Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 130 – PEMINANGAN ALBERT



Di masa-masa suasana yang kian memanas persoalan persiapan perang sekaligus pemilihan raja darurat menggantikan mendiang raja sebelumnya itu, Alfreon sun Meglovia, sang duke, Glenn van Rodriguez menarik perhatian publik.


Helios pun bahkan sampai-sampai tak percaya begitu dia sendirilah yang pertama kali menemukan surat pemberitahuan itu di meja ruangannya.


Beberapa hari setelah surat pemberitahuan itu tiba, Duke Rodriguez pun turut tiba ke ibukota membawa seorang cucu tersayangnya, Lilia Rosse Rodriguez.


Duke Rodriguez datang membawa cucunya ke ibukota Megdia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminang Albert fou Lugwein.


“Bagaimana keputusanmu, Albert?”


“Aku hanya ingin mengabdikan seumur hidupku untuk Master.”


Mendengar jawaban Albert itu, Helios menganga agape. Kepalanya seketika sakit begitu mendengar jawaban Albert.


Helios mengetahui bahwa betapa Albert sangat menyayanginya bagaikan keluarga sendiri, tetapi untuk berpikir bahwa dia juga rela mengabdikan dirinya seumur hidup untuknya bahkan rela mengorbankan masalah asmaranya demi hal itu, Helios seketika merasakan sakit kepala.


“Ah, aku tahu kamu bodoh, tetapi untuk berpikir kamu sebodoh itu.”


“Bukan begitu, Master. Ini sudah menjadi prinsip ksatria-ku untuk mengabdikan seumur hidupku hanya untuk Master.”


“Jadi apa kamu akan menikahiku atau semacamnya?”


“Ah, bukan begitu Master. Aku hanya tidak ingin meninggalkan sisi Master.”


Helios berusaha tenang. Dia duduk kembali ke meja kerjanya sembari menyandarkan dahinya ke telapak tangan yang dia sandarkan ujung sikunya ke permukaan meja. Helios berupaya tenang untuk memikirkan dari sudut pandang Albert.


Pertama, dia tahu bahwa Albert adalah orang yang bodoh. Kedua, dia juga tahu bahwa Albert sangat setia akan dirinya. Ketiga, semenjak kematian semua keluarganya di Kekaisaran Vlonhard, hanya dirinya-lah kini yang dapat dianggap Albert sebagai keluarganya. Dengan kata lain, Albert kini terpelitir akan makna kesetiaan itu.


Albert tidak ingin lepas dari zona nyamannya yang membuatnya kembali pada trauma tidak punya satu pun keluarga lagi untuk dijadikan tempat bersandar. Begitulah arti penting Helios bagi Albert sehingga apapun yang terjadi, dia tidak ingin berpisah darinya. Hal itulah yang luput disadari oleh Helios yang tanpa sadar telah membelenggu Albert dalam kesetiaan mutlak.


Tetapi akankah Helios ingin melihat Albert membujang seumur hidupnya perkara senantiasa mendampingi dirinya?


Tentu dia tidak menginginkan hal tersebut. Sama seperti Albert yang sangat menyayangi Helios bagaikan keluarga kandung, Helios pun telah menganggap Albert sebagai salah satu keluarganya sendiri sehingga dia pun ingin agar Albert hidup dengan merasakan segala kenikmatan dunia itu.


Helios baru tersadar bahwa selama ini, tidak sekali pun Albert membuat keputusan sendiri di dalam hidupnya. Selama ini, dirinyalah yang selalu mendikte tentang segala hal yang harus, serta boleh atau tidak boleh dilakukan oleh Albert. Tanpa Helios sadari, Albert telah menjadi bonekanya yang kelewat patuh. Namun, itu sama sekali tak membuat Helios senang.


“Albert, aku ingin agar kamu juga merasakan kesenangan layaknya pemuda normal lainnya.”


“Aku sudah senang selama bisa bersama Master.”


“Bukan itu maksudku, Albert. Aku ingin kamu juga merasakan nikmatnya hubungan asmara. Hidup menjalani hubungan pernikahan bersama seorang istri yang kamu cintai. Dan aku sendiri berpikir bahwa Lilia itu adalah gadis yang baik yang pantas untuk membuatmu bahagia.”


“Jika itu keinginan Master, maka aku akan melakukan pernikahan itu.”


“Bukan itu, bodoh!”


Helios semakin tidak dapat menahan rasa kesal di hatinya. Itu perihal Albert sama sekali tak memahami apa yang dimaksudkannya. Bukan masalah dia menikahi atau tidak menikahi Lilia yang penting bagi Helios. Tetapi itu tentang perasaan Albert sendiri. Helios berharap agar Albert pun bisa menjadi pria yang seutuhnya yang bisa memperoleh pasangan hidup yang benar-benar dicintainya.


Helios berharap Albert memilih Lilia karena perasaan cinta, bukan karena paksaan darinya.


“Sesuai kehendak Master.”


Helios menelisik tajam ke ekspresi Albert. Dia agak merasa tidak yakin bahwa Albert telah mengerti apa yang dimaksudkannya. Helios pun kemudian menambahkan penjelasannya agar Albert memahami betul apa yang dimaksudkannya.


“Satu hal yang mesti kamu ingat, Albert. Kamu menikah atau tidak menikah, kamu akan tetap menjadi pengawal kepercayaanku. Jadi kamu tidak usah khawatir persoalan keputusanmu menikahi Lilia. Gunakan kata hatimu untuk memutuskannya. Walaupun kamu sudah menikah, kamu tetap tidak akan pernah meninggalkan sisiku. Dan walaupun kamu memutuskan sebaliknya, aku akan menerima dengan lapang dada asalkan itu berasal dari kata hatimu.”


Albert hanya mengangguk diam dalam menanggapi ucapan Helios itu dengan ekspresi rumit di wajahnya. Tidak biasanya bagi Albert untuk tidak menanggapi tuannya itu dengan perkataan yang sopan. Itu hanya terjadi ketika isi pikiran Albert benar-benar dipenuhi oleh hal-hal yang rumit.


Jadilah Helios sebagai jalan mediasi bagi keluarga Rodriguez dipertemukan dengan Albert. Terlihat Duke Rodriguez sangat menyanjung-nyanjung Albert akan performanya sebagai swords master level 5 sewaktu mencegah invasi anjing kekaisaran di Kota Lobos. Tidak hanya Albert adalah seorang swords master level 5 yang langka keberadaannya, dia juga tergolong sangat hebat jika dibandingkan dengan para swords master level 5 lainnya.


Terlihat pula Lilia menceritakan bagaimana dirinya merasa takjub sewaktu diselamatkan oleh Albert di kala dirinya terperangkap dikelilingi para anjing kekaisaran tersebut.


Setelah itu, Helios dan Duke Rodriguez memberikan waktu kepada Albert dan Lilia untuk berduaan. Terlihat Albert berinisiatif mengajak Lilia untuk jalan-jalan mengelilingi pasar di dekat istana.


Melihat Albert yang setidaknya berinisiatif, membuat Helios bernafas lega. ‘Ah, syukurlah Albert juga seorang pria seutuhnya’, itulah pikiran Helios pada Albert saat itu.


Malam harinya setelah kencan Albert bersama Lilia, Helios yang penasaran lantas menanyainya.


“Bagaimana menurutmu tentang Lilia, Albert?”


“Dia gadis yang cantik dan berasal dari kalangan bangsawan kelas atas. Jika aku menikahi Lilia, maka kita akan bisa menarik Duke Rodriguez ke sisi kita, Master. Duke Rodriguez pasti akan menjadi bantuan yang besar bagi Master untuk naik tahta.”


Helios segera membuang nafas panjang begitu mendengar jawaban Albert itu. Dia mengeleng-gelengkan kepalanya tanda ketidakpuasan.


“Aku bukan bertanya soal manfaatnya jika dia menikahi kamu. Aku bertanya soal perasaanmu itu padanya. Apakah dia sebagai wanita sesuai dengan tipemu? Lagian kalau persoalan tahta, aku masih bisa memperjuangkannya dengan cara lain. Keberadaan dukungan Kakek Glenn tidak mutlak diperlukan.”


Albert lama terdiam tanpa menjawab pertanyaan Helios itu. Karena merasa ada yang aneh, Helios pun menatap wajah Albert.


Rupanya, wajah Albert yang putih itu telah memerah bagai tomat masak. Begitu dia bertemu pandang dengan mata masternya, Albert seketika tersentak. Lantas Albert dengan ragu-ragu menjawab,


“Sebagai seorang wanita, Lilia cukup menarik.”


Ucapan Albert beserta ekspresi kegugupan ketika dia mengucapkan kalimat itu telah cukup bagi Helios untuk mengonfirmasikan bahwa Lilia bukanlah jodoh yang buruk bagi Albert. Helios pun menyetujui perjodohan Albert tersebut lantas segera memprosesnya ke Keluarga Rodriguez.


***


Di ruangan itu, tiga orang kepala keluarga dari para bangsawan ternama berkumpul. Salah satunya adalah Duke Glenn van Rodriguez yang merupakan pemimpin faksi wilayah utara kerajaan, mantan pendukung almarhum Putra Mahkota Tius star Meglovia.


Namun, sosok yang dia temuinya itu adalah benar-benar tidak terduga. Kedua kepala keluarga lain yang ditemuinya di ruangan itu adalah berasal dari kalangan bangsawan netral, bukan mantan salah satu pendukung kubu Tius maupun kubu Leon.


Mereka adalah Newmann van Growmyerre, kepala administrasi perpustakaan dan arsip penting kerajaan, sang ayah mertua Helios, beserta Count Ulgenta von Ruby, kepala akademi sihir, satu-satunya arch wizard yang dikenal di Kerajaan Meglovia, tetapi itu tentu saja karena Dokter Minerva masih menyembunyikan jati dirinya.


“Oh ho, Duke Rodriguez Anda melakukan langkah yang menarik dengan memanfaatkan cucu Anda yang paling cantik, Lilia sang bunga Lobos.”


“Ehem. Aku tidak melakukan perjodohan itu untuk kepentingan politik. Itu demi kebahagiaan cucuku semata yang mencintai pemuda yang mirip anjing kekaisaran itu.”


Pembicaraan mereka diawali dengan candaan.