
“Leon.”
Aku yang sempat mengira tak memiliki saudara lagi, rupanya masih memiliki adikku yang tinggal satu-satunya ini selama ini berjuang sendirian bertahan hidup di tanah yang penuh dengan iblis.
Namun mengapa…
Namun mengapa setelah kami akhirnya bisa dipertemukan kembali, adikku justru terbujur kaku sekarat tanpa aku bisa berbuat apa-apa?
“Nak Leon… Nak Leon akan meninggal! Apakah ramalan mimpi buruk pada dasarnya tidak bisa diubah? Hiks… Hiks…”
Bahkan pemilik ramalan mimpi buruk yang ramalan mimpinya tidak pernah salah sekalipun tersebut telah meramalkan kematian adikku.
Haruskah semuanya berakhir hanya sampai di sini?
Haruskah aku kehilangan adikku sekali lagi bahkan di saat kini kami seharusnya bisa hidup bersama?
Tidak, sama sekali tidak.
Masih ada yang bisa kulakukan untuk mencegahnya walau masa depan kematian Leon telah tergambarkan oeh alur takdir sekalipun.
Takdir pada dasarnya mirip seperti aliran air yang sangat deras.
Itu mengalir menuju ke tempat spesifik tertentu yang sudah ditentukan, dengan kata lain suatu masa depan yang sudah ditakdirkan.
Terkadang, seseorang dilahirkan dengan bakat untuk bisa melihat masa depan.
Orang-orang yang seperti itu terkadang akan mencoba mengubah takdir masa depan yang buruk yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, salah satunya yakni Masam Shipton.
Namun ibarat kau ingin menyumbat aliran air secara paksa melalui tenagamu sendiri hanya pada satu titik, itu hanya akan segera mencari jalur alternatif lain yang pada akhirnya kembali ke arah tujuan yang sama sekali tidak berubah.
Alih-alih berhasil, itu hanya akan menimbulkan keretakan di sana-sini pada jalur-jalur air tersebut.
Sama halnya dengan masa depan.
Masa depan sama sekali tidak berubah, namun malah berakhir dengan kita semakin memperburuk prosesnya.
Namun kalian pikir aku ini siapa?
Aku ini adalah hero dan telah terlahir sebagai orang yang paling jenius.
Aku akan keluar dari masalah ini.
Masa depan bukannya tidak dapat dirubah.
Namun bagaikan aliran air, itu tidak bisa diubah serta-merta dengan memblokade arah alirannya dengan paksa secara frontal.
Pertama-tama, kamu harus mengerti sifat aliran airnya, berapa debitnya, berapa massa jenisnya, dan sebagainya.
Setelah itu, kamu harus membuat beberapa langkah yang tepat untuk membagi arah aliran air, membuatnya untuk berkurang debitnya terlebih dahulu ke arah yang bisa kamu kendalikan.
Tidak serta-merta kamu membuat satu langkah ekstrim untuk mengubahnya, tetapi dilakukan melalui beberapa langkah yang walaupun lebih panjang, tetapi hasilnya lebih pasti.
Itulah sebabnya, hal yang pertama kali harus kulakukan saat ini adalah menentukan massa jenis airnya, tidak, maksudku, memori apa yang dilihat oleh Madam Shipton dalam mimpi buruknya tersebut yang meramalkan kematian Leon.
Tidaklah sulit untuk menciptakan sihir yang dapat melihat ke dalam ingatan orang lain.
Kamu hanya perlu mensinkronisasikan aliran manamu terhadap aliran mana target, dan aliran mana itulah yang dengan sendirinya akan mengungkapkannya. Lebih lemah keadaan mental target, maka akan lebih mudah untuk melakukannya.
Kulihatlah di ingatan Madam Shipton.
Dari situ aku paham, Leon selama ini hidup dengan jantung yang bukan miliknya sendiri.
Sudah sejak lama tubuhnya berintegrasi dengan tubuh naga yang berkat bantuan sorcery Isis, itu bisa terhubung dengan baik.
Namun sejak Isis meninggal…
Tidak, witch kotor itu belum meninggal…
Tapi marilah kita pending hal itu untuk saat ini. Yang jelas sejak tubuh fisik luarnya berhasil dihancurkan, sorcery yang menjadi penstabil tubuh naga dan tubuh manusia yang seharusnya memiliki perbedaan sifat yang sangat besar sehingga sangat sulit untuk stabil pada tubuh Leon, itu juga hilang.
Alhasil, tubuh Leon sekarang berada pada kondisi yang sangat tidak stabil sehingga tidak akan aneh jika sewaktu-waktu bisa saja meledak.
Namun ada aku dan Yasmin di sini saat ini yang bisa mengeluarkan kekuatan penyembuhan dari sihir suci dengan bakat kami yang luar biasa.
Aku juga telah belajar dari Milanda dengan baik tentang bagaimana cara memisahkan origin yang berbeda kembali menjadi dua tubuh yang berbeda.
Aku awalnya mempelajari hal tersebut demi jaga-jaga jikalau aku harus berhadapan dengan jurus kutukan Marie sehingga aku bisa melepaskan kutukannya tanpa membuat dampak apa-apa pada sang korbannya.
Siapa yang sangka bahwa itu justru akan menjadi sangat bermanfaat saat ini demi menyelamatkan nyawa adik nakalku ini.
Selama itu belum menyatu secara sempurna, itu masih bisa dipisahkan dengan sihir. Lagian jikalau itu memang sudah bersatu dengan sempurna, maka efek samping seperti yang dialami Leon saat ini sejak awal tidak akan pernah terjadi.
Ini semua terjadi karena origin tubuh naga dan tubuh manusia itu pada dasarnya memang sangat berbeda sehingga sampai kapanpun tidak akan mungkin bisa menyatu, bagaikan air dan minyak.
Selama ini sorcery Isis hanya berperan sebagai detergen yang membuat air dan minyak itu seakan bersatu.
Namun ketika detergennya akhirnya terdekomposisi, air dan minyak itu kembali mempertunjukkan originnya yang pada dasarnya adalah musuh dari satu sama lain.
Aku harus berkonstrasi.
Kesempatan hanya akan datang sekali.
Kumintalah Yasmin untuk berdiri di belakangku untuk mengalirkan sihir sucinya padaku untuk menambah kepadatan sihir suciku.
Treatment Leon pun kumulai.
Dengan hati-hati, aku memisahkan origin tubuh naga dari tubuh Leon melalui suatu rune yang berfungsi menjadi pemisah.
Lalu sesaat setelah itu benar-benar berpisah,
-Flash.
Dengan sihir suci, aku dengan segera menutup bagian vital luka Leon sembari menyokong organ vitalnya untuk sementara waktu.
Sementara itu terjadi, sihir pemulihanku juga turut dimulai.
Sihir pemulihan pada dasarnya hanya bekerja untuk mempercepat proses penyembuhan luka dengan mempercepat proses pembelahan sel dengan cara meningkatkan vitalitasnya.
Itu berarti, sihir pemulihan tidaklah omnipoten sehingga bisa menciptakan sesuatu yang telah tiada.
Sihir penyembuhan tidak mungkin bisa menciptakan jantung dan organ-organ penting lain yang secara mengenaskan telah tiada di tubuh Leon.
Namun aku juga mahir melakukan alchemy.
Itu tidak mungkin menciptakan sesuatu yang disebut nyawa yang bahkan sampai sekarang Dokter Minerva saja tidak bisa punya klu apa-apa tentangnya.
Namun Leon belum meninggal.
Nyawanya masih ada di dalam tubuhnya.
Oleh karena itu, sebelum nyawa itu lepas dari tampuknya, aku harus menciptakan ulang organ-organ yang hilang dari tubuh Leon melalui alchemy-ku.
Air, karbon, ammonia, kapur, posfor, natrium klorida, niter, sulfur, flour, zat besi, silicon, dan berbagai bahan minor lain. Selama aku punya bahan-bahan ini, aku bisa merekonstruksi ulang tubuh Leon.
“Aaaakkkkhhhh.”
Bisa kudengar teriakan kesakitan adikku itu dan itu semakin membuat tanganku gemetaran.
Namun aku tidak boleh memikirkannya karena salah bergerak sedikit, semuanya akan berakhir.
Cahaya putih pun mulai mengalir ke bagian kosong di mana organ-organ tubuh Leon itu menghilang.
Itu segera diisi oleh organ-organ baru yang baru saja aku ciptakan melalui alchemy-ku.
Lalu bagian terakhir yang tersulit, adalah bagaimana menganyam tiap urat syaraf di tubuh Leon yang sangat tipis itu agar menyatu sempurna dengan organ-organ barunya.
Tetapi kalian pikir aku ini siapa?
Aku adalah seorang jenius.
Walau aku tidak pernah melakukannya secara langsung sebelumnya, aku telah melihat beberapa kali Dokter Minerva melakukannya.
Tentu saja aku berhasil.
Perlahan, bisa kudengarkan aliran darah mulai kembali memasuki jantung baru Leon.
Lalu pada akhirnya,
-Tuk.
Jantung itu berdetak.
Leon menunjukkan tanda-tanda kehidupannya.
Leon berhasil kuselamatkan dan kali ini bukan lagi dengan tubuhnya yang menyatu terhadap mayat naga, tetapi benar-benar tubuh Leon yang seutuhnya.
Setelah prosesnya selesai, Leon yang selama ini melayang di udara perihal pengaruh jurusku dan Yasmin, mulai kembali mendarat ke tanah.
Aku pun segera menggapai adikku yang selama ini tampak kuat itu yang baru kusadari ternyata benar-benar rapuh.
Bisa kulihat bagaimana Alice segera berbalik badan dengan muka yang memerah sembari air liurnya menetes pada mulutnya yang tersungging seakan menahan senyum.
Adapun Yasmin masih tetap pada ekspresi batunya, tetapi dia pun seakan menghindari pandangan apa yang tepat ada pada tanganku.
Ah, itu benar.
Pakaian Leon telah lama hilang selama proses reformasi tubuhnya.
Adikku saat ini benar-benar mutlak telanjang bulat.
Aku ingin segera mengambil sehelai kain demi sekadar menutupi bagian sensitif di tubuh Leon terlebih dahulu, namun itu pun tak sempat.
Bisa kulihat tiba-tiba tubuh Madam Shipton mengeluarkan cahaya yang terang.
Dia yang seorang witch yang berasal dari kegelapan, tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang terlihat begitu murni dan suci.
“Syukurlah. Syukurlah, jadi rupanya masa depan itu bisa dirubah, hanya saja aku yang salah dalam mengambil langkah. Artinya usahaku selama ini hanya gagal, bukannya tidak berarti sedari awal. Syukurlah setidaknya Nak Leon berhasil selamat berkat ramalanku yang akhirnya membuatku memutuskan untuk datang ke tempat ini demi menemui kakaknya. Syukurlah. Syukurlah pada akhirnya kemampuanku ini berguna.”
Setelah mengatakan hal itu, seketika Madam Shipton pun terlihat sangat puas seakan terlepas dari segala beban yang selama ini menjangkiti hatinya.
Lalu tak lama kemudian, sang nenek tua pun hilang menjadi cahaya yang menyebar ke langit bagaikan keberadaannya selama ini hanyalah berupa hantu belaka.