
Di tengah-tengah semua itu, persatuan raja-raja Benua Ernoa pun terbentuk lantas menyerahkan kepada party Kak Aries pada tugas pemusnahan Raja Iblis.
Dengan hanya beranggotakan party 5 orang yakni Kak Aries sendiri, Kak Lucas, Kak Ara, Kak Arxena, dan Milanda, mereka melakukan ekspedisi berbahaya ke benua barat untuk menyerang kastil Raja Iblis.
Selama serangan Raja Iblis dan para pengikutnya, kekuatan sejati dari para party pahlawan telah terbangkitkan. Kak Aries dan Kak Arxena telah menjadi grand master, sementara Kak Ara dan Milanda telah menjadi the great sage. Adapun Kak Lucas, sang tanker di party-nya juga telah memperoleh keagungan perlindungan perisai.
Itulah sebabnya persatuan raja-raja Benua Ernoa pun mempercayakan nasib benua kepada mereka dan berupaya memberikan dukungan seoptimal mungkin melalui perlengkapan yang memadai kepada party tersebut dalam ekspedisi mereka ke benua barat.
Namun, tampaknya dari awal Kak Ara berpikir bahwa akan tetap sulit untuk mengalahkan Raja Iblis meski dengan peningkatan kemampuan party mereka dan dukungan perlengkapan yang extravagant tersebut.
Itulah sebabnya, Kak Ara menyiapkan rencana cadangan berupa penyegelan kekuatan Raja Iblis jikalau mereka tak sanggup untuk membasminya.
Party Kak Aries pun melakukan serangan pertama mereka ke kastil Raja Iblis, tetapi sesuai dugaan, serangan mereka itu benar-benar gagal dan Kak Ara gagal pula melakukan penyegelan terhadap Raja Iblis yang disiapkannya tersebut.
Syukurlah bahwa mereka berlima masih bisa melarikan diri dengan selamat keluar secara lengkap dari kastil raja iblis. Namun, satu hal yang mereka tak duga-duga sama sekali. Rupanya Rizard, bocah yang mereka rawat di party mereka yang kini telah menginjak usia remajanya, sedari awal telah menyusup ke dalam barang bawaan dan juga mengikuti mereka ke dalam kastil Raja Iblis tanpa sama sekali mereka sadari.
Syukurlah pula bahwa Rizard juga mampu keluar dari sana berkat kelicinannya. Kak Ara dan Kak Arxena tampak memarahi Rizard habis-habisan, tetapi Kak Lucas dan Milanda segera menghentikan mereka karena itu bukan waktu yang tepat untuk membuat keributan sejak mereka kini menjadi buron yang dicari oleh seisi benua barat tersebut.
Invasi Raja Iblis terus berlanjut ke Benua Ernoa, sementara para pahlawan tetap bertahan di benua barat karena tak menemukan jalan untuk kembali. Namun kemudian, mereka akhirnya berhasil menemukan keberadaan tower.
Mereka pun memasuki tower tersebut dan di situlah mereka pertama kali mengenal suatu sosok astral yang menamakan dirinya sebagai sistem. Aku pun juga pertama kali bertemu dengan sosok yang semacam itu.
Dengan kesadaranku yang mengambang di sekitar party itu, aku mengikuti mereka menelusuri tower. Rupanya, tower itu sedikit mirip dengan dungeon, hanya saja perjalanannya berjalan ke arah atas dan bukannya semakin ke bawah tanah. Dan juga dengan adanya sesuatu yang menamakan dirinya sebagai sistem, sejak selama petualanganku ke beberapa dungeon, belum pernah sekalipun aku menemukan sosok yang seperti itu.
Namun pada lantai kesebelas, mereka berhadapan dengan naga kuno dan party Kak Aries pun dimusnahkan. Atau setidaknya itu yang kupikirkan. Namun apa yang terjadi rupanya, mereka hanya diteleportasikan kembali keluar tower.
Party Kak Aries pun mengulangi dan terus mengulangi untuk menantang tower tersebut. Berbeda dengan Kak Aries, Kak Ara dan Milanda yang kini sudah menjadi the great sage setelah sekitar lima tahun menghadapi invasi iblis baru lebih memilih untuk mempelajari struktur sihir dari tower.
Aku juga kurang mengerti dari aspek itu, tetapi tampaknya Milanda dan Kak Ara berhasil mengungkapkan fakta bahwa tower sebenarnya adalah sejenis pengumpul energi mana untuk menjaga eksistensi makhluk di dalamnya tetap abadi. Dan fakta mengejutkan mereka pula temukan bahwa Raja Iblis memiliki eksistensi yang sama dengan tower.
Mereka akhirnya berada dalam suatu kesimpulan bahwa mereka takkan bisa memusnahkan Raja Iblis sejak nyawanya menyatu dengan tower. Tower harus dihancurkan terlebih dahulu untuk bisa membawa Raja Iblis kepada kematiannya yang sebenarnya.
Mereka akhirnya menemukan penjelasan tentang penyebab berapa kali pun mereka berhasil memberikan luka fatal kepada Raja Iblis yang seharusnya itu telah cukup untuk membunuh makhluk hidup sekuat apapun, Raja Iblis hanya akan bangkit kembali berkali-kali. Itu semua karena tower-lah yang telah menjaga nyawanya.
Namun itu bukan berarti pula mereka dapat menghancurkan tower sejak terdapat boss monster yang kuat pula bahkan lebih kuat lagi dari Raja Iblis di lantai kesebelas tower tersebut yang merupakan eksistensi yang mereka tidak dapat kalahkan.
Akan tetapi, Milanda dan Kak Ara tidak pernah menyerah. Mereka terus dan terus mempelajari tower tersebut demi menemukan cara mengalahkan Raja Iblis.
Di tengah keputusasaan mereka, secara tiba-tiba saja, sang sistem memberikan mereka reward berkat gelar yang mereka peroleh setelah menantang tower tiada hentinya meski telah sekarat berkali-kali.
Itu adalah reward menjawab satu pertanyaan mereka apapun itu.
Jelas apa yang ingin ditanyakan oleh party pahlawan pertama tersebut, bagaimana membunuh Raja Iblis.
Sistem pun keluar dengan jawabannya yang hampir mirip seperti apa yang dikatakan oleh Milanda. Berdasarkan keterangan sistem, Raja Iblis sebenarnya adalah eksistensi yang terdapat pada lantai keenam puluh enam tower yang berkat memakan keberadaan raja benua barat, Ozama, dia dapat keluar dari tower meskipun hanya bisa menggunakan satu persepuluh ribu kekuatannya.
Itu berarti, tubuh asli sang Raja Iblis masih terdapat di dalam tower sehingga percuma jika yang dibunuh adalah tubuh bonekanya saja di dunia luar. Dia hanya akan bangkit berkali-kali kembali. Untuk benar-benar membunuhnya, dibutuhkan bagi mereka naik ke tower lantai keenam puluh enam lantas membunuh tubuh asli dari sang Raja Iblis tersebut.
Tentu saja, ini adalah hal yang mustahil bagi party Kak Aries saat itu sejak di lantai kesebelas saja mereka sudah tertahan, sementara mereka tak punya banyak waktu lagi melihat kehancuran yang dilakukan oleh Raja Iblis kepada umat manusia, tidak hanya ke Benua Ernoa, tetapi mulai merambat ke Benua Ifrak dan juga Asium. Terlebih Raja Iblis yang mereka hadapi saat ini rupanya hanyalah satu persepuluh ribu kekuatannya yang sebenarnya.
Mereka pada akhirnya terlarut di dalam keputusasaan. Akan tetapi, sistem pun datang dengan jalan alternatifnya mengalahkan Raja Iblis tersebut. Raja Iblis tidak perlu dibunuh, cukup dengan penyegelan yang juga sesuai dengan ide Kak Ara sebelumnya. Akan tetapi, cara itu membutuhkan pengorbanan nyawa mereka berlima.