Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 110 – TRAGEDI BERDARAH CABALCUS (bag. 5)



Yasmin sedari dulu telah sadar jauh sebelum perkataan Isis padanya bahwa dia sangat mencintai Helios.


Akan tetapi Yasmin sadar bahwa cinta Helios sampai sekarang pun hanya tercurah kepada istrinya saja, Talia.


Talia berbeda dengan Klitaimnestra yang walaupun sudah punya suami sebaik dan setampan Agamemnon, pria sebelum Helios yang dicintai oleh Yasmin, dia tetap menyelingkuhi suaminya itu. Talia adalah tipe wanita yang setia yang bahkan rela melakukan apapun demi sang suami.


Seperti sekarang, walau dengan keadaannya yang hamil besar itu, begitu mengetahui bahwa suaminya sedang dalam bahaya besar, Talia tidak segan-segan memintanya untuk membantunya menemukan suami tercinta.


“Bagaimana dengan kandungan Anda? Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan diri Anda dan jabang bayi Anda selama di perjalanan? Tidakkah justru Pangeran Helios akan sedih?”


Walau Yasmin telah mengetahui garis besar keadaan Pangeran Helios saat ini di Kerajaan Cabalcus setelah mendengar cerita Talia, ekspresinya tetap tenang. Dia hanya menatap wajah istri Helios itu dengan penuh tanda tanya.


Wanita yang begitu rapuh. Bahkan seekor monster semut api saja dapat ********** dengan mudah. Tetapi di luar dari tampilannya yang rapuh itu, di luar dugaan Yasmin, Talia justru memiliki kepribadian yang kuat.


“Tentu aku khawatir. Aku tidak lagi menanggung nyawaku sendiri, tetapi juga nyawa jabang bayi yang bersamaku. Tetapi kuyakin bahwa bayi yang di dalam kandunganku ini juga tidak ingin melihat ayahnya mengalami bahaya. Itulah sebabnya aku membuat keputusan ini. Namun, bukankah aku bersama Nona Yasmin? Jika itu Nona Yasmin, aku yakin Nona akan mampu melindungi kami dengan baik.”


Yasmin lantas menatap Talia dari ujung rambut sampai ujung kaki sembari menyipitkan pandangannya lalu berkata, “Memangnya apa yang Anda bisa lakukan jika Anda bertemu dengan Pangeran Helios di sana? Bisakah Anda menghentikan Pangeran Helios yang kehilangan kendalinya? Dari tampilan Anda, Anda bahkan tidak bisa melakukan satu pun pekerjaan kasar.”


Pada perkataan Yasmin itu, Talia menggelengkan kepalanya kuat-kuat,


“Kalau hanya sedikit beladiri saja, aku juga bisa. Namun, bukan itu yang penting sekarang. Apa yang paling dibutuhkan Mas Lou, tidak, Pangeran Helios saat ini adalah kasih sayang. Pangeran Helios telah terlalu lama menderita. Oleh karena itu, akulah yang akan menyelamatkannya dengan kasih sayang.”


“Anda percaya diri sekali.”


“Aku yakin aku bisa.”


Sambil mengatakan hal tersebut, Yasmin menatap tajam Talia. Namun, Talia menatap balik Yasmin seolah menunjukkan tekadnya. Terjadi baku tatap cukup intens dan lama di antara kedua wanita itu.


“Baiklah, aku mengerti. Aku akan membawa Anda ke sana.”


“Terima kasih, Nona Yasmin.”


Jadilah kedua wanita itu terbang meninggalkan Kota Painfinn tanpa diketahui oleh semua orang baik itu Alice, Albert, maupun kakak Talia, Luic.


Sejujurnya, Yasmin mengagumi hubungan antara Helios dan Talia yang dipenuhi oleh ketulusan satu sama lain. Namun, di sisi lain, dia juga iri terhadapnya.


Pernah sekali dia mencintai seorang pemuda bernama Dionysus, namun kemudian Apollo marah lantas menggagalkan cinta mereka dengan membakar seisi kota. Ribuan, tidak, puluhan ribu nyawa melayang disebabkan oleh asmara Yasmin itu.


Pernah sekali dia akhirnya berhasil menikahi orang yang dicintainya yang bernama Agamemnon walaupun hanya sebagai selir. Akan tetapi kemudian, istri pertamanya, Klitaimnestra, yang hanya tertarik pada tahta suaminya itu, menyuruh selingkuhannya untuk menghabisi nyawa Agamemnon.


Yasmin berhasil membalaskan dendamnya dengan memporak-porandakan seisi istana dan membakar hidup-hidup Klitaimnestra bersama dengan selingkuhannya itu. Tetapi itu tiada lagi gunanya. Pria kedua yang berhasil merenggut hatinya itu telah mengembuskan nafas terakhirnya.


Yasmin selalu gagal dalam hubungan asmaranya. Dia ditinggalkan oleh cinta pertamanya karena ditolak oleh keluarga sang kekasih, sementara untuk cinta keduanya, dia ditinggal pergi dalam kematiannya yang tragis.


Yasmin mulai berpikir, apakah itu karena kekuatan witch pemberian Raja Iblis untuk membalaskan dendamnya pada Apollo di dalam dirinya yang membuatnya tidak bisa merasakan akhir yang bahagia? Apakah kekuatan itu pada dasarnya kutukan? Lagipula itu bukan kehendaknya, Raja Iblis sendiri-lah memberikan seenak hatinya kekuatan itu.


“Wah, inikah pemandangan yang bisa dilihat ketika terbang? Indah sekali Nona Yasmin.”


Yasmin hanya melanjutkan penerbangannya tanpa mempedulikan sedikit pun ucapan senang Talia itu.


Telah banyak korbannya. Yang paling dia ingat adalah seorang pemuda tampan bernama Ajax.


Hanya karena sedikit keramahan, Ajax menyalahartikan keramahan Yasmin itu sebagai sinyal-sinyal cinta bahkan tega meninggalkan kekasihnya, Helen, pada acara pertunangan mereka.


Namun begitu dia menyatakan cinta kepada Yasmin lantas menolaknya, Ajax marah dan menampiknya sebagai perempuan penggoda.


Bahkan tidak hanya Ajax saja yang menghina Yasmin, Helen dan keluarganya, dan juga keluarga Ajax, beserta para penduduk kota turut menghardiknya dan memperlakukannya sebagai sumber penyakit yang disebut pelakor. Yasmin tidak lagi memperoleh tempat di masyarakat sejak memperoleh kekuatan witch dari Raja Iblis itu selain di benua iblis, Benua Armtemis.


Ketika akhirnya dia berakhir ribut dengan Isis lagi-lagi karena salah satu pemuda milik Isis menyatakan cinta padanya, Isis yang marah lantas mengubah bentuknya menjadi kura-kura es lantas menghempaskannya di tempat antah-berantah.


Yasmin bersyukur kala itu.


‘Ah, akhirnya aku memperoleh akhir dari perjalanan panjang ini.’


Itulah yang ada saat itu di pikiran sang witch cinta.


Namun kemudian, di tengah dia akan menyerah pada hidupnya, dia bertemu dengan Helios.


Helios yang tidak tahu bahwa bayi monster kura-kura es itu sejatinya adalah witch lantas memutuskan untuk merawatnya.


Belaian Helios begitu hangat walau dia adalah seorang pemuda es. Yasmin merasa sangat nyaman tiap menyembunyikan dirinya di dalam kantong baju Helios.


Bahkan karena ketulusan cinta Helios padanya, akhirnya sang witch cinta mampu kembali memperoleh wujud manusianya. Namun, Yasmin tahu bahwa cinta itu bukanlah cinta birahi melainkan cinta pada keluarga.


Helios yang tidak tahu bahwa sejatinya bayi monster kura-kura es yang dia namai sebagai Yasmin itu sejatinya adalah maid Yasmin, tetap tidak mengubah pula rasa cinta Helios pada Yasmin. Namun sekali lagi Yasmin sadar, itu hanyalah cinta hubungan kekeluargaan.


Yasmin mencintai Helios, tetapi jauh di lubuk hatinya, dia menginginkan lebih. Dia ingin cinta dan mencintai sebagai seorang wanita, bukan sebagai keluarga.


Itulah sebabnya ketika dia menemukan fakta bahwa Helios telah memiliki kekasih dan bahkan kini telah menikah dan hampir mempunyai anak, sedikit di dalam diri Yasmin ingin menghancurkan hal tersebut.


Tersiratlah sejenak niat jahat di pikiran Yasmin.


‘Jika aku membuang wanita ini dari ketinggian seperti ini, dijamin dia dan bayi yang dikandungnya akan sama-sama tewas seketika. Kalau Talia menghilang, akankah cinta Pangeran Helios dapat kumiliki?’


Namun sekali lagi Yasmin menyadari bahwa cinta kedua insan itu begitu tulus. Yasmin pun menahan perasaan itu dalam-dalam.


Yasmin sangat iri pada Talia dan ingin menggantikan tempatnya sebagai orang terkasih Helios. Tetapi, perlahan dia juga tanpa sadar mulai menyayangi Talia sebagai temannya. Orang yang baik pasti akan berjodoh dengan orang yang baik. Mungkin alasan dia tidak berjodoh dengan Helios karena dia kuranglah baik untuk Helios.


Itu wajar karena dia adalah seorang witch yang telah berusia ratusan tahun. Yang justru jadi pertanyaannya, masih pantaskah dia disebut sebagai manusia?


Hanya Talia-lah yang pantas bersanding dengan Helios. Dia tidak ingin menjadi perusak kebahagiaan kedua insan yang saling mencintai lagi dan dia pun tak ingin Helios bernasib sama dengan Agamemnon.


Jadi baginya, Talia juga adalah sosok spesial yang harus dilindunginya, tidak hanya demi kebahagiaan Helios yang mencintainya, tetapi juga demi temannya yang bernama Talia itu sendiri.


‘Aku memang tidak pernah mengambil pelajaran rupanya. Berapa banyak cinta yang telah kuhancurkan karena keegoisanku. Nona Talia, Master, kuharap hubungan cinta kalian akan bahagia selamanya.’